Sebenarnya Aku Kenapa?

Sebenarnya Aku Kenapa?
hasan


__ADS_3

Aku berusaha tak menghiraukan mereka.


Aku tetap bersikap biasa. Walau pun mereka terus menerus meng hina ku.


Hari minggu hari janjian aku dan hasan.


Hasan datang ke rumah bertemu ibu . Dan memberikan formulir pencarian itu .


Ibu ku setuju . Dan hasan membawa ku pergi naik mobil nya.


Aku sangat canggung di dalam mobil.


Hasan menyala kan musik .


"San , kan kamu masih kecil kok".


Hasan menyela omongan ku "kok bisa bawa mobil gitu pikiran mu kan?".


Aku mengganguk dan tersenyum canggung.


"Ayah ku kan rental mobil ji. Trs adik ayah ku itu paman. Guru menggemudi di surabaya... jadi wajar aja... semua anak anak juga tau kok soal keluarga ku".


Aku sebenar nya sedikit kaget dengan penjelasan hasan .


Sejujur nya aku sama sekali tidak tau tentang itu.


Selama ini aku pikir hasan cowok yang sok , dan sombong.


Apalagi banyak cewek cewek yang deketin dia.


"Uda makan".


Tanya hasan . Aku kaget mendengar nya.


"Uudah san". Entah kenapa aku jadi deg degan dan sedikit keringat dingin dengan nya.


Padahal sebelum nya aku biasa saja.


Hasan tertawa melihat reaksi ku.


"Ini kamu laper apa baper".


Aku memaling kan wajah ku ke arah lain .


Dari pada baper sebenar nya aku merasa sungkan dan terharu. Ternyata ada orang dari keluarga terpandang yang mau temenan sama aku yang uda di cap murahan .


Kami ber dua hanya diam .


Suara musik yang hanya meramaikan suasana mobil.


30 menit akhirnya kami sampai di salon milik sodara hasan.


Hasan menarik tangan ku masuk ke dalam.


Di dalam terlihat wanita yang cukup cantik ber wajah bulat bermata sipit yang sedang duduk di sana.


Dia menyalami aku . Dia memper kenal kan diri . Nama nya kak cece dia kuliah semester 5.


Aku duduk di sana melihat kak cece membuat sanggul model pertama .


Model ke 2 kak cece adalah adiknya sendiri yang sudah SMA.


Adik kak cece bernama tata terlihat sedang menggobrol seru dengan hasan .


Aku memper hatikan obrolan mereka. Karna jujur aku cuma mengenal hasan di sini.


Aku sedikit deg degan .


Aku belum pernah seperti ini sebelum nya.


Kak cece memperhatikan aku dari kaca.


"Kamu pacar nya hasan ya ".


"Hahhh". Aku kaget melihat arah kak cece dari cermin.


Wajah kak cece tersenyum .


Hasan masuk ke ruangan bersama tata.


Hasan duduk di samping ku.


Terlihat kak tata mendorong hasan sambil tertawa.


"Apa an si".


Aku melihat hasan dengan tata.


"Kak setelah selesai itu ganti aku ya!".


"Eh eh ngak bisa dong . Eji duluan biar cepat pualng".


"Alah cepat pulang apa cepat di bawa jalan".


Hasan berdiri menghampiri tata . Tata ber lari keluar .


"Awas kau "

__ADS_1


Ucap hasan sambil kembali duduk.


Hasan duduk di sebelah ku dengan diam .


Aku juga tidak ter tarik untuk sok akrab dengan nya.


Tiba giliran ku.


Kak cece sedang merapikan rambut ku.


Terlihat hasan terus menggambil foto dengan kamera milik kak cece.


Aku dan kak cece saling menggobrol .


Kak cece memperhatian hasan yang terlihat dari cermin . Tersenyum senyum sendiri.


Kak cece fokus merapikan sanggul ku.


Sedang kan aku merasa menggantuk sekali.


"Yg belakang ngapain senyum senyum , kesambet kah"


Hasan yang sadar terlihat canggung .


"Apaan si".


Kak cece tertawa keras.


"Dia suka kamu dek".


"Haahh?".


"Heyyyy jangan fitnah ya,.. fitnah itu eji jangan percaya.. kak cece emang suka bercanda".


Elak hasan sambil ber jalan mendekat.


Kak cece menepuk pundak ku.


"Hey dek , hasan itu sering gomong in kamu dari kelas 8 dia".


"Eee ngak ngak ngarang .. ngak ji bohong ".


Kak cece ngak terima "hei uda jelas jelas waktu kamu pacaran sama siapa itu pacar mu yang sok itu. Waktu dia beli in kamu baju couple . Kata mu gini ... ni kalo eji gak usah gini gini. Aku beli in aja dia baju sepatu jaket couple".


Hasan reflek mendorong kak cece . Ku lihat wajah hasan memerah .


"San jangan kasar".


Aku reflek gomong ke hasan.


Hasan diam menatap ku .


Hasan berjongkok di samping ku.


Aku menatap nya lewat cermin.


Aku melihat wajah kak cece sedikit kaget.


"Ngapain loh".


Hasan tak menghirau kan kak cece dan terus menatap ku.


"Ngak . Jjangan kkkasar sama perempuan".


Aku akui aku sedikit salah tingkah dengan perlakuan hasan.


Aku berusaha membuang pikir an yang tidak perlu di otak ku.


Selesai semua tepat jam setengah 11 lebih .


Hasan menggantar ku pulang.


Baru beberapa meter hasan berhenti.


Hasan menyodor kan handphone nya padaku.


Aku menatap nya . "Kenapa?".


"Minta nomer mu nanti kalo ada job lagi aku kabarin".


Aku menerima handphone nya.


Saat aku akan menggetik.


Aku teringat handphone ku.


"San , hp ku jadul . Gak usah deh".


Hasan me lirik sekilas .


"Kenapa si ji , yang penting itu nomer kamu . Gak masalah soal hp nya".


Aku meneruskan menulis nomor telpon ku di hp nya hasan .


Setelah selesai hasan menggambil hp nya dan menyimpan kontak nomor ku.


Hasan menelepon .

__ADS_1


"Kok gak bunyi?"


"Aku gak bawa hp ".


Hasan ber nafas lega.


Hasan menerus kan menjalan kan mobil nya.


"Mau mampir dulu ngak?".


"Ngak langsung pulang aja".


Hasan diam.


"Ngak kemana kemana kok . Mampir makan aja nanti sebentar gimana".


"Ngak deh san , langsung pulang aja".


Hasan mengganguk.


Hasan ber henti di depan orang jualan es.


Hasan turun membungkus 4 bungkus.


Aku hanya diam tidak merespon apa apa.


Hasan masuk kembali dengan membawa es itu. Dia menaruh es itu di jok blakang.


Hasan membuka seluruh jendela mobil.


Karna aku menggeluh pusing.


Maklum aku jarang naik mobil jadi wajar sekali aku agak merasa pusing.


Kami melewati jalanan dekat sekolah .


Tak senggaja aku dan hasan ber temu dengan ika dan geng nya. Di situ juga ada risky dan lutfi.


"Ngapain ketemu mereka sih".


Batin ku benar benar was was.


Hasan membunyi kan klakson ke arah mereka.


Mereka menatap ku tidak suka.


"Mereka sok cantik ya ji".


"Maksud nya?".


Hasan hanya menggangkat bahu nya .


Hasan berhenti di depan rumah ku . Dia ikut turun dengan membawa es tadi ke rumah.


Hasan membawa es itu ke dalam . Hasan juga memberi kan aku uang dari kak cece.


Aku berterima kasih kepada hasan.


Hasan juga bilang nanti akan menelfon ku.


Hasan ber pamitan pergi.


Aku membuka tangan ku yang sedang mengengam uang tadi.


Aku terkejut melihat jumlah uang nya.


"Kok 50 ribu. Kata hasan 30".


Aku sangat ber syukur .


Uang itu bisa aku kasih ke ibu . Untuk jajan adik ku.


Tpi di sisi lain aku memikir kan nasib ku besok .


"Aku bertemu mereka.. gimana mereka gomong in aku nanti nya?. Aku diem aja deh emang aku jalan kok sama hasan".


Aku benar benar gelisah.


Keesokan hari nya.


Aku seperti orang tidak sangup berangkat . Belum apa apa kaki ku sudah lemas.


Telpon dan pesan dari hasan bahkan tidak aku per dulikan.


"Ya Allah kuat kan aku".


Aku ber dzikir sepanjang jalan menuju sekolah.


Kaki ku benar2 gemetaran.


Seperti ada yang akan terjadi.


Saat aku masuk ke area parkir sekolah.


Aku lihat penampakan nenek waktu itu yang menghalangi aku masuk ke sana .


Aku merasa nenek itu menyuruh ku pergi.

__ADS_1


"Apa yang akan terjadi padaku sebebar nya


__ADS_2