Scandal Hamil Anak Duda

Scandal Hamil Anak Duda
Satu tongkat


__ADS_3

Alya mengirimkan banyak pesan pada Luke hari ini, dia juga memotret beberapa belanjaan nya.


Luke nampak senang karena Alya nampak happy dengan uang nya, dia juga sebenarnya tidak mau meninggalkan Alya bekerja tapi karena dia pergi ke London untuk urusan bisnis jadi Luke tak bisa banyak menemani Alya.


Saat pulang Luke tak lupa membeli makanan pesanan Alya, malam ini Alya memang tak mau kemana-mana karena besok mereka akan seharian jalan-jalan.


Pekerjaan Luke akan selesai satu hari lagi, besok jam 2 siang Luke menjanjikan akan mengajak Alya keliling kota.


"Dia pasti suka" gumam Luke saat melihat asesoris anak kecil uang di jual di minimarket.


Luke membeli beberapa asesoris anak perempuan, jika anak nya laki-laki mungkin asesoris ini akan cantik di gunakan oleh Alya.


Setelah mendapatkan beberapa cemilan dan minuman Luke akhirnya membayar ke kasir, lalu keluar dari minimarket.


"Luke"


Sekali lagi suara tak asing memanggil nya.


Luke heran, kenapa wanita itu selalu ada di mana-mana seolah-olah Clara memang sengaja mengikuti nya.


"Bisakah kau berhenti mengikuti ku?" tanya Luke yang sudah kehilangan kesabaran.


"Jangan marah Luke, aku ke sini karena aku tak sengaja melihat mobil mu tadi" jelas Clara bohong.


Nyatanya dia menyuruh seseorang mengikuti Luke sejak tadi.


Luke tau jika wanita itu berbohong, dia sudah hafal betul kelakuan mantan istrinya itu yang memang terlalu ambisius.


"Dengar baik-baik, aku sudah punya kehidupan baru jangan pernah sekali pun mencoba mengusik kehidupan ku!" tegas Luke.


"Aku tau kamu sudah menikah, tapi dengarkan aku baik-baik Luke wanita muda itu memiliki kekasih" jelas Clara.


"Dia bukan kau yang menjual d*ri untuk yang" balas Luke dingin.


"Luke! cukup jangan katakan itu" Clara nampak tak suka.


Luke mendengar omong kosong Clara berniat pergi, tapi tangan nya di pegang oleh Clara.


"Luke kamu harus melihat ini" kata Clara.


Lalu Clara memberikan ponsel nya, dan Luke melihat foto Alya yang sedang makan bersama seorang pria.


Clara tersenyum melihat wajah kaget Luke, beruntung sekali tadi dirinya berhasil melihat moment Alya dan seorang pemuda.

__ADS_1


"Dia berkencan dengan pria itu, kamu tau kan jika istri muda kamu itu tak sebaik yang kamu pikirkan" kata Clara memanasi.


Luke tak menjawab, dia menjatuhkan ponsel Clara dan langsung pergi meninggalkan Clara yang syok karena ponsel merek terbarunya di jatuhkan oleh Luke.


"Sial, kenapa di jatuhkan" gerutu Clara kesal.


Tapi demi misi nya Clara memilih untuk menahan nya, sekalipun dia juga jengkel pada Luke yang tidak bisa di ajak berbicara baik-baik.


"Lihat saja Luke, aku akan kembali menghancurkan mu, itu balasan karena kamu tak mau mengakui Mike" gumam Clara sambil tersenyum kecut.


Sedangkan Luke dia nampak kesal, Luke bahkan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sangat cepat.


Beberapa menit berlalu..


Akhirnya Luke sampai, dia membawa makanan nya dan langsung masuk ke dalam lift.


tok..tok.


Alya di dalam kamar nampak senang mendengar ketukan pintu.


"Itu pasti Luke" gumam Alya nampak begitu bersemangat.


Alya langsung berjalan mendekati pintunya, dan saat pintu terbuka Alya melihat Luke yang membawa banyak kantung kresek yang berisi makanan.


Dan Alya pikir mungkin Luke setres dengan pekerjaan yang banyak dan begitu melelahkan.


"Ahk enaknya" Alya yang makan nampak begitu menikmati nya.


Luke yang melihat itu hanya diam, dia masih belum mau bertanya dan untuk meredakan amarah nya Luke akhirnya memilih pergi ke kamar mandi, dia butuh menenangkan pikiran nya dengan berendam.


Dan melihat Luke yang pergi ke kamar mandi Alya hanya acuh, dia memilih menonton film sambil makan.


Beberapa menit berlalu..


Alya melihat Luke yang baru keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang nya.


"Ayo makan sini" ajak Alya menepuk sofa sebelahnya.


Luke tak menjawab, dia memakai pakaian nya dan Alya masih menatap ke arah Luke yang sedang berpakaian.


Hingga akhirnya Luke selesai berpakaian, Luke duduk di dekat Alya dan mengusap perut Alya yang agak.membuncit.


"Kenapa?" tanya Alya melihat Luke yang aneh.

__ADS_1


"Tadi kamu makan sama siapa?" tanya Luke.


"Makan?" Alya nampak bingung.


Hingga akhirnya Alya ingat jika dia bertemu dengan Tiger, teman lama nya.


"Ahk itu, dia Tiger teman aku yang kamu katai kurus itu loh" jelas Alya sambil menyuapi Luke.


Luke menerima suapan nya, dan mengunyah tapi tangan nya masih meraba perut Alya.


"Jadi dia Tiger?" tanya Luke lagi.


"Hem, dia ganteng ya" ucap Alya tiba-tiba.


Membuat gerakan tangan Luke terhenti da jangan lupakan dengan tatapan tajam yang di berikan Luke, membuat Alya nyengir.


"Canda, kamu lebih ganteng gagah dan juga besar" balas Alya sambil tersenyum.


Besar?


"Apa yang besar?" tanya Luke tak mengerti.


"Tongkat bisbol alias pentungan" celetuk Alya yang sekali lagi keceplosan.


Luke mendengar itu diam, hingga dia sadar jika yang di bicarakan Alya adalah aset nya.


"Kamu tau ukuran Tiger?" tanya Luke tatapan nya setajam silet.


Dan sontak saja Alya menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Enak aja, emang nya aku cwe apaan nggak cukup satu tongkat bisbol, punya kamu aja masih sesak rasanya penuh banget apalagi nambah tongkat, ihk nggak kebayang" sewot Alya dengan bibir nya yang manyun dan melihat itu Luke gemas dan mencium bibir Alya.


Hemph..


Luke mencium bibir Alya dan menahan tengkuk Alya agar ciuman nya lebih dalam.


"Cukup satu tongkat, jangan nambah oke" kata Luke sambil mengusap bibir Alya yang basah dengan jari nya.


Dan Luke tak melihat jika wajah Alya sudah merah seperti tomat, Alya benar-benar merasa ingin meledak karena ucapan Luke seolah mengatakan jika Alya hanya milik nya seorang.


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2