
Sudah bukan hal aneh untukku mencium bau amis dari darah baik itu dari korban lakalantas ataupun insiden lain yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.
Sebelum lanjut bercerita perkenalkan namaku Roy, aku bekerja sebagai dokter forensik di salah satu rumah sakit ternama di kota X. Setelah lulus dari sekolah kedokteran aku sudah membulatkan tekad untuk memilih divisi forensik, alasannya sangat sederhana karena aku suka tantangan.
Namun ternyata tantangan itu bukan dari hal-hal yang logis, ada beberapa kejadian diluar nalar yang pernah terjadi.
Suatu hari aku bertugas menangani jenazah yang meninggal akibat kecelakaan lalulintas, yang dimana jenazah itu berakhir sangat mengenaskan. Seorang pria yang kurang lebih berumur 40 tahunan itu mengalami kecelakaan yang cukup parah, kepalanya terlindas oleh truk bermuatan beras yang pastinya sangat berat.
Singkat cerita aku memulai tugasku untuk melakukan autopsi, baru saja memulai kegiatan setelah berdoa aku merasa ada seseorang yang hadir di ruangan tempatku bertugas, padahal sudah jelas hanya aku sendiri yang ada diruang itu. Sembari membersihkan darah yang ada pada jenazah, aku melihat dengan ujung mata kiriku ada seorang pria yang berdiri mematung sambil menatap kearah ku.
__ADS_1
Awalnya aku menganggap itu halusinasi ku, tapi lama-lama aku sadari pria itu tak kunjung pergi, aku beranikan diri untuk menatapnya.
"Saya tidak akan mengganggu anda, saya hanya ingin berterima kasih sudah mau menolong saya." Ujar sosok pria dengan wajah pucat dengan pakaian lusuh penuh darah.
Sejenak saya terdiam, dan dengan keberanian yang dominan memaksakan saya menjawab dengan ramah.
"Ini sudah tugas saya untuk membantu sesama, bapak istirahat dengan tenang yaa, surga menanti kehadiran bapak".
"Akan banyak sosok yang hadir karena bau amis darah saya, maafkan saya yaa dok".
__ADS_1
Belum aku menjawab, sosok itu telah menghilang dari ruangan tempatku bertugas.
Tak terasa 2 jam telah berlalu, aku merasa ada sesuatu yang tidak normal menerpa. Suara aneh itu terdengar begitu jelas sehingga mengganggu fokus ku. Akupun terdiam dan mendengarkan suara itu dengan seksama sehingga membuatku berkeringat dingin. Dan ternyata itu adalah suara.......
Suara perutku yang sudah berteriak ingin diisi, aku lihat waktu baru menunjukkan pukul 21.03 WIB. "Waktu istirahat masih sejam lagi tapi udah keroncongan" gumamku sembari merapikan tengkorak kepala yang hancur akibat terlindas truk itu. Aku terus melakukan proses autopsi itu dengan sangat teliti hingga sampailah pada waktu istirahat ku.
Baru saja membuka pintu keluar, aku lihat sosok pria tadi sedang duduk dikursi depan ruangan tempatku bertugas. Sosok pria itu sekarang hanya tersenyum kepadaku tanpa mengucapkan sesuatu. Ketika aku berjalan melewatinya, aku berkata "Saya istirahat dulu yaa pak, saya mau makan dulu". Ia pun hanya mengangguk tanpa menghilangkan senyumannya.
Ketika aku berjalan di lorong aku teringat sesuatu, ternyata handphone ku tertinggal di ruangan tadi. Dengan sedikit berlari aku masuk lagi ke ruangan itu namun ketika masuk aku mencium bau busuk yang teramat kuat, aku sangat terheran karena jenazah yang aku tangani tak seperti itu. Dengan bergegas aku mengambil handphone ku lalu saat berbalik, betapa kagetnya aku. "Ya tuhan apalagi ini, aku disini untuk bekerja dan membantu sesama, bukan untuk hal lain." Ucapku dalam hati sambil terperangah melihat sosok wanita berbaju putih lusuh dengan banyak noda tanah bercampur darah dengan wajah membusuk menatap ke arahku.
__ADS_1
Aku berusaha tenang sambil menutup mata, berharap sosok itu segera menghilang dari pandangan ku. Dan seketika pintu terbuka..... "Kenapa mas ?! Kaya ketakutan gitu, ada apa ?" Ujar Bapak security yang sedang melakukan patroli. Aku merasa lega ketika tahu bahwa itu adalah security. "Gapapa ko pak, saya gapapa" jawabku pada security itu. "Ini udah masuk jam rehat dok, emangnya gak laper ?" Lanjut security itu. Akupun menjawab "Iya pak ini juga mau istirahat dulu".
Singkat cerita aku menikmati makanan yang ku bawa untuk mengganjal rasa lapar. Setelah dirasa cukup kenyang aku bergegas kembali keruang tugasku, situasi saat itu terbilang sepi hanya ada suara jangkrik menghiasi sejuknya udara malam ini. Ketika kembali memasuki ruangan bau busuk yang menyengat tadi sudah tidak ada, akupun merasa tenang untuk melanjutkan autopsi pada jenazah itu. Akhirnya aku menyelesaikan tugas autopsi itu pada pukul 03.42 WIB.