Sebenarnya Aku Kenapa?

Sebenarnya Aku Kenapa?
anakmu pulang!! part 2


__ADS_3

Dirumah, Sam sangat gelisah, sudah dua jam tetapi, Rina belum juga kembali, biasanya Rina kalau disuruh, suka keluyuran dulu kerumah temannya, itu pun pasti tidak lebih dari satu jam, lama Sam di depan pintu, menatap ke ujung jalan, Namun Rina tidak jua muncul.


Rasa khawatir mulai merasuki hati, dilihat anaknya yang masih kecil sudah tertidur pulas, segera Sam keluar menyusul Rina ke warung Bu Darmi, dia kunci pintu agar anak kecilnya tidak keluar.


Sam berjalan di kegelapan malam, tidak biasanya malam ini sepi, membuat bulu kuduk merinding, ia menyesal menyuruh anak nya tadi, lama berjalan sampailah di warung Bu Darmi.


"Assalamu'alaikum, Bu, Bu' Darmi !" panggil Sam, nampak warung sepi hanya terbuka dua lembar papan.


"Iya Bu' Sam, mau beli apa?, maaf tadi hampir ketiduran" sahut Bu Darmi merapikan rambut yang berantakan.


"Ini mau tanya lho Bu Darmi, tadi Rina kesini nggak?, tadi ku suruh beli anti nyamuk, tetapi Rina enggak balik balik."


"Oh, Rina!, iya' tadi kemari, cuma langsung pulang kok dia" tutur Bu Darmi


"Enggak balik balik Bu dari tadi!, apa mungkin kerumah temannya ya ?" balas Bu Sam lagi


"Mungkin juga Bu Sam, coba tanya' in teman temannya, siapa tau disana"


Sam mengangguk, kembali memutar langkahnya, satu persatu teman teman Rina didatanginya, tetapi, tidak ada yang tau Rina kemana. Sam kembali kerumah, sambil berjalan dia berpikir "siapa tau Rina sudah kembali "


Tetapi nihil, Rina tidak kembali, di tangga rumah Sam duduk menanti sang anak, lagi-lagi harapannya pupus. dia masih duduk, termenung mengira ngira dalam hatinya, kemana gadisnya pergi.


Tangis dari dalam rumah membuyarkan lamunannya, segera ia berbalik membuka pintu, anaknya yang umur tiga tahun itu menangis tak karuan, seolah olah tau apa yang terjadi.


"Sssttt, apa sayang, udah diam' ayo bobo lagi!" Sam menepuk nepuk bokong sang anak, putra bungsunya kembali tertidur, dia sendiri tidak bisa tidur, ingin mengadu sama siapa? Tetangga, pasti sudah tidur tengah malam begini, sedangkan suaminya jauh merantau di negara orang.


Tepat jam dua malam, suasana semakin sepi, terdengar ketukan dari arah pintu.


"Tok tok tok, Bu..??"

__ADS_1


Sayup sayup suara terdengar, Sam seperti tersadar, ia tersenyum senang, suara itu? suara anaknya, gadis kecilnya, buru buru dia membuka pintu, betapa terkejutnya dia, melihat anaknya pulang dalam keadaan berlumpur, basah, wajahnya pucat.


"Nak..., dari mana saja, ibu tadi mencarimu?" Sembari berurai airmata, dia memeluk putrinya, namun yang ditanya diam saja.


"Ayo nak, masuk' biar ibu mandikan" ucapnya lirih, sembari menuntun bocah malang itu. saat memandikan, Sam terkejut melihat badan anaknya, banyak sekali goresan dipunggung gadis kecil itu, kulitnya pucat dan dingin. berulang kali Sam membersihkan tetapi, tubuh sang putri masih saja berlumpur.


Tidak ingin berlama lama, Sam mengeringkan tubuh Rina, lagi- lagi kotor, berlumpur, seakan melekat, namun diabaikannya, dia membungkus badan putrinya, walau lumpur itu mengganggu hatinya, dia takut semakin lama, putrinya akan semakin dingin.


Ntah kenapa, malam itu dia ingin putrinya memakai pakaian tercantik, dia pilih baju terbaru, yang hanya dipakai saat lebaran di bulan kemaren.


Sebenarnya masih ingin bertanya, namun dia urungkan, dia sudah sangat bersyukur putrinya telah kembali.


#####


Lamat-lamat terdengar azan subuh berkumandang, orang orang mulai berdatangan kerumah Allah, tidak terkecuali dengan Sam, bergegas kakinya melangkah ke mesjid, hatinya tenang anaknya telah kembali.


Sepulang dari mesjid, Sam kembali kedalam kamar Rina, tetapi tidak melihat anak gadisnya, yang ada hanya pakaian yang dipakaikan tadi malam, diraih baju itu, masih ada bekas lumpur yang ia lihat tadi malam.


Sam mengelilingi rumahnya, mencari cari rina tetap tidak ada.


"Sam, cari apa?" Tanya tetangga yang lebih tua darinya


Sam menggeleng, menjatuhkan tubuh ringkihnya di tangga rumah papan miliknya. "Apakah itu mimpi??, tidak mungkin" bisiknya pelan, dia menangis sesenggukan membayangkan dimana gadis kecilnya.


"Sam, kenapa?" Bu Maya semakin bingung, Sam diam hanya menggelengkan kepalanya.


"Bu Sam, apa Rina sudah pulang?" tanya Bu Darmi yang kebetulan lewat hendak kepasar.


"Belum, ini aku masih menunggu" jawab Sam lemah , matanya menatap kosong.

__ADS_1


"Gimana kalau kita minta di umumkan di mesjid, Bu?" usul Bu Darmi


Sam hanya mengangguk setuju, bergegas menutup pintu.


"Bu Maya, tolong anak saya dilihat ya Bu??" Pintanya, Bu Maya hanya mengangguk tanpa suara. Bergegas Sam mengikuti Bu Darmi.


Sesampai di mesjid, Sam memberitahu pak imam selaku imam di mesjid itu, dia menceritakan semua kronologinya, Bu Darmi mengangguk angguk, sesekali menimpali, membuat pak imam terkejut, setau dia Desa Cindai aman, tidak pernah terdengar yang aneh aneh di desa mereka.


Setelah mendengar semua keterangan dari Sam dan Bu Darmi, gegas pak imam berdiri menyampaikan berita duka itu.


"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un, telah berduka saudari kita Bu Sam, kehilangan anak perempuannya, yang bernama Rina Puspita, umur sepuluh tahun, dikabarkan dari tadi malam tidak pulang kerumah, bagi siapa yang melihat tolong diberitahu, secepatnya..!!?"


Mendengar pengumuman itu, masyarakat desa cindai heboh, mereka sangat terkejut, karena setau mereka cindai Laras aman, tidak pernah terdengar kejadian kejadian aneh.


Berbondong bondong mereka kemesjid, mereka turut berduka dan bersedia mencari bocah malang itu.


Sudah empat hari pencarian tapi hasilnya masih nihil, belum ada titik terang, bagaimana tidak, hanya Bu Darmi yang melihat Rina malam itu, itupun hanya sebatas membeli saja.


#####


Siang ini rencana pak Midun ingin ketambak, sudah masuk pasang besar, tambak-tambak kosong harus segera di isi air.


Usai sholat juhur dan makan siang, pak Midun bersiap siap ketambak, dihidupkan motor bututnya, kemudian melaju kencang di tengah teriknya siang.


Sesampai di gubuk kecil miliknya, dia heran, kenapa kotor, ada anti nyamuk tapi, sudah hancur, sampah plastik plastik kecil berserakan, pak Midun mengumpulkan plastik plastik itu, kemudian membakarnya.


Sembari menunggu pasang, pak Midun istirahat di atas gubuk tanpa dinding miliknya. Matanya memandang ke arah tambak, seperti ada yang aneh, semakin di perjelasnya, tetapi, tidak dapat dia simpulkan. karena rasa penasaran, pak Midun beranjak dari tempat duduknya, dia berjalan mendekat masuk kedalam kolam, dilihatnya tangan diatas permukaan tanah.


"Astagfirullah ....!!!!!" Pak Midun kaget, sontak berteriak,

__ADS_1


"Tolong....tolong....ada mayat!!!",


__ADS_2