
" Ini sangat menarik " ucap Mahendra menyeringai.
Papa Bryan itu bangkit dari kursi kebesaran nya. Kecurigaan ku selama ini memang benar, itu sebabnya Om dari awal tidak memaksa Bryan untuk pulang. Apalagi kondisi nya yang amnesia akan percuma. Dia juga tidak akan ingat apapun. Kita ikuti saja permainan mereka. Om hanya ingin tau siapa orang dibalik ini semua.
"Tapi Om, Bagaimana kalau_" belum sempat Bastian melanjutkan ucapnya Mahendra dengan cepat mengangkat satu tangan nya. Yang arti nya bahwa ucapan nya itu tidak bisa dibantah. Mengerti maksud dari Papa sahabat nya dari kecil itu Bastian kemudian diam.
Lakukan saja tugas mu, kita siapkan saja. Kalau waktu nya tiba bom waktu itu akan meledak dengan sendiri nya. Bastian hanya menghela nafas panjang, dia kenal betul siapa lawan bicara nya itu.
" Apakah kamu mengerti Bas " Tanya Mahendra kemudian.
" Mengerti Om " singkat Bastian
" Bagus "
" Bastian permisi dulu Om " dan pemilik kantor Pradana Group itu tampak mengangguk.
Setelah Bastian meninggalkan ruangan Mahendra, Mahendra duduk kembali di kursi nya. Membuka laptop nya dan nampak mengotak atik nya. Mahendra memandang benda pintar yang menyala di depan nya itu dengan sangat serius. Detik kemudian pria paruh baya ini nampak mengangguk mantap. Lalu menutup kembali benda yang baru saja menjadi pusat perhatian nya itu, dan menyimpan kembali di laci nya.
...****...
Sejak tragedi yang menimpa putri dan calon menantu nya itu, baik Nayla ataupun Bryan tidak diijinkan keluar rumah sampai pernikahan itu berlangsung dan mereka sah menjadi suami istri. Beni mengurus sendiri semua keperluan pernikahan putri nya.
Ting !
Satu pesan masuk ke ponsel Beni, dengan cepat Ayah Nayla itu membuka nya.
__ADS_1
📥 Pembohong
Bagaimana aman ?
^^^📤 Beni^^^
^^^Aku terpaksa mempercepat pernikahan mereka. Karena ternyata selama ini aku baru tau, kalau istri Bryan itu ada disini dan masih mencoba merebut Bryan kembali.^^^
Pesan balasan yang cukup membuat lawan Beni berkirim pesan di seberang sana terkejut.
📥 Pembohong
Lakukan saja segera, aku akan mentransfer sejumlah uang untuk melangsungkan pernikahan itu. jangan sampai gagal.
Baru Beni akan mengetik pesan balasan. Nayla datang dan Beni nampak tersentak.
" Ah... Enggak Nay, Ayah hanya memikirkan pernikahan mu saja" dan putri nya itu tersenyum lalu duduk di samping Ayah nya.
Nayla mengerutkan dahi nya, " Ayah sedang berkirim pesan dengan siapa, seperti nya serius sekali." kini Nayla beralih menanyakan hal lain.
" Ini penghulu dari kampung sebelah yang akan menikahkan kamu dengan nak Bagas nanti" alibi Ayah nya namun Nayla mengangguk percaya.
" Putri Ayah kelihatan nya bahagia sekali " kini Beni mengalihkan perhatian putri nya dari ponsel nya.
" Iya donk ayah, sebentar lagi Nayla akan menikah dengan pria yang Nayla cintai. Nayla akan menjadi seorang istri yah" ucap putri Beni bahagia.
__ADS_1
Deg
Lagi Lagi Bryan yang mendengar ucapan gadis yang sebentar lagi akan menjadi tanggung jawab Bryan itu hati nya bergejolak. Bryan masih belum bisa menerima kenyataan ini. Namun hari ini dia melihat dan mendengar pembicaraan calon istrinya itu dengan ayah nya. Bahwa Nayla memang benar benar mencintai nya. Bryan yang masih berdiri di balik pintu itu sengaja mendengarkan apa yang akan anak dan bapak itu bicarakan selanjut nya.
" Nayla akan menjadi istri yang baik untuk kak Bagas yah, Nayla nggak mau seperti ibu yang meninggalkan ayah " ucap nya dengan mata yang mengembun dan Beni nampak tercengang dengan jawaban putri nya. Putri kecil nya dulu kini sudah tumbuh dewasa. Dan apakah benar jalan yang Beni ambil untuk putri nya. Tak terasa sudut mata Beni nampak berair.
"Jadi, Ibu Nayla selama ini tidak meninggal. Tapi Ibu Nayla meninggalkan Nayla dan Ayah nya sejak kecil. Lalu kenapa Nayla dan Ayah nya menyembunyikan ini semua dari ku. Kenapa mereka harus berbohong tentang ibu nya." Batin Bryan dipenuhi banyak tanda tanya.
"Hal sepenting ini mereka tutupi. Lalu apa lagi yang masih mereka tutupi dari aku. Apa lagi yang aku belum mengerti." Bryan bergegas ke kamar Nayla siapa tau dia bisa mendapatkan jawaban dari teka teki nya selama ini.
" Ah, Ayah jangan bersedih " Ucap Nayla memeluk erat Ayah nya itu. Sosok laki laki yang selama ini Nayla banggakan. Sosok baik dan penyayang itu tak lebih dari serigala berbulu domba.
Buru buru Beni menghapus air mata nya, lalu menatap Putri nya. " Ayah mau melihat kamu bahagia sayang."
" Oh iya, untuk kebaya pengantin kamu dan Bagas semua sudah ayah urus. Nanti Mbak Lita yang akan mendandani kamu menjadi putri yang sangat cantik." ucap Beni bahagia.
" Makasih ayah, Nayla sayang banget sama ayah" Ucap Nayla lalu kembali memeluk ayah nya.
Merasa tak memiliki banyak waktu dengan langkah cepat Bryan masuk ke kamar Nayla. Satu per satu lemari pakaian Bryan buka, meja dan laci pun ikut Bryan teliti. Tapi seperti nya nihil. " Ah tidak ada yang bisa aku temukan " kesal Bryan. Merasa diri nya masih aman karena Nayla belum ada tanda tanda masuk Bryan kembali bergerilya.
Gerakan nya terhenti pada sebuah buku diary. Sekilas buku diary itu menceritakan kisah hidup Nayla. Mungkin disini aku bisa menemukan jawab nya. Merasa aman Bryan bergegas meninggalkan kamar Nayla, ekor mata Bryan bergerak ke kanan dan ke kiri untuk memastikan dia aman keluar dari kamar Nayla.
Dengan nafas naik turun Bryan berhasil masuk kembali ke kamar nya. Menutup rapat pintu kamar nya dan tak lupa mengunci nya.
Tangan Bryan bergerak membuka lembar demi lembar buku diary Nayla itu. Rupa nya selama ini Nayla selalu menuliskan kisah hidup nya pada buku diary ini. Cukup menyedihkan sebenarnya kisah gadis ini. Bryan menghela nafas nya, karena sampai halaman yang ia baca ini belum menunjukan tanda tanda yang bisa membuka jati diri Bryan. Hanya kisah Nayla yang bisa Bryan tangkap.
__ADS_1
Ekor mata Bryan mendelik saat mendapati sebuah foto lama. Seperti nya foto ini diambil saat Nayla masih kecil. Meskipun nampak buram tapi foto ini masih bisa Bryan kenali. Terlihat jelas seorang pria yang Bryan yakini adalah Beni ayah nya Nayla dan menggendong seorang anak perempuan yang cantik seperti nya berumur empat atau lima tahun. Lalu disebelah nya seorang anak laki laki yang usia nya tidak jauh dari Nayla. Mungkin hanya selisih 2 tahunan aja. Yang menjadi perhatian Bryan siapa anak laki laki ini ?
Bahkan Bryan nampak menaikan kedua alis nya saat mendapati foto disebelah anak laki laki itu ternyata sobek. Bryan Membuka lembar demi lembar berikutnya berharap sobekan itu masih tertinggal di buku diary itu. Namun seperti nya itu memang sengaja disobek. Lagi lagi Bryan menghela nafas nya panjang. Foto siapa yang disobek ini, lalu kenapa foto ini disobek. Apakah ini foto ibu Nayla ?