
Meskipun aku merasa akan ada sesuatu akan terjadi.
Aku tetap berusaha menghiraukan dan tetap masuk hari itu.
Hari ini adalah hari yang tidak pernah ku lupakan .
Selama hari itu .
Aneh nya tidak ada yang terjadi.
Mereka sangat normal , aku bingung kenapa memikir kan kalau mereka merencana kan sesuatu lagi.
Setelah semua yang mereka lakukan..
Entah apa lagi rencana mereka pikir ku.
Aku diam dan ber hati hati sambil mengamati gerak gerik mereka.
Rafi dan rendra juga sempat ber tanya pada ku .
Soal apa benar aku pergi dengan hasan.
Aku jawab iya . Aku menjelas kan juga . Dan kebetulan yogi tetangga rendra . Jadi rendra juga tau soal masalah nya.
Rendra dan yogi tak pernah ber fikir buruk tentang ku . Mereka percaya sepenuh nya pada ku.
Hari itu bel pulang sekolah ber bunyi .
Ina mencegat ku yang akan pulang ber sama rafi dan juga rendra.
"Kita mau bicara soal kemarin"
Aku menatap ke arah rendra dan rafi.
"Kalian duluan aja ya."
Rendra dan rafi mengganguk.
Rendra juga bilang mereka menunggu di parkiran.
Sani , mary , ika , dyah , dan sifa.
Mengajak ku ke belakang sekolah.
__ADS_1
Aku ber henti.
Firasat ku bertambah tidak enak lagi.
"Kalau mau gomong di sini aja. Di kelas tadi kan juga bisa. Gak perlu sampek ke sini ".
Aku menggatakan itu . Selain karna sekolah sudah sangat sepi aku juga sedikit merasa taku dengan mereka.
Tanpa aba aba.
Mereka menarik ku paksa ke belakang . Mereka membawa ku ke kamar mandi laki laki di bagian paling belakang sekolah.
Mereka memaksa ku masuk .
Aku berusaha memberontak .
Ternyata di dalam situ ada risky dan juga lutfi.
Mereka ikut menarik ku ke dalam kamar mandi .
Mereka ber dua menyeret ku masuk ke salah satu bilik di sana.
Dyah masuk ke dalam . Aku masih berusaha berdiri . Karna tersungkur tadi .
"Dasar murahan".
Aku kesakitan memegang i krudung dan rambut ku.
Ika datang dan mendorong ku .
Dia menarik paksa krudung ku sampai lepas.
Ika memegang dagu ku.
"Dasar".
Ucap ika padaku .
Mary datang dan menarik kancing baju ku paksa.
Ku lihat wajah mereka semua menertawa kan aku.
"Apa salah ku . Kenapa kalian begini".
__ADS_1
Sani datang sambil membawa cutter .
Sani menggarah kan cutter itu ke wajah ku.
"Pengen gue robek wajah lo".
Aku terpaku menatap sani.
Air mata ku menetes. Detik itu aku baru sadar se sadar sadar nya.
Bukan sikap ku yang membuat mereka membenci ku.
Tapi mungkin karna aku cantik.
Aku menangis se jadi jadi nya.
Sifa datang dan menyiram air ke badan ku.
"Yah guys gak seru .. dia nangis".
Dyah ber jongkok di depan ku. "Ayok lawan kita dong , jangan diem aja. Bisu lo.. masak bisa grayu cowok tapi sama kita gak bisa gomong".
"Dasar muka 2".
Ucap mary padaku.
Aku berdiri sambil menangis . Aku inggin memukul mary dan dyah di depan ku .
Lutfi menahan aku dan membanting ku ke lantai .
"Gue hamilin juga lu eji".
Aku terbaring menangis di lantai kamar mandi.
Ika menaruh kaki nya di tangan ku.
"Jangan tangan ku".
Detik itu ika beralih menginjak kan kaki nya ke wajah ku dia menekan kaki .
"Awas loh sampek macem macem atau lapor guru. Gue bikin satu sekolah kaget liat elo".
Ika dan yang lain nya pergi ke luar meninggal kan aku sendiri di dalam kamar mandi.
__ADS_1