
Tiba jam pulang sekolah.
Aku ber jalan sendiri an ke UKS.
Aku menutup pintu UKS.
Aku melamun memikir kan masalah ku.
Aku mengenang masa lalu dan sekarang.
Aku membuka tas ku .
Menggeluar kan kain dan cutter.
Aku juga menggeluar kan catatan ku kemarin.
Aku mengingat kenangan pahit itu sambil membuka cutter.
Aku menangis sambil inggin menggores kan nya ke lengan ku .
Saat aku inggin mengores nya.
Aku merasakan anggin berhembus cukup kencang dari belakang ku.
Aku merasa nyaman seperti ada yang memeluk ku.
Aku melihat kabut samar samar di depan ku.
Aku mendengar suara wanita ber teriak kepadaku.
"Urip kui syukurono , wong mati iku gak enak".
Aku tersentak kaget.
Aku menoleh menatap ke samping.
Ku lihat wanita bersangul ber kebaya unggu . Sedang membelakangi ku.
Kata kata perempuan itu .
Membuat ku bimbang.
Aku tiba tiba merasa tubuh ku ter lempar masuk di masa lalu perempuan itu.
Aku melihat dia sangat cantik.
Dia menari saat itu . Usia nya sekitar 18 tahun an.
Setelah dia menari .
Beberapa anak seusia nya laki laki dan perempuan, menyeret nya ke sebuah ruangan.
Mereka menyiksa nya .
Menghajar wajah nya.
Mereka berusaha merusak wajah nya.
Mereka iri dengan kecantikan dan kelebihan wanita itu.
Wanita itu menangis melihat wajah nya yang hancur.
Dia menggambil sebuah tali dan menggikat nya di sebuah pintu .
Setelah itu dia menggantung dirinya di sana.
Melihat dia yang sudah tidak ada.
Mereka yang membenci nya malah tertawa bahagia.
__ADS_1
Saat itu aku seperti di lempar lagi.
Aku kembali ke ruang UKS itu lagi.
Aku kembali menggingat kenangan bersama keluarga kecil ku.
Kenangan dengan adik ku , teman teman ku.
Semua pencapaian.
Aku melempar cutter di tangan ku.
Aku berlari menuju mushola sekolah.
Aku menggambil wudhu dan segera melakukan sholat taubat.
Aku merasa malu pada diriku sendiri.
Aku merasa aku sudah lemah sekali.
"Aku bukan wanita bodoh!. Aku bisa melawan mereka, aku bisa segala nya. Aku memiliki kelebihan yang bagus , kenapa aku harus takut pada mereka".
Aku merasa terlahir kembali.
Hidup terasa baru untuk ku.
Aku merasa tidak mau lagi menyia nyiakan hidup.
"Aku adalah eji yang baru".
Aku tersenyum dan mulai berjalan untuk latihan hari itu.
Aku merasa pikiran ku sangat santai sekali.
Beban di tubuh ku terasa hilang.
Aku merasa bangga dengan diri sendiri.
Aku benar benar sangat ber syukur.
Aku merasa selama depresi ku saat ini.
Baru kali ini aku merasa bebas sembuh total.
Hari sabtu saat itu aku sekolah seperti biasa.
Beberapa guru terlihat ber kerumpul di luar seperti ada yang serius.
Guru yang menggajar di kelas juga sedang memperhatikan handphone nya dengan serius.
Guru itu menaruh handphone nya.
"Anak anak dengar, salah satu alumni kita ber nama sari tadi pagi baru saja meninggal dunia. Kita doa kan semoga amal ibadah di terima , dan segala dosa nya d ampuni".
Semua anak anak memanjat kan doa.
Aku sedikit kaget dan ke binggungan.
"Sari bukan nya sari yang waktu itu pernah nuduh aku sebagai maling".
Ika dan teman taman nya menangis .
Mereka bilang kalau tadi pagi memang saat berangkat sekolah kecelakaan dan kritis. Tapi ternyata sudah tidak tertolong.
Aku diam .
"Semoga saja dia tenang di sana , insaAllah aku sudah ikhlas, amin".
Aku merasa sudah sangat ikhlas dan lega. Tidak perduli apa yang akan terjadi lagi ke depan nya.
__ADS_1
Aku sudah yakin menghadapi semua cobaan ini.
Hari senin
Hawa hari ini begitu dingin.
Aku merasa seperti ada yang tidak beres dengan sekolah.
Saat itu seperti biasa . Aku berjaga di belakang saat upacara.
Saat upacara baru saja 10 menit mulai.
Kami semua mendengar suara jeritan sangat kuat dari arah barisan kelas 7.
Aku dan beberapa anggota yang lain berlari menghampiri nya.
Aku merangkul siswi itu .
Menepuk nepuk wajah nya.
"Hey dek ada apa hey lihat kakak".
Siswi itu menangis sambil menunjuk teman nya.
Teman nya yang di tunjuk kaget.
"Hei aku kenapa? Jangan nakut nakutin".
Aku menatap teman nya .
Tidak ada yang aneh .
"Kamu lihat apa?".
"Aaada... uuular ddi deppan nya".
Sontak semua menatap ke arah nya.
"Hei nggggak mungkin ada ular".
"Guys bawa dia ke UKS cepet".
Semua mengganguk dan membawa nya ke UKS.
Anak yang di tuduh tadi aku minta dia ke belakang.
"Dek kamu di belakang sama kakak ayo".
Dia mengganguk dan menurut i ku.
Siswi itu berada di samping ku.
Aku merasa ada asap yang sedang ber hembus.
"Dek kok banyak asap ya?".
"Ngak ada asap kak".
Aku kaget menoleh pada nya.
"Ngak ada".
"Iya ngak ada".
Aku diam , "waduh ngak ada asap. Terus ini apa lagi".
Baru aku selesai bicara dalam hati suara tangisan yang sangat kencang terdengar.
Kali ini dari barisan kelas 9.
__ADS_1
Aku dan yang lain berlari...