
Sinar mentari nampaknya mulai muncul dari persembunyian dengan memancarkan senyum manis nya. Berbeda dengan sepasang suami istri yang masih bersembunyi di balik selimut nya. Rupa nya malam panjang itu membuat kedua nya kelelahan. Apalagi hampir pukul 2 dini hari mata ini baru terpejam.
Beberapa saat kemudian Bryan perlahan membuka mata nya. Mata ini terasa berat dan lengket seakan enggan untuk terbuka. Bryan merubah posisi nya menjadi bersandar di kepala ranjang. Ditatapnya wajah damai istri yang sangat ia cintai itu. Dibelainya rambut istri nya, Dara masih terpejam dan belum ada tanda tanda pergerakan untuk bangun.
Dengan sangat hati-hati Bryan turun dan memunguti pakaian yang berserakan di lantai. Lalu mengenakan celana boxer nya dan masih dengan bertelanjang dada Bryan berjalan ke kamar mandi.
Tak lama kemudian Bryan keluar dari kamar mandi masih memakai boxer nya dan menghampiri Dara yang mulai mengerjapkan mata nya.
" Sayang, kamu sudah bangun. " ucap Bryan mengecup kening Dara.
Tanpa aba-aba Bryan sudah menggendong tubuh Dara yang masih polos itu dan membawa nya ke dalam kamar mandi.
" Eh.. Eh.. Yang " ucap Dara memberontak kecil merasa tak siap tiba - tiba Bryan mengangkat nya.
" Diam Yang " jawab nya tanpa menghentikan langkah nya.
Kembali Dara dibuat kagum, suami tampan nya itu sudah menyiapkan bathtub dengan air hangat bertabur bunga mawar untuk berendam. Mematikan lampu kamar mandi dan menyalakan lilin. Bryan memang sangat memanjakan istri cantik nya ini.
" Kamu capek kan Yang, badan kamu sakit semua, kita berendam dulu ya" ucap Bryan menurunkan Dara ke dalam bathtub lalu Bryan pun masuk ke dalam nya.
Mereka berdua menikmati sensasi rendaman air hangat dengan aroma bunga mawar yang semerbak memenuhi ruangan. Sesekali kedua nya saling memberikan sentuhan yang membuat kedua nya melayang. Kembali dua manusia ini memadu kasih di dalam bathtub. Dunia memang hanya milik Bryan dan Dara untuk saat ini.
Selesai menuntaskan hasratnya mereka pun mandi membersihkan diri. Bryan keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk yang melilit di pinggang nya. Rambut nya terlihat masih basah bahkan menetas di dada bidang nya. Membuat kesan tampan nya bertambah berkali lipat. Sedangkan Dara memakai bathrobe dan handuk kecil di kepala nya.
Dara mendudukan diri di meja rias untuk mengeringkan rambut nya. Namun Bryan mendekat dan kembali memeluk nya dari belakang. Bryan selalu saja menggoda istrinya nya.
" Sayang, mulai lagi deh " ucap Dara saat Bryan meletakan kedua tangan nya di pinggang istri nya. Namun Bryan hanya terkekeh dan menghadiahkan ciuman di pipi mulus Dara.
" Ganti baju gih. Aku udah lapar " gerutu Dara mengelus perut nya yang rata itu. Kalau tak begitu mungkin saja Bryan akan terus menggoda nya dan kembali melancarkan aksi nya.
Bryan terkekeh lalu mengacak rambut istri nya. "yaudah kita ganti baju terus kita makan ya" dan Dara mengangguk cepat.
Bergegas Dara mengeringkan rambut nya dengan hair dryer lalu menyisir nya dan memoles wajah nya dengan make up tipis kemudian memakai kaos putih polos dan celana jeans pendek lalu memakai tas selempang nya. Rambut panjang nya dibiarkan tergerai. Begitu juga dengan Bryan hanya kaos putih polos yang sama dengan punya Dara dan celana pendek warna hitam. Sebab setelah sarapan mereka akan pergi ke pantai.
Setelah rapi mereka turun ke bawah menuju ke restoran untuk mengisi perut mereka. Bryan dan Dara menikmati sarapan yang agak kesiangan ini dengan lahap nya. Tangan Bryan lalu bergerak mengambil ponsel nya dan mengetikan pesan pada supir untuk mengantar mereka ke pantai.
Setelah supir datang dan mereka selesai sarapan, kedua nya bergandeng tangan dan menemui supir yang sudah menunggu mereka. Kedua nya masuk ke dalam mobil dan supir mengemudikan mobil menuju ke pantai.
Dua puluh menit mereka tiba di pantai. Suasana sangat ramai sebab hari minggu. Setelah memarkirkan mobil, mereka berdua turun dan dengan bergandengan tangan mereka mulai menyusuri pantai. Suasana sangat adem sebab banyak pohon yang tumbuh disekitar pantai meskipun matahari mulai menyengat.
__ADS_1
Mereka berdua mendekat ke arah pantai. Melepas sepatu nya dan berjalan mendekat menikmati ombak pantai. Menikmati desiran ombak dan angin yang berhembus. Bahkan mereka sudah berulang kali merubah posisi dari bergandengan, saling peluk, kejar kejaran seperti anak ABG yang lagi kasmaran. Bahkan bermain pasir pantai. Senyum dan tawa mereka seakan tak ada habis nya. Mereka pun mengabadikan setiap moment bahagia ini. Benar-benar bahagia sekali putra dan menantu Mahendra ini.
" Sayang, aku haus " ucap Dara pada suami nya.
" Mau minum apa, es kelapa muda mau" tanya Bryan.
" Iya mau "
" Yaudah kamu tunggu sebentar, aku belikan dulu ya" ucap Bryan kemudian dan Dara mengangguk.
Beberapa menit kemudian Bryan datang membawa dua buah kepala muda yang tampak seger dinikmati di hari yang sudah mulai panas ini.
" Mereka berdua duduk di bawah pohon yang tersedia tempat duduk. Menikmati es kelapa muda dan angin yang semilir menyibak rambut panjang Dara. Membuat pesona istri Bryan ini semakin terpancar.
" Kamu cantik sayang "
Seakan tak bosan Bryan selalu memuji kecantikan istri nya. Dara pun tersenyum manis dan melanjutkan menghabiskan es kelapa nya.
" Sayang, kita keliling cari oleh-oleh yuk " ajak Dara.
" Memang nya nggak capek Ra" jawab Bryan dan Dara menggeleng.
Mereka lalu mencuci kaki terlebih dulu dan kembali memakai sepatu nya lalu berjalan mengelilingi penjual oleh-oleh yang tersedia di sekitar pantai.
Berhentilah Bryan dan Dara di penjual aksesoris. Dara mengambil kacamata lalu memakai nya.
" Gimana Yang bagus nggak " tanya Dara pada Bryan.
" Bagus "
Lalu Dara mengambil satu kacamata lagi dan ia pakaikan pada suami nya.
" Oh.. kamu tampan sekali sayang" ucap Dara memuji suami nya.
Dara kembali bergerilya dan menemukan topi pantai yang sangat cantik. Dia pun memakai nya. Kembali Dara menanyakan pada suami nya.
" Sayang bagus nggak "
" Bagus " komentar Bryan lagi.
__ADS_1
Dara tersenyum, tanpa melepas nya. Dara memilihkan topi pantai untuk suami nya. Setelah menemukan yang cocok untuk suami nya, segera Dara memakaikan pada kepala Bryan.
" Wah sayang kamu sangat tampan" kembali Dara berkomentar. Dan Bryan tampak pasrah dengan istri nya.
" Kita beli kacamata dan topi pantai ini ya Yang" tanya nya pada Bryan.
" Iya Sayang " ucap Bryan gemas dengan istri nya.
Tak lupa Dara membelikan topi pantai untuk ketiga sahabat nya.
Bryan lalu mengeluarkan beberapa lembar uang warna merah untuk membayar belanjaan istri nya.
Kini dengan memakai topi pantai dan kacamata Dara meminta pada penjual aksesoris untuk memotret mereka berdua. Dengan berbagai gaya Bryan dan Dara melakukan sesi foto.
Kembali Bryan mengeluarkan uang warna merah sebagai ucapan terima kasih pada penjual aksesoris yang sudah membantu memfoto mereka.
" Terima kasih tuan dan nona " ucap penjual aksesoris dan mereka mengangguk lalu berlalu pergi.
Tiba di penjual tas, dompet dan gelang khas daerah sini. Dara pun memilih bahkan mereka memborong nya untuk oleh-oleh. Untuk papa Mahendra, Alex, asisten rumah tangga, tukang kebun, satpam, sahabat mereka bahkan orang orang kantor Bryan semua dapat oleh-oleh. Rupa nya CEO Pradana group ini sangat royal pada orang-orang terdekat nya. Tak lupa mereka berhenti di penjual baju. Dara membeli beberapa baju, celana pantai dan syal.
Setelah memborong barang barang, Bryan mengirimkan pesan pada supir untuk membawa nya ke mobil. Setelah semua barang yang dibelinya tersimpan di mobil dan jam sudah menunjukan pukul 12 siang Bryan dan Dara beristirahat di cafe untuk memesan makan siang.
Mereka memilih tempat duduk yang di bawah agar bisa leluasa. Tak lama kemudian pelayan datang membawakan pesanan mereka. Kedua nya menikmati menu makan siang yang terkenal di cafe dekat pantai itu.
Setelah dirasa cukup Bryan dan Dara melanjutkan perjalanan mereka. Dengan memakai topi pantai dan kacamata nya Bryan dan Dara kini berada di atas kapal untuk menuju pulau penyu. Diperjalanan naik kapal Bryan dan Dara sangat menikmati indah nya lautan ini. Meskipun panas nya matahari menyerang tapi udara tetap sejuk.
Kini tibalah mereka di pulau penyu. Bryan dan Dara melihat habitat penyu mulai dari yang masih kecil hingga dewasa semua ada. Bahkan mereka memegang penyu tersebut dan berfoto bersama.
Setelah dirasa puas kedua nya memutuskan kembali dengan menggunakan kapal yang mereka tumpangi tadi. Kembali berlayar dan menikmati air pantai yang jernih dan angin yang bertiup sepoi. Kapal yang membawa mereka kini tiba di pinggir pantai lagi. Bryan turun dengan menggandeng istri nya.
Kembali mereka mendudukan diri di tepi pantai tak ingin melewatkan momen matahari terbenam. Dengan posisi kepala Dara yang bersandar di bahu Bryan. Kedua nya berbincang-bincang merancang masa depan yang indah bersama. Sesekali tangan Bryan terangkat untuk mengelus rambut panjang istrinya dan memberikan kecupan di puncak kepala dan kening Dara.
Sinar mentari di ujung barat kini mulai menampakan sinar jingga nya. Bryan merubah posisi nya menjadi membawa Dara ke dalam dekapan nya.
" Sayang, lihat lah " ucap nya dengan mengelus pipi mulus Dara. Kedua nya menatap cahaya yang berubah orange kemerahan itu.
" Matahari disana bisa saja tenggelam, tapi cintaku pada mu tak akan tenggelam sayang" ucap Bryan dan semakin mendekatkan wajah nya pada bibir Dara dan...
Cup
__ADS_1
Bryan mengecup bibir manis Dara bersama dengan tenggelam nya matahari di ujung sana.