Sebenarnya Aku Kenapa?

Sebenarnya Aku Kenapa?
ANAKMU PULANG!! part 1


__ADS_3

Sepuluh tahun yang lalu, di sebuah Desa kecil, dinamai Desa Cindai Laras, terjadi Sebuah tragedi menghebohkan, membuat Desa terasa begitu mencekam, berawal dari maraknya narkoba , video video p**no, banyak manusia kehilangan akal sehat. bahkan orang tua menjadikan anaknya sebagai korban, akibat mengonsumsi sibarang haram.


Malam itu tepat pukul delapan, suasana begitu sunyi, dikarenakan hujan mulai pagi sampai sore, menjelang magrib baru berhenti, hari terasa begitu dingin, banyak orang lebih memilih bergelung dengan selimut.


Sebut saja Rina, Rina gadis belia, ,masih duduk disekolah dasar, malam itu dia disuruh Ibu Sam(ibunya Rina) membeli anti nyamuk, maklum, di pinggiran pantai pasti banyak sekali nyamuk, apalagi ini musim penghujan, sebenarnya Rina sudah malas, tetapi sang ibu memaksa.


"Rin, pergi belikan dulu anti nyamuk selingkar?!" perintah ibu, meletakkan uang seribu rupiah diatas meja.


"Iya Bu" Rina mengambil uang seraya berlari lari kecil menuju warung Bu Darmi, warung yang lumayan jauh, tetapi bagaimana lagi, warung itu yang buka kalau sudah malam.


Sepulang dari warung, Rina kembali pulang, melangkah kan kaki kecilnya, cepat cepat Ia berjalan, karna jalanan gelap dan sepi.


"Rin...!." Rina berhenti, melihat sekeliling, merasa ada yang memanggilnya, tetapi tidak melihat siapa pun, Rina kembali mempercepat langkahnya.


"Rin, sini!, kenapa lari" Seseorang memanggilnya


Rina kembali berhenti, melihat siapa yang memanggilnya tadi


"Eh, paman Mail, ada apa paman?" Rina bertanya sembari tersenyum senang, karna dia tidak sendiri, ada pamannya disana.


"Paman mau ngajak Rina ke indoapril, mau ya" bujuk Mail


"Benarkah paman, iya Rina mau" Rina mengangguk senang, matanya berbinar, karena memang ia sangat jarang ke indoapril, kalau bukan karna lebaran belum tentu dia kesana.

__ADS_1


"Tetapi paman! Rina anterin anti nyamuk ini dulu ya' nanti emak kecari an" ujar Rina lagi


"Nggak usah, nanti pulang dari indoapril kan' bawa jajan yang banyak, sekalian aja, Rina bawa sama emak dan juga adik" tutur Mail meyakinkannya. sejenak Rina terdiam, kembali mengangguk anggukan kepalanya.


"Okeh paman" ujar Rina tersenyum senang, seraya mengangkat kedua jempolnya, Rina naik ke motor dan duduk di boncengan Paman Mail.


Motor melaju kencang, suasana gelap membuat Rina kembali bertanya pada Paman,


"Paman kenapa jalannya gelap sekali, bukannya indoapril itu di kota paman?" Rina menyelidik


"Iya.., paman kesana dulu bentar, ada urusan!" ucap Mail mengeraskan suaranya


"Paman! Rina takut, ini kan' hutan hutan paman!" Sembari mengeratkan pelukannya


Rina terdiam, sesekali terdengar Isak tangisnya, dia tidak menyangka, pamannya membentak, padahal yang Ia tau pamannya orang yang baik.


"Udah!!, ayo turun," Mail mengangkat Rina dari motornya.


"Rina nggak mau paman! ayo kita pulang!" Rina merengek, kembali Mail membentak, membuat Rina semakin menangis


"Udaaah, diam!!!" bentak Mail lagi sembari melotot ke arah Rina.


Mail berhenti disebuah gubuk, tempat beristirahat petambak udang, ya, mail membawa Rina ke pertambakan udang, dimana hanya ada air, lumpur dan jauh dari pemukiman.

__ADS_1


"Jambang, Botak, Pundi, Boni ..., ini aku sudah bawakan, mana imbalannya" teriak Mail memanggil gengnya.


"Wah.., ternyata Mail gercep ya, ok, ini buatmu!" Jambang sang ketua, melemparkan barang haram itu kepada Mail.


"Nih ambil, silahkan nikmati" seraya mendorong Rina, Mail benar benar menjadi seorang iblis, Dia rela menukar barang haram itu dengan keponakannya.


"Hahaha, ayo sayang" Mereka mabuk ditambah memakai barang haram, membuat mereka seperti iblis, tak punya rasa kasihan untuk seorang gadis belia.


Malam itu, malam naas untuk Rina, gadis ingusan yang seharusnya masih bermain, harus merasakan kesakitan yang luar biasa.


Mereka menggagahi Rina tanpa ampun, menggilir seperti barang tanpa perduli, Rina menangis, meminta belas kasihan, darah berceceran, anak itu tak sanggup melawan, badannya seperti remuk hancur, suaranya tercekat, hanya untuk sekedar minta tolong pun sudah tak sanggup.


Setelah hasrat para biadab itu puas, mereka seolah tersadar, rasa takut mulai memenuhi pikiran mereka, sementara Mail masih asyik menghisap barang haram tersebut, dan menikmati pemandangan yang mengerikan itu.


"Botak.., coba lihat, apa anak itu masih hidup!" perintah jambang, tangan botak terulur mencoba merasakan nafas dan nadi Rina.


"Masih bos!"


"Ya udah kita seret kedasar tambak aja, benamkan saja disana!" usul Boni, di iyakan oleh Pundi


"Ayo bantu aku" perintah jambang lagi


Mereka berempat menyeret Rina, membawa ketengah tambak kosong, tanpa Ada setitik rasa iba, mereka membenamkan badan gadis malang itu, memijak sampai masuk kedalam tanah berlumpur itu, tangan Rina terulur ke atas seakan meminta tolong, tetapi manusia manusia biadab itu mengabaikannya, mereka pergi meninggalkan jasad gadis Malang itu seolah tak terjadi apa pun.

__ADS_1


akankah misteri ini terpecahkan!!


__ADS_2