Sebenarnya Aku Kenapa?

Sebenarnya Aku Kenapa?
sakit tak berdarah


__ADS_3

Risky menggeluar kan isi kresek dalam tas nya.


Di situ ada rokok , korek dan beberapa sampah.


Tentu saja rokok rokok itu tinggal batang nya saja.


Risky memasuk kan semua itu di dalam bak kamar mandi.


Aku kaget melihat nya.


Lutfi merebut tas ku dan menyiram tas ku dengan air di bak yang ber campur dengan sampah sampah mereka tadi.


Aku berusaha merebut tas ku .


Lutfi melempar tas ku ke pojok.


Saat aku inggin menggambil tas ku . Lutfi mendorong ku sampai tersungkur.


"Eji , ayo jadi pacar ku.. lo aman "


Aku menggeleng sambil merangkak menggambil tas ku.


"Cewek sialan".


Ucap risky . Dia mengginjak lengan tangan ku "aduh sakit ky.. tolong lepasin".


Bukan nya melepas kan . Risky malah semakin menekan nya dengan kuat.


"Tolong lepasin".


Sani datang masuk .


"Guys yuk pergi,, waha nya ngak enak ni".


Mereka semua saling ber tatap .


Dan pergi meninggal kan ku.


Aku menangis sendiri an di sana.


Ku dengar dari luar hujan sedang turun.


Aku menggeluarkan buku buku ku yang basah sambil menangis.


Hati ku sangat sakit.

__ADS_1


Aku memeluk diri ku sendiri.


Aku member sihkan bak air di toilet.


Aku pulang ber jalan kaki.


Ku lihat ayah ku datang menjemput.


"Kemana aja.. tadi ke sana kamu gak ada".


Aku tersenyum sambil Naik motor ayah.


"Tadi lagi ngurus jadwal eskul pak".


"Bapak pikir masih ada pelajaran kata satpam kamu blm keluar, trs kata nya ada jadwal latihan basket di sekolah . Mungkin ikut jadi sama satpam suruh datang ngecek lagi".


Aku tersenyum mendengar ayah ku bicara.


Sampai di rumah aku menggeluar kan lagi buku buku basah ku.


Aku pikir jika di tanya orang tua . Aku jawab saja basah ke hujanan.


Untung tadi hujan.


Besok nya aku berangkat sekolah .


Ternyata mereka tidak berhenti .


Mereka menyebar kan chat lama yang dulu pernah mereka sebar itu . Mereka sebar lagi.


Sejujur nya.


Aku sudah tidak tahan lagi.


Aku merasa aku sendiri sekarang.


Aku pingin mati aja.


Mungkin mati lebih baik.


Pikiran ku benar benar sudah buntu.


Aku pikir lebih baik aku mati.


Dari sisi keluarga ku .

__ADS_1


Aku tidak akan membebani ayah ibu atas sekolah ku . Dan hanya fokus pada adik ku.


Di sisi lain aku merasa damai tidak akan di perlakukan seperti ini lagi.


Keputusan ku untuk meng akhiri hidup ku benar benar sudah aku pikir kan dengan matang.


Malam hari itu aku membeli cutter di toko.


Aku membungkus cutter itu dengan kain.


Aku menulis 3 lembar surat tulisan tangan .


Satu untuk orang tua ku.


Satu untuk teman teman ku.


Dan satu nya lagi untuk mereka.


Aku memutus kan untuk meng akhiri hidup ku di sekolah.


Tempat nya di ruang UKS.


Sengaja besok , karna besok hari jumat.


Ada kegiatan latihan pramuka juga .


Batin ku.


Aku inggin jika aku tidak ada di sekolah .


Maka banyak media meliput .


Dan membaca surat ku itu.


Aku inggin seluruh dunia tau , kejam nya dunia luar untuk anak nya..


Aku inggin mereka bisa ber suara.


Setelah mempersial kan semua.


Aku minta antar ayah .


Aku menatap lekat ke dua adik ku . Lalu pergi.


Aku masuk ke sekolah merasa lebih semangat dari biasa nya.

__ADS_1


Aku benar benar menantikan jam pulang sekolah.


__ADS_2