
" Ayah.... " panggil seseorang namun bukan Nayla.
Beni seketika mematung, aliran darah yang mengalir ditubuh nya seolah terhenti. Darah ini seakan beku, membuat sekujur tubuh terasa kaku. Beni lupa akan ucapan seseorang untuk tidak masuk keruangan Bryan sebelum orang itu memberinya kabar. Namun Beni melupakan itu saat diri nya tak bisa tinggal diam melihat putri nya terluka. Beni kenal betul siapa yang memanggil nya.
" A...a..Alex.." ucap Beni terbata.
Mahendra tersentak. Bagaimana bisa mereka saling mengenal. Ada hubungan apa Alex dan Beni ? Semua pasang mata lagi lagi dibuat terkejut, termasuk Nayla. Nayla mendongak dan mengusap kasar cairan bening yang sudah membasahi pipi nya. " Ayah " lirih Nayla, siapa dia ? Nayla meneliti baik baik setiap sudut wajah pria yang memanggil ayah nya tadi. Wajah itu ? Nayla teringat akan seseorang.
Pintu ruangan Bryan terbuka lebar. Beberapa orang dari pihak kepolisian masuk.
" Permisi tuan Mahendra, kami datang kemari membawa surat penangkapan" tegas komandan polisi.
" Silahkan " jawab Mahendra santai.
" Nyonya Melinda, Anda kami tangkap atas kasus perencanaan kecelakaan pada putra Tuan Mahendra" dan spontan membuat Melinda tergagap, raut wajah nya memerah dan jantung nya berdetak lebih kencang seolah akan mencelos keluar dari tempat nya.
" Dan anda saudara Beni, saudara kami tangkap atas kasus konspirasi. Anda membantu Nyonya Melinda yang tak lain adalah mantan istri anda sendiri untuk menjalankan rencana itu dan menyembunyikan identitas Bryan."
DUUUAAARRR
Bak dihantam ombak beserta bebatuan di dasar lautan. Tidak ada satupun pasang mata yang tidak terkejut. Semua nampak melebarkan bola mata nya. Termasuk pak Seto dan istrinya beserta ketiga sahabat Dara yang tadi nya akan menjenguk Bryan kini mereka juga dibuat tak percaya atas apa yang baru saja mereka dengar. Bom waktu yang Mahendra maksud akhir nya datang juga.
" Saya tidak bersalah pak. Pak polisi tidak bisa menangkap tanpa bukti" ucap Melinda mengelak.
" Anda mau bukti nyonya Melinda" Tantang Bastian dengan suara lantang. Entahlah darimana saja Bastian. Kenapa dia baru datang.
Bastian lalu memutar hasil rekaman video nya.
Flashback On
Rekaman video itu Bastian ambil beberapa menit yang lalu. Di dalam rekaman itu terlihat jelas Melinda yang menarik tangan Beni di salah satu ruangan yang ada di rumah sakit itu.
" Kenapa semua bisa berantakan begini sih" tanya Melinda pada mantan suami nya.
" Mana aku tau, kalau istri Bryan itu tinggal di desa. Sial nya, mereka memasang CCTV dirumah tanpa sepengetahuan ku." jawab Beni apa adanya.
__ADS_1
" Kamu terlalu lemah. Bagaimana bisa kecolongan. Kamu dari dulu memang bod*h itu sebabnya aku dulu meninggalkan mu" geram Melinda dan membuat Beni melayangkan tatapan tajam merasa tak terima.
" Kali ini aku tak mau gagal lagi. Bagaimana kalau kita habisi saja Bryan." tiba tiba ide gila muncul di otak Melinda.
" Jangan gila ya kamu, aku nggak mau masuk penjara" tolak Beni.
" Kamu baru tau kalau aku gila. Hahahaha... " jawab Mama Alex itu dengan senyum menyeringai.
" Aku bisa melakukan apa saja untuk menjadi istri Mahendra. Tentu nya aku akan melakukan apapun agar putra ku bisa menguasai perusahaan Mahendra termasuk melenyapkan Bryan." Jelas Melinda tanpa ragu.
Beni nampak menggeleng. " Aku nggak mau lagi ikut dalam rencana mu. Kamu lakukan saja sendiri" ucap Beni lalu pergi meninggalkan Melinda.
Flashback Off
" Prok... Prok... Prok..."
Suara tepuk tangan yang Mahendra berikan untuk kelakuan istri nya yang tidak pernah Mahendra sangka.
" Bagus ya, ternyata kamu adalah wanita paling jahat" cecar Mahendra dan membuat Melinda tak berkutik.
" Aku tidak pernah menyangka, orang terdekat ku sendiri yang sudah mencelakai putra ku."
" Cukup " teriak Mahendra tak mau dibantah.
" Bawa wanita ini pak polisi " ucap Mahendra tegas tanpa rasa kasihan.
" Tidak pa, Mama tidak mau" mohon Melinda bertekuk lutut dihadapan suami nya. Namun Mahendra adalah sosok laki laki yang memilik pendirian yang tegas. Tidak ada kata ampun untuk istri nya itu.
" Ma, kenapa mama melakukan ini" kini giliran Alex yang bertanya. Pria tampan seumuran Bryan itu sangat terkejut ternyata mama nya adalah dalang dibalik kecelakaan saudara tiri nya itu.
" Papa, jangan biarkan mama dibawa pergi sama polisi" Alex nampak memohon pada Mahendra. Bahkan pria yang jarang menangis itu kini air mata nya sudah tak dapat di bendung lagi. Namun Mahendra diam seribu bahasa.
" Ayah ada apa ini " tanya Nayla dengan berlinang air mata.
" Yah. jawab Nayla yah..." tanya Nayla lagi karena ayah nya itu hanya diam.
__ADS_1
Detik kemudian pandangan nya menatap tajam ke arah wanita paruh baya yang sudah menoreh luka di hati nya itu.
" Melinda, jadi kamu yang sudah merencanakan semua ini, kenapa kamu harus membawa ayah ku masuk dalam perangkap kejahatan mu. Kenapa harus ayah? Apa belum cukup luka yang kamu tancapkan di hati kami selama ini, hiks... hikss...."
" 15 tahun yang lalu kau tinggalkan aku dan ayah demi pria kaya ini." Tunjuk Nayla pada Papa Bryan. "Selama itu belum pernah kamu menemui putri mu. Ah aku lupa... sejak saat itu aku bukan putri mu lagi."
" .... dan sekarang kamu kembali merusak hidup ku. Bahkan memisahkan aku dengan ayah" Ucap Nayla dengan suara yang meninggi.
" Dan ayah, ayah kenapa tega sama Nayla. Ayah menghancurkan kebahagiaan Nayla. Ayah jahat.." ucap Nayla dengan air mata yang bercucuran.
" Nay, kamu salah Nay, kamu satu satu nya harta ayah. Ayah melakukan itu untuk kebaikan mu Nay. Maafkan Ayah Nay." Hanya itu yang dapat Beni ucapkan.
" Pak polisi cepat bawa mereka berdua dari hadapanku " perintah Mahendra
" Siap tuan " jawab mereka kompak lalu memborgol kedua tangan Melinda dan Beni.
Rasa sesal menyelimuti Beni, kini ia harus meninggalkan putri semata wayang nya sendiri karena ulah nya.
" Tunggu pak polisi " ucap Beni menghentikan langkah mereka. "ijinkan saya berbicara dengan putri saya" dan polisi nampak mengangguk.
" Nayla putri ku, Maafkan ayah yang sudah membuat hancur hidup mu. Kamu harus terus melanjutkan hidup mu yang masih panjang nak. Beni mengeluarkan sebuah kartu dari dompet nya. Terima lah ini Nay, gunakan uang ini untuk melanjutkan hidup mu"
Ayah Nayla itu kemudian menatap putra yang selama ini tinggal jauh dari nya.
" Alex putra ku, maafkan ayah. Ayah titip Nayla, kamu jaga adik mu ya Lex" ucap Beni dengan mata yang berkaca kaca.
Dara dan Bryan pun ikut terpaku mengetahui kenyataan yang sangat mengejutkan ini. Ada perasaan bahagia karena akhir nya perjuangan nya untuk mendapatkan kembali hati Bryan telah membuahkan hasil.
Ada perasaan lega karena kejahatan orang yang sudah mencelakai Bryan akhir nya terbongkar. Namun jauh dari lubuk hari Dara, Dara merasa iba dengan apa yang menimpa Nayla.
" Ayah...." teriak Nayla saat polisi itu membawa ayah nya pergi.
Nayla menangis histeris bahkan sampai terduduk lemas di lantai. Gadis ini benar benar hancur dan kehilangan semua harapan nya. Apalagi Ayah yang selama ini menyayangi nya harus mendekam di jeruji penjara untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya.
Sedangkan Alex nampak mengepalkan kedua tangan nya kuat. Nafas nya terlihat naik turun menahan amarah. Ada sorot mata kebencian pada Alex. Dia harus menyaksikan kedua orang tua kandung nya dibawa polisi karena Bryan.
__ADS_1
" Aku akan membalaskan semua penghinaan yang terjadi pada kedua orang tuaku."
" Kau harus membayar mahal semua nya Bryan. Tunggu pembalasan ku " janji Alex dalam hati nya.