
Eji awasssss".
Teriakan rendra di susul dengan rasa dingin dan terkejut di sekujur tubuhku.
Iya ... mary menyiram ku dengan air di ember itu.
Aku melihat menatap nya yang ter tawa menatap ku. Mereka semua pergi meninggal kan.
Rafi dan rendra ber lari menghampiri ku .
Aku ber diri di bantu rendra.
"Kamu gak papa".
Aku hanya mengganguk. Aku melepas sepatu ku dan berjalan ke arah kelas.
Rendra menahan ku .
"Tunggu ji,,,. Kamu haid ya!".
Aku terkejut mendengar rendra ..
Seketika aku memeriksa baju dan celana ku.
Aku lihat baju putih olah raga itu ber warna campur merah.
"Ya ampun gimana nih ".
Rafi menatap ku. "Aku ambilin tas kamu ya . Kamu ganti dulu ".
Aku mengganguk menatap rafi.
Buru buru rafi ber lari meninggal kan ku.
Rendra masih ber diri di belakang ku.
Aku mencoba mengajak rendra bicara sambil membelakang i nya.
"Rend . Kamu gak ambil tas juga ".
" nanti juga di ambilin sekalian sama rafi".
Aku sedikit malu sebenar nya di lihat rendra . Walau pun rendra sahabat ku , dia itu laki laki.
Tak lama rafi datang .
Dia memberikan tas ke padaku ,
"Guys ini gimana aku mau jalan ke kamar mandi kayak gini".
Rendra terasa mendekat ke arah ku.
"Pakai ini , dan ini".
Rendra memakai kan jaket nya di pinggang ku . Dia juga memakai kan aku tas besar milik nya.
"Rend ,, ini nebeng mau di bawa in apa gimana si. Berat tau".
Rendra dan rafi tertawa ...
"Aku bercanda".
Rendra menggambil kembali tas nya .
"Ayo ji".
Aku ber jalan menggikuti rendra dan rafi.
Mereka mengantar ku ke kamar mandi.
Mereka diam di luar aku masuk ke dalam dan ganti pakai an.
Aku keluar sambil membawa jaket rendra.
Baru aku mau bicara dengan mereka.
Rendra menarik jaket nya di tangan ku.
"Ehhh".
Rendra menatap tak ber salah ke arah ku.
Mereka ber jalan dengan santai nya meninggal kan ku.
Aku ber jalan cepat megejar mereka.
"Ehhh tunggu lah".
"Maka nya jangan banyak makan , jalan mu lambat ".
Aku memukul lengan rafi.
Rafi tertawa .
Aku melihat ke arah rendra.
__ADS_1
"Rend .. jaket mu aku bawa pulang ya ".
"Mau ".
Ucap rendra sambil memberikan jaket itu.
Aku menyingkir kan tanggany.
"Bukan gitu ,,, aku cuci in dulu ya. Kan tadi aku pakek nutupin bocor ku".
"Ngak usah ".
Ucap rendra padaku.
Aku sedikit terbawa haru mendengar nya.
Aku mengikuti rendra dan rafi keluar dari sekolah.
Ke esokan hari nya.
Di sekolah kami eskul PMR , PRAMUKA , PASKIBRAKA.
Di minta untuk pelatihan gabungan.
Kami di minta membuat pertunjuk kan bendera simapor , gerak jalan , dan drama pertolongan pertama.
Sekolah memenangkan juara adiwiyata kabupaten.
Wali kota akan datang ber kunjung ke sekolah untuk memberikan penghargaan langsung.
Kami di minta ikut serta membuat persembahan.
Latihan kami ber langsung selama 9 hari.
Dan di hari ke 10 acara itu di laksana kan.
Semua murid berjejer di jalanan sambil membawa bendera merah putih.
Setelah melambai kan bendera .
Terlihat mobil polisi datang kemudian 2 mobil hitam di belakang nya dan di susul 1 mobil tentara. Dan mobil wartawan di belakang nya.
Pertunjuk kan eskul barongsai kelas 8 yang pertama menyambut nya.
D susul dengan drum band sekolah.
Acara berlangsung dengan lancar.
Pertunjuk kan kami selesai .
"Ini kita ngak di kasih makan".
Aku mennyeringai mendengar hasan.
"Ya ngak lah san, uda di kasih tuh ".
Aku dan hasan menoleh ke belakang.
"Cuma minum sama roti i"
Aku mendorong hasan pelan. Gitu gitu di kasih ya.
"Denger ya. Kek nya sekolah kita dapet duit deh ".
Aku dan yogi saling ber tatapan sebentar kemudian menatap hasan.
"Ngak tau juga si ".
Yogi pergi ke belakang untuk duduk.
Aku ingin menggikuti nya untuk duduk.
Pak udin datang menghampiri kami.
"Hei kalian .. hasan yogi . Kalian di panggil untuk menemui kepala sekolah dan wali kota sana pergi..
Sama satu lagi teman kalian . Kamu ".
Aku melongo menunjuk diriku sendiri .
Tanpa aba aba hasan dan yogi pergi menemui kepala sekolah dan wali kota. Aku melihat sekilas pak udin yang mengi syarat kan aku untuk meng gikuti yogi dan hasan.
Kami ber salaman dengan wali kota dan kepala sekolah.
Kami ber tiga duduk di belakang .
"Kenal kan pak saya eji".
Aku menggulur kan tangan ku untuk berjabat.. di susul dengan hasan dan yogi.
"Ini eji pak , juara lomba lari 5 kilo se kabupaten . Dia juga sering gantiin guru meng gajar . Aktif semua eskul sekolah . Pokok nya rajin ".
"Ini hasan pak, standar saja si . Tapi kemampuan bahasa inggris nya hebat pak".
"Ini yogi,, ketua osis . Juara 1 setiap ada ujian nasional tingkat kabupaten".
__ADS_1
Ke esokan hari nya.
Di dalam kelas aku sedang menyender kan kepala ku di meja.
Aku tidak terlalu bisa tidur memikir kan kata kata kepala sekolah.
Jika aku lumayan hebat.
Kenapa hampir semua murid di sini membenci ku.
Apa kepala sekolah hanya basa basi saja.
Aku ber fikir dengan malas di tempat duduk ku.
Aku melihat yogi dan hasan masuk ke kelas.
Hasan duduk di sebelah ku dan yogi berdiri menyender di meja.
Aku menggangkat kepala dan tubuh ku pelan .
"Apa lagi sih .. urusan kita uda selesai".
Hasan dan yogi saling tertawa.
"Di samperin cowok ganteng , respon nya galak banget".
Aku hanya melengos memaling kan wajah ku dari hasan .
Hasan merangkul pundak ku.
"Duh tangan mu ".
Aku menarik tangan hasan dan melepas kan nya.
"Udah gomong aja , jangan pinjem duit aku ngak punya".
Yogi menepuk tangan ku.
"Siapa juga yang mau pinjam uang".
Aku menatap heran yogi ,, sedang ber fikir maksud mereka.
"Ji ,, dengerin ya!!. Mau uang ngak".
Aku menatap hasan penuh curiga ... apa maksud anak ini.
Aku juga menatap yogi. Yogi hanya mengganguk.
Aku berdiri dan hendak pergi meninggal kan mereka.
"Heh dengerin dulu.. jangan salah paham ".
Aku diam dari langkah ku.
Hasan memberi kan aku sebuah formulir.
Aku menggambil formulir itu dan membaca nya.
"Lah apa ini".
Hasan berdiri.
"Ini itu sodara ku mau cari 2 atau 3 orang buat model sanggul nya . Dan di cari rambut panjang.. dia uda dapet 2 temen nya . Tinggal 1.. terus inget rambut lo kan panjang ji ,, jadi gue tawarin".
Aku diam mendengar tawaran hasan.
"Udah terima aja ji, 30 ribu lo cuma di sanggul".
Batin ku "iya juga ya lumayan kan . Ngak harus ngapa ngapain juga ,, cuma diem aja kan".
"Oke aku mau kalau gitu ,, kapan".
"Hari minggu beb. Ntar gue jemput gimana".
" ya udah deh".
Aku saling ber jabat tangan dengan hasan dia juga mengajak ku ber foto di kirim ke sodara nya.
Hasan dan yogi pamit kembali ke kelas.
Aku sedikit tersenyum.
"Akhir nya aku dapat tambahan uang".
Aku duduk sambil tersenyum.
Geng ika masuk ke kelas. Mungkin mereka sudah tau hasan dan yogi habis dari sini.
"Duh enak nya habis di samperin cowok favorit di sekolah".
Aku hanya diam tak merespon.
Sany menggebrak meja di sebelah ku . Dan aku tidak merespon apa apa.
Aku bisa merasakan dia begitu kesal.
__ADS_1