Sebenarnya Aku Kenapa?

Sebenarnya Aku Kenapa?
mereka ada part 2


__ADS_3

Setelah membasuh muka dan tangan aku langsung pulang, namun ketika berada dihalaman depan dekat UGD aku melihat ada entah korban kecelakaan atau penganiayaan yang jelas kondisinya cukup mengenaskan.


Yang lebih mengharukannya lagi ternyata korban masih hidup meskipun dalam keadaan usus yang keluar, kepala penuh dan darah, tangan yang remuk dan jari kaki yang sudah tidak lengkap lagi.


 "Semoga aja pria itu selamat agar ia bisa melanjutkan perjalanan hidupnya" harapku untuk pria itu. Bukannya tidak mau bertugas tapi itu selalu menjadi harapan setiap dokter ketika melihat pasiennya.


Beberapa hari berlalu, aku kembali mengalami kejadian yang cukup membuat bulu kudukku berdiri. Waktu itu aku bertugas untuk melakukan autopsi terhadap jenazah perempuan yang penyebab meninggalnya belum diketahui. Kondisi jenazah ini tidak memiliki luka luar yang fatal sehingga aku cukup tenang melakukan autopsi.


Setelah melepas seluruh pakaian dan memeriksa secara kasat mata, aku mempersiapkan peralatan bedahku. Namun ketika sedang mempersiapkan peralatan bedah, aku kaget setengah mati mendengar suara wanita batuk disusul dengan ucapan


"Dingin.... Tolong !!!!". Kalimat itu terdengar sangat jelas dan lirih. "Dia udah bunuh aku" kalimat terakhir sebelum aku menoleh kearah jenazah yang sekarang dalam posisi setengah bangun pada meja itu sambil menatap dalam kearah ku. Aku lihat matanya agak kemerahan, wajahnya pucat kontras dengan matanya, dan rambut yang berantakan.


Dalam keadaan panik aku berlari keluar ruangan dan menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka berharap itu hanya halusinasi. Ketika kembali ke ruangan itu aku lihat jenazah itu sudah berada pada posisi semula."Hufftt.. berarti bener cuma halu" baru saja bergumam seperti itu tiba-tiba"Kamu gak halu, tadi emang beneran kok" suara wanita yang terdengar begitu menyeramkan dan dengan ekspresi tersenyum menyeringai sembari melotot kearah ku.

__ADS_1


Ketika membuka mata aku kebingungan karena aku berada di ruangan lain dan disana ada dokter senior yang langsung berkata "Kamu kenapa ? Bisa bisanya pingsan lagi praktek" sambil mengerutkan keningnya. Aku berusaha mengingat kejadian sebelumnya, setelah itu aku menceritakan apa yang telah terjadi kepada seniorku itu.


 "Yaudah kalo gitu sekarang kamu mending ambil cuti dulu, refreshing dulu sana" ucapnya tanpa menanggapi ceritaku. Lalu sambil beranjak dari tempat tidur itu, aku menyetujuinya, meskipun masih bingung dengan apa yang terjadi tapi aku yakin bahwa aku pingsan karena saking paniknya melihat jenazah yang tersenyum menyeringai sambil melotot sangat menyeramkan.


Akhirnya aku memutuskan untuk berlibur ke Bali untuk beberapa hari, aku pergi bersama temanku. Ada yang berprofesi sebagai sopir ambulans, dokter spesialis bedah dan dokter anak. Mereka adalah teman teman semasa SMA dulu yang masih akrab sampai sekarang, meskipun beda tempat dinas tapi waktu itu kami sudah mempunyai janji.


Singkat cerita ketika malam tiba kami berempat duduk ditepi kolam renang di hotel sambil menikmati pemandangan dan minuman ringan. "Anjirr gila bro kemaren pas gua udah nganterin korban lakalantas, gua liat penampakan" ucap Aldo yang merupakan sopir ambulans.


 "Meskipun bukan yang pertama kalinya tapi kemaren gua kaget banget sampe sampe hampir nabrak" lanjutnya bercerita. Aku langsung badmood mendengar hal itu, karena tujuanku kesini untuk menyegarkan pikiran dari hal-hal berbau metafisika.


Lalu aku dengan kecut "lu pada mau tau kenapa gua liburan kesini ?! Gua baru aja ngalamin hal serem yang bikin gua sampe pingsan" sambil kesal aku menceritakan kejadian tempo hari kepada mereka. Namun mereka bertiga menanggapinya dengan tertawa terbahak-bahak


 "Kenapa ga sekalian lu peluk aja" gurau Aldo sambil berpindah ke arah Jo dan Dave. Posisinya seolah-olah seperti satu lawan tiga orang. Ditengah candaan tersebut Jo bertanya "Tadi rambutnya gimana kata lu ? Berantakan ? Pake baju item selutut ?" Ucap Jo sambil melihat kearah ku. Seketika aku heran karena aku tidak mendeskripsikan jenazah itu sampai ke ciri cirinya.

__ADS_1


Sambil berdiri Dave berkata "Roy sorry yaa tadi gua ngetawain lu, mending malem ini kita tidur barengan dahh". Akupun terheran mendengar kalimat Dave yang menurutku sangat absurd, ditambah mereka bertiga berdiri sambil menunjuk ke arah belakangku.


Begitu aku berbalik, begitu terkejutnya aku ketika melihat sosok wanita itu ada dibelakang ku dan menyeringai seraya berkata "Kenapa kamu ninggalin aku ?!" Wajahnya terlihat marah namun disertai cekikikan yang membuat semua lari menuju kamarku. Untungnya ini private lodge,tidak ada siapa siapa kecuali kami berempat. Ketika didalam kamar kami semua berdoa sambil gemetar hebat.


Saking takutnya kami berempat naik ke salah satu ranjang yang berderet, sambil masuk ke dalam selimut. Jika dipikir itu hal yang konyol tapi lain halnya ketika ketakutan melanda.


Tanpa disadari kami berempat tertidur hingga terbangun di pagi hari. Waktu itu aku heran kenapa dia mengikutiku sampai kesini, ditengah lamunanku itu Dave berkata "Semalem kita ga minum alkohol tapi serasa fly sampe halu" namun Jo menjawab "Halu apaan gua sendiri liat & denger gimana seremnya itu hantu" jawab Jo dengan ketus.


Aldo pun ikut berbicara "Tapi waktu itu cekikikan ga Roy ?" Aku jawab "Waktu itu ga cekikikan,cuma senyum nyeringai doang. Ini bukan kejadian pertama gua interaksi sama yang udah meninggal tapi keknya ada sesuatu yang ga bener sama jenazah ini. Gua harus cepet² balik dinas".


"Jangan Roy emangnya lu ga takut ?!" Larang Aldo terhadap Roy. Namun tekadku telah bulat pagi itu juga aku langsung pulang dan datang ke rumah sakit tempatku bertugas.


Dan benar saja hasil autopsi rekanku menunjukkan bahwa jenazah itu sedang dalam keadaan hamil, di area **** * nya juga terdapat bercak sp*rma.

__ADS_1


"Mungkin aja wanita ini dibunuh lalu diperkosa setelah pacarnya tau kalo dia hamil, kasus yang cukup klasik" gumamku ketika mendengar penjelasan rekanku itu. Setelah itu aku memutuskan untuk pulang dan beristirahat dulu sebelum besok kembali bertugas.


"Kamu udah tau kan penyebab utama kematianku ?" Samar samar aku lihat dan berusaha ku kenali wanita itu, tapi aku tidak ingat siapa dia. "Kemarin aku ga berniat nakutin kamu, aku cuman mau minta tolong tapi ku liat disana ada Aldo. Dia yang membunuh aku dan janin ini". Disitu aku langsung terbangun memikirkan apakah benar Aldo penyebab kematian wanita itu.


__ADS_2