
Guru itu menatapku dan mulai membuka pembicaraan..
" langsung saja.. kelas 7 titik titik. Kemarin saat jam pulang sekolah . Tiba tiba kaca di jendela belakang itu di lempar oleh batu sampai pecah!!.
.murid yang melempar itu lari , kemudian kami menemukan salah satu murid yang ikut berada di sana sebagai saksi.
Katanya mereka berkelahi karna rebutan cewek.. dan cewek itu kamu".
Aku kaget mendengar penuturan nya.
"Maaf bu tapi saya saja tidak pernah dekat dengan siapapun .. jadi bagaimana mungkin saya bisa jadi rebutan mereka bu. ".
Guru itu terlihat menahan amarah nya menatap ku .
Aku memalingkan wajah ku . Wajahku tertuju pada pohon di depan ku . Ku lihat wanita itu menggintipku di balik pohon.
"Denger ya nak.
Kamu masih kecil . Masih SMP . Gak perlu sok cari cari perhatian . Anak ku yang se usia kamu aja . Rajin belajar . Ngak saya boleh in aneh aneh . Dan dia nurut.
Kamu gak kasian sama orang tua kamu . Kerja keras nyekolahin . Anak nya di sekolah malah nyeleweng sana sini ".
Aku terdiam mendengar nasehat nya .
"Maaf bu . Saya setiap hari pulang sekolah langsung pergi kerja bu . Bantu ibu saya. ... saya juga merawat ke dua adik saya saya bawa kerja. Saya pulang jam 10 malam . Saya gak punya pikiran buat banyak tingkah di sekolah,,, saya inggin kehidupan keluarga saya lebih baik".
Guru itu tersenyum remeh memalingkan wajah nya padaku . " denger yah!!. Pantes aja banyak yang murid yang tertarik sama kamu ,, kamu pinter gomong ".
Aku menatap tidak percaya ke arah guru itu .
"Pokok nya denger ya . Kalo sampai ada kejadian lagi . Saya bakalan panggil orang tua kamu".
Guru itu berdiri dan pergi meninggalkan ku. Aku masih mendengar suara guru itu berguman . "Dasar anak jaman sekarang".
Aku berjalan menuju kelas ku . Aku berfikir sebenarnya apa salah ku .. mengapa mereka semua tidak suka padaku . . Sebenarnya aku ini berbuat apa.
Hari jumat setelah itu ..
Aku berlatih pramuka .. aku sengaja pulang paling akhir . Untuk bertemu wanita itu .. wanita yang sangat membuatku penasaran tentang apa maksud dan tujuan nya selama ini.
Aku berjalan sendirian di sekolah .
Aku menuju kelas 7 itu..
Kebetulan tempatnya di bagian paling belakang sekolah dekat dengan kamar mandi laki laki.
Aku berdiri di luar kelas itu . Ku lihat jam menunjuk kan pukul setengah 6 sore .
Hampir magrib pikirku .. langit sudah mulai sedikit gelap .
Aku menoleh ke kanan ke kiri dan ke belakang .
Aku membuang nafas dengan penuh semangat. Aku menggumpul kan niat hati . Masuk ke ruang an kelas itu.
Ku lihat ruangan itu cukup sedikit gelap.
Aku berjalan menuju kaca yang sudah di perbaiki itu . Aku diam di sana
Aku menutup mataku . "Ya Allah . Apa yang sebenar nya sudah terjadi . Tolong hamba mu yang penuh dosa ini ".
Pelan pelan aku membuka mataku .
__ADS_1
Aku memajukan tubuh ku ke mendekat ke arah kaca.
Aku melihat dalam batin ku..
Banyak sekali murid kelas 9 di sana.
Aku juga melihat mereka wajah wajah tidak asing .
Astaga !!!...
Aku melihat ika , dyah juga sedang berada di sana..
Aku melihat murid lain dari kelas H . Aku melihat bed di lengan kiri nya.
Mereka sedang membully seorang murid kelas 7 . Murid itu di dorong dan di suruh untuk melempar kaca kelas lain.
Murid itu akhirnya melempar kaca itu .
Seketika aku mundur dan menutup wajah ku.
Aku melihat ika dan dyah .
"Oke bagus . Besok bilang ya sama teman teman mu ... jangan lupa namanya eji ok ".
Siswa itu mengganguk..
Pelan pelan penglihatan ku kembali normal.. aku berterima kasih kepada Allah dan aku juga mengucapkan terima kasih atas ke pedulian mu ..
Walau pun kau dan aku berada di dunia berbeda..
Terima kasih atas kepedulian mu..
Aku beranjak pergi meninggalkan ruang kelas itu .
Aku tetap berjalan ke luar gerbang.
"Assalam mualaikum ".
Ucap ku .... lalu aku pulang meninggalkan sekolah.
Ke esokan harinya . Aku yang sedang masuk ke sekolah berjalan di pintu pagar . Ku lihat jam masih jam 6 lebih 18 menit.
Aku menunggu di samping pagar sekolah.
Aku berharap dalam hati . Bisa bertemu murid laki laki yang melempar batu kemarin itu...
Aku inggin men nyakinkan dia!!!....
Kalau pem bully an di sekolah harus di lapor kan.
Aku menunggu cukup lama . Sampai akhirnya ku lihat anak itu turun dari angkot bersama bebe rapa teman nya.
Aku berjalan cepat menunggu dia mendekat ke gerbang...
"Hei ,,,, tunggu ".
Tahan ku . Aku memegang pundak anak itu ..
Dia kebinggungan menatap ku ,,,, teman teman nya juga ikut menatap ku heran..
"Aku inggin bicara sebentar dengan mu bisa ?".
__ADS_1
dia menoleh ke arah teman teman nya .. kemudian teman teman nya pergi meninggalkan nya..
Aku menyeret dia sedikit ke pingir gerbang..
" maaf dek. Nama kamu siapa ? ".
Dia tersenyum . Dia menggulurkan tangan nya kepadaku " bagas kak".
"Emmm bagas dengerin aku yaa.
Aku tau kok soal kamu yang di paksa anak kelas 9 buat lempar batu ke kelas kamu sendiri. Kamu gak perlu takut ,, aku bakalan jadi saksi buat kamu".
Bagas terlihat terdiam .. dia menatap nama yang tertera di dadaku ..
"Oh jadi kamu yang nama nya eji ".
Aku kaget dengan nada bicara nya yang langsung berubah sedikit keras dan agak kasar.
"Gara gara kamu,,, aku jadi harus nurutin mereka .. aku juga harus di tanya tanya sama temen temen dan guru!!!.... . Aku harus bohong soal aku yang gak liat siapa aja yang berkelahi...
Gara gara kamu temen temen ku jadi ngejek aku ".
Setelah bicara .. dia pergi meninggalkan ku.
Aku mengejar nya .. " bagas tunggu dek, tolong dek. Ini demi kebaikan bersama ".
"Kebaikan mu a ". Dia pergi melengos meninggal kan ku..
Aku tidak menggerti apa yang dia pikir kan..
Apa aku egois . Pikir ku .. .
Detik itu aku sadar.
Percuma aku berusaha melawan mereka.
Mereka banyak . Mereka bakalan melawan aku dengan berbagai cara..
Lebih baik aku diam aja.. nanti juga mereka capek sendiri.
Mulai hari itu....
Aku diam mereka memperlakukan aku seperti apa.
Seperti menumpahkan air di bawah meja ku .
Mencoret buku paket. Dan menyembunyikan buku tugas ku..
Kadang saat aku mau pulang. Ban sepeda ku kempes . 3x ber turut turut.
Saat itu . Di rumah sedang ada masalah . Ayah ku sakit , dan harus di bawa ke rumah sakit.. untung adik ku sudah besar . Selain aku ajak bekerja . Aku juga menemani mereka tidur di rumah.
Hari itu juga guru menyuruh kami membawa handphone . .
Karna hendphone ku masih keyboard . Aku rasa handphone ku tidak berguna juga karna gak bisa untuk buka google pikirku.
Tapi aku tetap membawa handphone itu.
Setelah pelajaran selesai .
Sany mendatangi ku dan duduk di sebelah ku . Aku diam pura pura tidak melihat nya..
__ADS_1
Dia meraih ...