
Warung Misterius
Kisah ini di alami oleh via berasal dari jawa barat
Saat aku dan keluargaku berkunjung ke rumah nenek yang ada si Ciamis Jawa Barat kebetulan hari itu kami berangkat dari Jakarta pukul 12.00 siang dan sampai di kabupaten Ciamis menjelang magrib karena sering berhenti di perjalanan.
30 menit lagi kami akan sampai di rumah nenek.
Namun Ayah ingin pergi ke wc dan di kampung itu kami berhenti di sebuah warung remang-remang di pinggir jalan. Sang punya warung memiliki tatapan yang dingin. Kami ingin menumpang di wcnya dan ia hanya mengangguk.
Setelah Ayah membuang hajatnya aku dan ibuku membeli beberapa cemilan di warung itu seperti kue dan roti serta dua botol minuman. Setelah selesai lalu kami membayar dan mengambil uang kembalian.
Dan sampailah di rumah nenek. Karena sampai rumah nenek sudah larut malam jadi kami langsung tidur saja. Dan keesokan harinya aku bercerita kepada nenek yang ayah numpang ke wc di warung perempatan jalan menuju nenek.
Dengan terkejutnya nenek bahwa di sana tidak ada warung karena sudah terjadi kebakaran sebulan yang lalu dan penghuninya semua meninggal warung itu di rampok dan di bakar oleh malingnya.
__ADS_1
Kami yang merasa tidak percaya membawa kresek kue dan roti yang kami beli dari sana. Dan ternyata semua makanan itu telah gosong uang kembalian pun sudah berubah. Dan kami mulai percaya dengan cerita nenek bahwa makhluk yang kami temui kemarin adalah mahluk halus.
Hantu Kosan
Sudah dua minggu aku berada di Kosan ini. Yang katanya selalu ada kejadian aneh di sini. Namun setelah dua minggu berlalu aku merasa tak ada yang aneh aku enjoy-enjoy aja denga kosan ini.
Yang aku herankan setiap aku mandi aku selalu diawasi oleh dua pasang mata yang ngintip di balik jendela wc. Aku pikir itu Cuma lelaki mesum di kamar sebelahku. Dan suatu ketika aku penasaran.
Dan aku mulai gemetar dan Hp ku jatuh setelah mengambil hp ternyata mahluk itu telah ada di depanku. Dan aku pun pingsan.
__ADS_1
Hantu ‘Teman’ di Pesantren
Kisah ini dialami oleh Fazri
Cerita mistis di lingkungan pesantren sudah bukan hal yang asing. Entah itu sebuah kebetulan atau apa.
Aku tidak bisa menjelaskannya.
Sebagai orang yang pernah ‘nyantri’, aku pun pernah mengalami hal tersebut. Beberapa kali aku mengalami kejadian seram semasa tinggal di pesantren.
Ada satu kejadian yang masih kuingat sampai sekarang, padahal kejadian tersebut sudah belasan tahun berlalu.
Jadi, pada satu malam, aku dan temanku bernama Amin sedang diam di lantai 2 asrama sambil menyetrika baju.
__ADS_1
Saat itu, pesantren sedang libur sehingga kami bisa menghabiskan waktu dengan melakukan kegiatan yang kami inginkan karena kegiatan rutin santri diliburkan.
Banyak juga anak-anak yang pulang kampung karena liburan yang cukup lama. Yang tersisa di asrama adalah anak-anak yang rumahnya di pulau seberang seperti Amin atau mereka yang memang tidak mau pulang walaupun dekat seperti aku.