Sebenarnya Aku Kenapa?

Sebenarnya Aku Kenapa?
diam saja kah


__ADS_3

Dia meraih handphone di sebelah ku.


" wah antik ya hp mu ". Ucap nya dan aku hanya ter senyum mengganguk.


"Pinjam boleh ya , uda lama ngak pegang model begini".


"Iya " jawab ku.


Sany pergi ke pojok sambil membawa handphone ku .


Ku lihat yang lain nya juga menggikuti sany.


Karna merasa inggin pergi ke kamar mandi . Aku berjalan keluar . Aku yang tanpa curiga apa apa meminjam kan handphone ku ke mereka.


Aku berfikir mungkin mereka akan berubah . Dan tidak lagi men ngatai ku lagi.


Selesai dari kamar mandi aku menuju ke kelas.


Ketika aku masuk . Ku lihat mereka sedang tertawa tawa ke arah ku.


Aku sedikit bingung..


Aku menghampiri mereka di belakang "sany mana hp ku ".


Handphone itu langsung di ambil oleh ika.


"Ganti aku yang pinjam. Entar pulang sekolah juga di balikin kok ".


Aku berjalan malas kembali ke tempat duduk ku.


Bel pulang sekolah sudah berbunyi.


Tiba tiba sifa datang dan melemparkan handphone ke arah ku.


Aku begitu kaget atas perlakuan nya.


Aku menggambil handphone ku . Dan memasuk kan nya dalam tas.


Aku sudah menggecek semua , tidak ada yang aneh di handphone ku saat itu.


Jadi aku tidak terlalu memikirkan nya.


Hari ini .


Saat masuk sekolah . Adalah hari yang tidak pernah aku lupakan.


Ketika aku baru memarkirkan sepeda ku di tempat parkir.


Aku melihat wanita tua kurus yang sedang menatap ku sedih.


Aku tau dia bukan manusia. Aku menggucapkan doa lalu pergi melewati nya.


Ketika aku baru memasuki koridor kelas 9. Aku melihat semua mata tertuju padaku.


Aku juga melihat beberapa dari mereka memegang handphone nya sambil tertawa tawa.


Aku berusaha untuk menggabaikan tatapan mereka... aku terus berjalan.


"Wah enak nya ya.. ayo main kalo gitu .. enak kayak nya ".


Aku mendengar salah satu murid sedang bicara dengan teman nya. Namun aku merasa mereka seperti menyindir ku . Batin ku " entah kenapa aku merasa mereka sedang menyindirku . Tapi aku tidak tau masalah nya apa ".


Aku terus berjalan hingga memasuki kelas.


Ku lihat teman sekelas ku sedang berkerumun di ruangan paling belakang.


"Ada apa ya mereka ?. " batin ku .


Ku lihat rendra dan rafi juga menatap ku . Jadi setelah menaruh tas .. aku berjalan menghampiri mereka ber dua.


"Hai" sapaku.


Namun mereka hanya diam melihat ku .

__ADS_1


Mereka malah berdiri dari duduk nya dan jalan melewatiku .


"Loh! mereka seperti marah, tapi marah kenapa?".


Aku inggin beranjak pergi menyusul mereka..


Namun suara teriakan mary meng hentikan ku.


"Hei murahan!!!... .. berapa satu jam ".


Aku berbalik dan menghampiri nya.


Aku sedikit mendorong nya "maksud mu apa bicara begitu ".


Lutfi datang dan menarik ku menjauh dari mary . "Hei kalo lagi nafsu bilang aja".


Aku me lepas paksa tarik an tanggan lutfi.


Aku begitu sangat marah dan emosi dengan apa yang baru saja mereka lakukan padaku..


Aku berjalan ke luar kelas tanpa menghiraukan tertawaan mereka.


Aku pergi menuju kantin.


Tempat rendra dan rafi . Aku benar benar inggin tau . Sebenarnya apa yang sudah terjadi.


Sepanjang aku berjalan . Para murid di sana sedang menatapku aneh sekali .


Aku semakin merasa yakin .


Pasti ada sesuatu yang tidak beres di sini.


Aku melihat rendra dan rafi dari jauh ...


Buru buru aku ber lari kecil menghampiri mereka.


Ku lihat rafi dan rendra memalingkan wajahnya dari ku.


"Teman teman . Maaf kan aku kalau aku punya salah pada kalian.. tolong katakan pada ku sebenarnya  apa yang sudah terjadi".


Rendra menunjuk kan aku handphone milik nya.


Aku manggambil handphone itu .


Ku lihat beberapa pesan tidak pantas tertera di layar nya . Aku menyodorkan kembali handphone itu .


Namun rendra memintaku untuk melihat lagi lebih teliti soal siapa penggirim pesan itu..


Aku menggikuti intruksi rendra.


Aku membaca setiap tulisan di pesan itu .. pesan itu di kirim ke lutfi dan risky dan dany.


Dan pesan itu di tulis atas nama ku . Dan nomor telepon ku .


Aku langsung berdiri karna terkejut.


"Aku tidak melakukan nya , percaya lah padaku . Jangan kan melakukan ini. Nomor telepon mereka saja aku tidak punya".


Aku benar benar kaget berat...


Aku sekarang memahami . Soal tatapan aneh para murid ke padaku tadi....


Soal apa yang mereka lakukan padaku.


Aku juga baru memahami..


Tujuan mereka meminjam handphone ku kemarin .. "ternyata ini maksud kalian kemarin.. tega sekali kalian".


Aku berdiri dan berlari ke kamar mandi.


Hatiku begitu hancur dan sakit .


Aku masuk ke dalam kamar mandi dan menangis di dalam sana.

__ADS_1


Aku menyumpal mulut ku . Agar suara tangisan ku tidak terdengar keluar..


Aku merasa sangat malu.


Aku yakin mereka pasti sudah menyebar kan ini ke seluruh sekolah..


Aku benar benar menangis aku hancur..


Ku dengar ada yang menggetok pintu kamar mandi ku.


Aku terdiam ... aku takut itu guru . Bagaimana jika guru tau aku sedang menangis.


Mereka akan bertanya. Dan jika semua orang memiliki schrenshot itu..


Aku lah yang malah di anggap bersalah.


Aku diam namun suara ketukan di balik pintu itu tidak berhenti. Aku berdiri dan berjalan mendekati pintu.


Aku membuka perlahan pintu itu .


"Kok tidak ada orang".


Aku menggeluarkan kepala ku dari dalam .


Aku menoleh ke sana kemari ..


Tapi kosong. Kamar mandi itu hening.


Aku berjalan ke luar kamar mandi .


Kamar mandi itu terdiri dari 6 ruang bilik nya. Aku ber jalan menyusuri satu persatu bilik itu..


"Kenapa semua nya kosong???".


Aku melamun sambil memikirkan nya..


Apa aku tadi sangking sedih nya sampai berhalu sinasi...


"Tapi tidak mungkin... jelas jelas saat aku diam ,,, aku masih mendengarnya kan".


Saat aku masih berfikir keras soal itu .


Pintu kamar mandi di depan ku , tiba tiba terbanting dengan keras.


Aku sangat terkejut..


Aku baru ingat kalau bel sudah berbunyi.


Aku keluar kamar mandi dengan cepat dan berlari pelan menuju kelas.


Saat aku berlari itu aku mendengar suara langkah cepat juga ada di belakang ku.


Aku berhenti sambil menoleh ke belakang.


Tidak ada siapa pun di belakang sana.


Aku melanjutkan lagi dan memasuki kelas.


Meski suasana sangat tidak nyaman karana murid murid itu . Aku tetap berusaha untuk menggabaikan mereka.


Sudah hampir 2 minggu berlalu.


Ejekan mereka tentangku itu masih terus menerus aku dengar.


Aku berusaha untuk tetap kuat masuk sekolah.  Aku menggabaikan seluruh sekolah berasa seperti mereka adalah hantu.


Meski aku sangat tidak terima di perlakukan tidak adil. Bukti nya sudah ada di milik seluruh sekolah..


Saat itu ada acara pentas ulang tahun sekolah .


Masing masing dari kami di minta ikut ber partisipasi menggikuti kontes di acara itu ..


Aku diam saja . Aku yakin aku menggikuti itu pasti jadi bahan tertawaan orang banyak..

__ADS_1


Rendra dan rafi memintaku untuk ikut dengan mereka cover lagu.


Aku menggatakan nanti aku pikirkan lagi ya..


__ADS_2