Sebenarnya Aku Kenapa?

Sebenarnya Aku Kenapa?
teka teki


__ADS_3

Tidak pak .. saya tidak tau ".


Pak nam kembali diam...


Beliau seperti sedang berfikir bagaimana cara memulai percakapan..


Karna suasana menjadi hening .. aku pun memulai percakapan.. "pak .. apa ini ada hubungan nya dengan masalah janah ke rasukan kemarin pak.. tapi bapak tadi bilang kalau saya di suruh membantu mencatat obat ,, tapi kenapa saya di bawa ke sini ... di ajak sholat dan doa doa itu!. ".


Aku menggatakan apa pun yang ada di pikiran ku .. pertanya an pertanya an yang di luar pikir ku..


" sebenarnya ... bapak membawa kamu ke sini ,, tujuan bapak untuk bertanya sama kamu ..... perihal kemarin".


Aku diam mendengarkan ucapan pak nam.


"Kemarin eji . Ketika kamu akan datang ke ruang UKS . Janah tiba tiba menoleh ke arah pintu . . Wajah janah berubah tersenyum ... walau pun janah berteriak dan menangis .. ekspresi wajah nya berubah.. . Saya dan yang lain nya sangat terkejut ..... kemudian kamu masuk ,, . Saya juga minta kamu kan menggambil air ,, saya minta kamu ikut di sebelah saya... dan entah apa yang kamu bicara kan ,,, janah bisa sadar.. dan saya memper hatikan kamu menatap lurus ke depan.. mata dan wajah kamu menatap seseorang ,,,, itu lah kenapa saya yakin kamu ber beda.... pasti ada yang berbeda"...


Kata kata pak nam membuat ku terdiam.


Bagaimana mungkin pak nam bisa berfikir sejauh itu... walau pun kenyataan nya memang aku melihat nya . Tapi aku tidak menyangka pak nam bisa mem perhatikan se detail itu..


Aku menunduk dan menceritakan yang sebenar nya pada pak nam...


Soal per tama kali aku melihat mereka di sekolah saat menjadi murid baru di sini.


Dan sosok kebaya yang merasuki janah.


Pak nam mendengar kan apa yang aku katakan dengan cermat..


"Dengar eji ,, sosok yang kamu bilang itu adalah yang paling di segani di sekolah kita,, di sini juga ada pocong juga .. bahkan tukang kebun pun yang sampai magrib belum ke luar di sekolah ini.. akan d ganggu.    . Pasti ada yang menarik buat dia .. sampai dia menunjuk kan itu sama kamu".


Setelah menggatakan itu .


Pak nam membawakan aku sebuah lembaran tulisan doa tadi.


Pak nam bilang aku harus menghafal doa doa itu agar mereka tidak mengganguku..


Tiba acara petas ulang tahun sekolah.


Aku sedang ber siap siap dengan rendra dan rafi.


Saat itu kami ke ruang lap ipa. Karna gitar rendra di taruh di sana. Memang sehari kemarin alat alat semua peserta di kumpul kan dulu di sana..


Kami masuk ke ruang lap ipa .


Rendra menggambil gitar nya .


Gitar rendra masih di tutupi oleh tas nya.


Rendra minta kita berlatih dulu di dalam ruang lap . Karna kebetulan tidak terlalu ramai orang.


Saat kami semua duduk.. rendra membuka tas gitar nya..


"Sial ". Ucap rendra . Aku dan rafi langsung reflek menatap nya..


"Ada apa? ". Ucap ku padanya.


Rafi langsung merebut paksa gitar rendra.


"Kok bisa si dra". " mana aku tau kemarin kan gak apa apa.. tau sendiri kan ,,, masak di dalam kotak nya bisa putus sendiri ".


Aku mendengar kan mereka ... kemudian fokus ku teralih pada sinar gitar itu.


"Lah kok bisa putus ya".

__ADS_1


"Ini pasti ada yang sengaja , gak mungkin bisa putus sendiri ".


Aku diam melihat wajah frustasi teman teman ku.


Aku terpikir kan sebuah ide .


" hei denger. Kalian ber dua kan bisa main gitar kentrung ".


"Jadi???". Tanya rafi.


Aku senyum dengan semangat...


"Gimana kalau kita pinjam gitar kentrung di tempat latihan band sekolah,, kan mereka semua pakai gitar yang sama kamu pnya rendra... gitar kentrung itu mereka ngak guna in".


   Rendra dan rafi diam ber fikir.


Rendra men jawab ku dengan ragu.


"Bisa sih .. tapi kita kan terlanjur latihan lagu semua tentang kita... kalau pakai gitar kentrung ,, suara musik nya beda lah" 


Aku tersenyum "kita ganti lagu nya ".


Rendra dan rafi saling ber tatapan . Mereka seperti belum memahami maksud ku.


Aku membenarkan posisi duduk ku.


Ini lagu lama sih tahun 2009 . Tapi musik nya cocok buat iringan kentrung.


" ehem ehem.... huffss..... sungguh ku menyesal telah mengenal dia.. dan aku kecewa telah menyayanginya dan aku tak akan menggulang ke dua kalinya ".


Wajah rafi dan rendra berubah .


"Eji emang gila si " . Ucal rafi sambil memukul pundak ku.


"Oke kita pakai lagu itu .. ya uda ayo langsung ke ruang band ".


Aku rendra dan rafi berdiri . Kami berjalan ke luar menuju ruang band.


Sekilas aku melihat rafi sedang menoleh ke arah kanan.


Aku ikut menoleh ke kanan. Ku lihat ika, dan se kelompok nya sedang ter senyum ke arah kami.


Ku dengar rafi ber bicara lirih "pasti ulah mereka".


Aku menepuk punggung rafi yang ada di depan ku "sudah biar kan saja, mereka akan kaget karna kita bisa lebih pintar dari mereka ".


Rendra dan rafi menoleh bersama an ke arah ku .


Rendra menarik tanggan ku dan aku berjalan ber jajar dengan mereka.


Skip kami akhirnya tampil di atas panggung.


Rendra memberi beberapa sambutan.


Rafi ikut cover duet lagu itu dengan ku . Sedangkan rendra yang memainkan kentrung nya.


Kami menghayati lagu dengan penuh semangat . Suara tepuk tangan menggiringi penampilan kami..


Beberapa guru juga naik ke atas panggung untuk ber foto dengan kami.


Aku melihat dengan jelas wajah ika dan lain nya yang sangat sangat kesal.


Aku ter senyum ,,, jujur aku merasa sangat lega.

__ADS_1


Pulang pentas rendra men traktir ku dan rafi makan bakso di dekat sekolah.


Rendra juga menelpon ibu nya . Rendra mencerita kan soal masalah kami.


Kami sangat bahagia hari itu.


Hari itu hari senin .


Saat upacara seperti biasa. Aku dan anggota PMR yang lain di belakang murid murid lain..


Saat itu aku tak sengaja teringat janah.


Karna sejak kerasukan hari itu . Aku belum pernah melihat nya.


Aku melihat ke sana kemari mencari ke beradaan janah.


"Oh itu dia" ucap ku dalam hati..


Aku ber jalan menghampiri teman ku yang sedang ber jaga di sana.


"Maaf boleh tukeran tempat ngak,, aku mau jaga adik ku ".


Teman ku mengganguk dan berjalan mengatikan ku.


Aku mengambil posisi dan ber diri di sana.


Aku memperhati kan janah yang terlihat gelisah.. "apa dia mau pingsan , pikir ku ".


Aku berjalan pelan mendekati janah..


Ketika selang kah lagi aku akan masuk barisan nya.


Tiba tiba janah ambruk..


Sontak teman teman nya menahan badan dan kepala janah.


Aku langsung memberi isyarat lambaian tanggan . Meminta teman teman lain membawa tandu ke sini.


Aku dan 2 teman perempuan janah menggangkat badan janah ke atas tandu.


Lalu ke 4 teman laki laki ku menggangkat tandu nya dan membawa janah menuju ruang UKS..


Aku dan 2 teman janah menggikuti mereka.


Setelah sampai di sana . Aku membuka krudung janah . Aku juga meminta ke dua teman janah untuk membuka sepatu dan melongarkan kancing tangan nya.


Aku memberi kan minyak angin  ke pelipis janah , leher dada dan belakang telinga nya. Sedang kan ke dua teman nya duduk di kursi sebelah janah, sedang memperhatikan aku.


Aku membuka baju janah dan memberi kan olesan minyak di sana.


"Kak ".


"Hem " Tanpa menoleh ke arah mereka aku menjawab nya.


"Kakak yang nama nya eji ya ,.


Kakak tolong jangan marah ya sama janah !".


Aku yang mendengar itu .. seketika berhenti menggoles kan minyak itu.


Aku menutup baju janah dan menatap mereka .


"Maksud kalian apa?".

__ADS_1


__ADS_2