Sebenarnya Aku Kenapa?

Sebenarnya Aku Kenapa?
aku! part 2


__ADS_3

Aku menangis se jadi jadi nya di sana.hati ku hancur . Aku tidak pernah sedikit pun berfikir hal menyakit kan itu akan terjadi pada ku.


Sedikit lama aku berada di kamar mandi itu sambil menenang kan diri


Tak lama ku dengar suara wanita menangis di bilik sebelah.


Aku menata baju ku yang basah.


Aku berdiri dan berjalan keluar . Tubuh ku sakit semua . Badan ku lemas.


Aku ber jalan ingin menemui rafi dan rendra.


Ternyata rafi dan rendra duluan menemui ku.


Rendra memeluk ku.


"Mereka kurang ajar ji.. kita harus lapor".


Aku menggeleng.


"Udah udah . Ayok pulang kita temenin sampek rumah".


Keesokan hari nya .


Aku ngak masuk sekolah .


Badan ku panas. Aku yakin mereka merasa damai tau aku ngak masuk.


Sore itu aku sedang tiduran di kamar. Memikir kan besok aku gimana menghadapi mereka.


Aku ber doa supaya tetap tabah .


Hp ku berdering .


Ku lihat no hasan menelpon ku.


Aku menggangkat nya.


"Halo".


"Kamu di rumah".


"Iya kenapa?".


"Kamu bisa keluar bentar".


"Ngak bisa aku lagi sakit".


"Bukan gitu , keluar bukain pintu".

__ADS_1


"Maksud nya???".


"Aku di depan rumah kamu".


"Loh".


Aku bangkit langsung dari tempat tidur keluar membuka kan pintu.


Terlihat hasan dengan sepeda motor nya di depan.


Aku menyuruh nya masuk.


Hasan membawa kan aku buah satu kresek.


Aku diam menatap nya.


Hasan terlihat menoleh ke sana kemari.


"Ada orang tua kamu di rumah".


"Ehh. Ada bapak sama nenek di rumah".


"Emm. Bentar aku panggilin".


Hasan mengganguk.


Hasan juga memperkenal kan diri nya.


Bapak menemani hasan dan memintaku membuat minum.


Aku membuat minum untuk hasan.


Setelah aku mengantar minum bapak kembali ke belakang.


"Ngapain kamu tiba tiba kesini".


"Kata yogi kamu sakit".


"Yogi??..".


"Iya dia tadi ke kelas nyamperin rendra".


Semoga rendra gak cerita aneh aneh.


Aku dan hasan ngobrol ngobrol biasa.


Suara adzan magrib terdengar .


Hasan ijin aku ke mushola deket rumah untuk sholat.

__ADS_1


Aku meng iyakan .


Hasan menggambil sarung dan peci dalam jok sepeda motor nya.


Saat ibu bapak ku juga mau ke mushola.


Hasan pergi ber sama bapak ke mushola.


Semalaman aku memikir kan hasan yang bisa bisa nya ber tamu ke sini.


Aku memikir kan bagaimana kalau mereka tau.


Aku pasti tidak di kasih ampun . Pikir ku.


Pagi nya aku masuk sekolah .


Kali ini aku tidak bawa sepeda lagi.


Aku di antar bapak sampai depan sekolah .


Bapak meminta menggantar ku saja. Akj sebenar nya bilang tidak usah . Kata bapak sepeda ku jelek .


Aku ber pamitan dengan bapak dan berjalan masuk.


Se jujur nya perasaan ku masih was was memikir kan kekerasan itu.


Aku masuk ke dalam kelas.


Ku lihat rendra d sana . Dan mereka pastinya.


Rendra bilang rafi tidak masuk karna urusan dengan keluarga ny.


Aku mencoba menghindari mereka.


Dan saat itu tiba tiba sekali rendra di jemput bibi nya . Nenek nya meninggal . Rendra harus pulang .


Aku semakin ketakutan karena di sekolah tidak punya teman lain.


"Aku harus bagaimana?".


Batin ku dalam hati.


Ternyata benar saja.


Jam pulang sekolah..


Risky membawa ku ke kamar mandi lagi di ikuti mereka.


Dia membuka tas nya...

__ADS_1


__ADS_2