Scandal Hamil Anak Duda

Scandal Hamil Anak Duda
Minta sate


__ADS_3

"Luke" panggil Alya.


"Hem" balas Luke yang masih mengantuk.


"Aku lapar" ucap Alya yang membuka matanya.


Luke mendengar itu akhirnya membuka matanya, dan saat melihat jam yang masih menunjukan pukul 1 malam Luke menggelengkan kepalanya.


"Ini hampir pagi" kata Luke.


"Tapi aku lapar" balas Alya manyun.


Huh..


Luke nampak diam karena masih mengantuk sampai akhirnya dia bangkit dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajah.


Alya membenarkan posisi nya menjadi duduk, dan tak lama kemudian Luke keluar dari kamar mandi.


Luke kembali duduk dan mengambil ponsel dan dompet nya.


"Mau makan apa?" tanya Luke melihat Alya.


"Makan sate jam segini kayanya enak" jelas Alya dengan enteng.


"Jadi mau sate?" tanya Luke memastikan.


"Hem, sate agak banyak ya" balas Alya lagi.


Luke mengangguk, dan kembali bertanya apa lagi yang istrinya mau, mumpung dia keluar.


Dan Alya bilang terserah, dan yang di maksud terserah itu membuat Luke agak bingung.


"Kalau martabak?" tanya Luke.


"Nggak ahk, bosen" sahut Alya menolak.


"Ya sudah apa saja yang aku lihat di jalan ya, lagi pula jam segini sudah banyak yang tutup" jelas Luke.


Alya hanya manggut-manggut saja lalu Luke pun akhirnya pergi meninggalkan Alya sendirian di kamarnya.

__ADS_1


Alya menyusap perut nya yang rata, dia heran kenapa dia malah suka makan malam-malam seperti ini.


"Ini pasti karena kamu sayang, Mommy bisa gendut kalau makan malam-malam seperti ini terus" kata Alya sambil mengusap perutnya yang sudah sedikit terlihat membuncit.


Setengah jam berlalu..


Rasa lapar Alya semakin terasa, tapi tanda-tanda kepulangan Luke masih belum terlihat.


"Ini kenapa lama banget sih" Alya menggerutu.


Karena tidak sabaran Alya menelpon Luke, dan Luke cukup lama tidak mengangkat telpon nya.


Hingga..


"Hallo"


"Luke aku lapar, anak kita nangis mau makan" kata Alya yang sudah sangat tidak sabar menunggu sate yang Luke beli.


"Sabar, ini masih ngantri, bentar lagi aku pulang" kata Luke.


"Kamu ngantri sembako atau apa sih, lama banget" sewot Alya lagi.


"Pokoknya aku nggak mau tau cepat pulang, aku kelaparan kamu jadi suami jangan tega gitu, mau nya hamilin tapi nggak mau tanggung jawab" lanjut Alya yang melebar kemana-mana.


Karena kesal Alya pun langsung mematikan panggilan nya, dia menyimpan ponselnya di ranjang lalu mengusap perutnya lagi.


"Sabar sayang jangan emosi, Daddy kamu emang nyebelin pasti di sana dia banyak di goda sama ciwi-ciwi nackal, awas saja kalau sampai Daddy kamu main gila lagi Mommy akan potong tongkat bisbol nya sampai kecil" gerutu Alya dengan wajah kesalnya.


Tak lama kemudian Luke akhirnya datang, tapi karena Luke pergi hampir satu jam lebih membuat Alya yang menunggu akhirnya tertidur.


Luke mencuci tangan dan kaki nya dan kembali memakai pakaian santainya.


"Alya" panggil Luke.


Luke mengusap kepala Alya lembut, mencoba membangunkan istrinya.


Alya yang di usap kepalanya mengeliat pelan, tapi karena sangat mengantuk Alya tak mau bangun.


"Alya, satenya datang" kata Luke lagi.

__ADS_1


"Luke" Alya memanggil nama Luke dalam tidurnya.


"Hem, ayo makan" ajak Luke yang berpikir jika Alya sudah bangun.


"Luke" panggil Alya lagi.


Luke mendekat dan menatap wajah Alya karena dia melihat mata terpejam Alya.


Luke berpikir jika Alya sedang bermimpi, dan mungkin Luke masuk ke dalam mimpi Alya sehingga membuat Alya memanggilnya.


"Luke jangan tinggalkan aku" kata Alya.


Luke mendengar ucapan Alya tersenyum, dia ikut berbaring dan menatap wajah cantik istrinya yang sedang terlelap.


Cup..


Satu kecupan Luke berikan pada wanita muda yang sedang mengandung bayi nya.


"Aku tidak akan meninggalkan mu, tenang saja. kamu dan bayi kita adalah sumber kebahagiaan ku saat ini" kata Luke tangan nya mengusap perut Alya yang sudah sedikit membuncit itu.


Senyuman mengembang di wajah Luke, dia tidak sabar melihat anak nya lahir, Luke berjanji akan membahagiakan Alya dan anak nya.


Dan saat Luke memikirkan keluarga kecil nya bersama Alya seketika itu juga Luke teringat akan ucapan Clara.


"Mike sangat ingin mengenal ayah nya, dia menginginkan pengakuan dari mu Luke"


Luke diam memikirkan anak yang selama tiga belas tahun itu tidak pernah dia lihat bahkan enggan Luke anggap.


Ego nya tinggi, Luke masih belum bisa berdamai dengan keadaan dia tidak bisa menerima apa yang di lakukan Clara di masalalu.


Bahkan untuk tes DNA pun rasanya Luke tak sanggup, dia selalu membayangkan bagaimana pengkhianat dan berapa banyak pria yang menggauli Clara saat masih mengandung.


"Apa aku harus melepaskan semuanya sekarang?tapi apa aku sanggup jika anak itu benar-benar darah daging ku?" gumam Luke nampak bimbang.


Lama Luke berpikir sampai akhirnya Luke memilih tidur karena rasa kantuk mulai menyerang nya, Luke tertidur sambil memeluk tubuh istrinya.


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2