
Wanita berkebaya itu terlihat sangat marah.
Aku juga masih belum menggerti maksud dari semua ini.
Aku menggabaikan nya dan menidurkan kembali janah ke tempat tidur.
Aku keluar memanggil guru untuk membawa janah pulang saja.
Skip ke esokan hari nya..
Aku mendengar berita kalau janah akan di pindah kan sekolah oleh orang tua nya..
Kerasukan janah yang terus menerus sampai kemarin ,,, membuat orang tua nya memilih memindah kan janah ke sekolah lain.
Selama beberapa hari ber langsung cukup tenang..
Aku sedikit mulai merasa nyaman bersekolah.
Saat itu pelajaran di tengah hari sedang berlangsung.
Suasana sangat hening.
Tiba tiba suara spiker sekolah ber bunyi
"Perhatian perhatian ... untuk anak anak yang mendaftar lomba olimpiade lari 5 kilo meter untuk ber kumpul di lapangan tengah.. perhatian perhatian .. sudah di tunggu "
Setelah penggumuman selesai semua kembali hening lagi.
Aku mendongkak menatap ika dan geng nya yang ter lihat menahan tawa.
Aku menatap sekeliling namun tidak ada yang lucu . Aku berusaha tidak memikirkan terlalu jauh dan kembali menggerjakan tugas.
Terdengar suara langkah sepatu yang berjalan sedikit cepat menuju kelas.
Tok tok tok.....
Permisi bu.....
Kami semua menatap ke arah sumber suara.
Terlihat yogi si ketua osis sedang masuk ke dalam kelas.. yogi mendekat ke arah guru dan ber bincang singkat.
Setelah guru mengganguk .
Yogi berjalan ke arah ku. "Ngapain dia? ".
Aku ber bicara dalam hati bingung dengan apa yang mau yogi katakan.
Yogi menepuk tangan ku.
"Hei eji,,, suruh kumpul di lapangan tengah.. kamu gak denger ".
Aku mendongkak melongo menatap yogi..
"Heh ngapain. Ada yang ke surupan lagi ".
Baru yogi akan menjawab ku.
Bu guru menyuruh kami untuk bicara di luar.
Aku merapikan buku buku ku dan memasuk kan nya ke dalam tas. Aku membawa tas ku dan tersenyum mengganguk pada guru .
Aku mendorong yogi pelan.
Aku ingin cepat cepat bicara pada nya di luar.
Begitu keluar dari kelas .
Aku menarik yogi menjauh lalu memukul lengan nya.
"Aduh... sakit ji gimana si ".
Aku menatap yogi yang sedang meringis sambil menggelus lengan nya.
"Sebenar nya ada apa si aku di panggil ke lapangan tengah?".
Yogi terlihat kesal .
__ADS_1
Dia berjalan duluan sambil menarik tas ku.
"Hei hei .. putus entar talinya yogi.. kurang ajar ni anak ".
"Udah lah diem ".
Aku pasrah sambil menggikuti langkah yogi menuju lapangan tengah.
Sampai di lapangan .
Yogi mengode ku dengan mata nya untuk baris di samping nya.
Aku berdiri ikut baris . Ada 4 orang lain nya juga di sana.
Pak eko menatap ku yang baru datang ber sama yogi.
Pak eko ber jalan ke arah ku.
"Dari mana aja baru sampai".
Aku menatap pak eko dan menjawab.
"Maaf pak .. tadi saya dengar di penggumuman kalo murid yang menggikuti olimpiade lari di suruh ber kumpul di sini,,, tapi maaf pak saya ngak ikut .. saya kan bukan peserta pak".
Pak eko mengerutkan kening nya menatap ku.
"Gak ikut gimana .. jelas jelas nama kamu terdaftar kok ".
Pak eko memperlihat kan nama nama peserta olimpiade lari .
Semua peserta di daftar kan oleh ketua kelas masing masing.
"Ya ampun ... risky daftarin aku olimpiade lari... padahal dia gak gomong apa apa... pantes aja tadi mereka ketawa ketawa . Mereka ter nyata masih gak suka sama aku".
Aku mengganguk meng iyakan omongan pak eko.
Yogi melihat ke arah ku , lalu menyengol bahu ku .
Aku melihat ke arah nya .
Dia mengganguk kepada ku . Aku ikut mengganguk juga.
Lelah sekali batin ku.
Aku tetap mengikuti kegiatan itu ..
Olimpiade itu di lakukan di kabupaten .
Aku menggikuti kegiatan itu mendapat juara 3 .
Aku benar benar tidak percaya . Mungkin aku hanya beruntung pikir ku..
Kemenangan ku tentu malah menambah rasa tidak suka mereka terhadap ku.
Saat itu kami ujian dadakan bahasa jawa.
Setelah menggerjakan dan selesai semua lembar jawaban kami di kumpulkan di ketua kelas.
Jam setelah istirahat pelajaran bahasa jawa masih ada 1 jam .
Kami di bagikan lembar jawaban teman sekelas sendiri untuk di koreksi.
Entah kebetulan atau apa . Tiba saat pengisian jawaban tulis .
Lembaran ku yang di bawa dany di serah kan oleh dany ke guru.
Dany bilang sudah tidak sangup menggoreksi milik ku.
Aku pikir apa tulisan ku jelek.
Setelah guru membaca dan melihat tulisan ku . Guru itu membacakan dengan keras jawaban ku .
"Maaf bu saya tidak bisa menggerjakan jawaban isi an . Karna saya tidak belajar".
Aku sangat kaget .
Aku tidak menulis begitu pikirku.
__ADS_1
Seluruh kelas tertawa.
Guru itu melihat heran ke arah ku.
"Jangan di contoh teman kalian, kalau pelajaran itu di perhatikan . Kalau pun gak bisa tinggal di kosongin gak perlu nulis nulis kayak gini".
Aku menunduk sedih.
Percuma saja aku ber debat . Aku juga tidak punya bukti.
Setelah selesai . Aku menggambil lembar jawaban itu . Aku membaca isi nya.
Tentu saja sudah jelas bukan tulisan ku.
"Kapan ini berakhir.. tunggu sebentar lagi eji . Kamu akan lulus dan keluar dari sini".
Aku menghela nafas dan memasukan lembaran ku ke dalam tas.
Rafi menghampiri ku.
"Eji ayo kita lapor guru."
"Untuk?".
"Mengatakan yang sebenar nya ".
Aku duduk kembali di kursi ku .
"Sudah lah fi , biarkan saja. Mereka akan lelah sendiri".
Rafi ikut duduk di samping ku.
"Fi mereka itu gak akan pernah ber henti . Mereka itu bakalan terus ganggu kamu"
Aku menghela nafas .
"Kamu mau nunggu sampai kapan?...
Sampai lulus .... iya".
Aku menatap rafi tersenyum.
"Iya .. selama aku masih kuat .. mereka gak menyakiti aku secara fisik . Ngak masalah".
Rafi ikut tersenyum ke arah ku.
Rendra sedang berlatih di luar karna ikut olimpiade lompat jauh.
.
Di hari rabu olahraga.
Baju atasan olahraga ku ber warna putih .
Karna memang kebesaran . Baju itu panjang nya samapai ke paha.
Saat itu tepat hari ke 2 aku sedang datang bulan.
Badan ku sangat lemas selama olahraga.
Di tambah aku yang tidak pernah sarapan.
Jam olahraga berada di jam terakhir pelajaran . Yaitu jam 12 sampai jam 2.
Saat itu aku merasa tidak nyaman dengan pembalut ku .
Aku ijin ke pada guru untuk ke kamar mandi setelah ber ganti .
Aku kembali dan melanjutkan kegiatan olahraga seperti biasa.
Bel bunyi hampir terdengar.
Aku sedang duduk di pingir lapangan.
Ika dan geng nya sedang duduk juga berada jauh di belakang ku.
Tanpa aku sadari mary ber jalan mendekati ku dengan membawa ember air kran.
__ADS_1
Mary ternyata inggin menyiram ku dengan air itu.
Ku dengar teriakan rendra dari jauh "eji awasssss ".