
Bella merebahkan tubuh nya dengan kasar. Nafas nya nampak tak beraturan karena rasa kesal nya. Berharap bos nya itu akan mengantar nya pulang, namun Bryan justru bersikap cuek dan biasa biasa saja bahkan tak peduli sama sekali.
" Arkhhhh " Bella nampak mengumpat meluapkan kekesalannya.
" Aku tidak boleh menyerah, ini baru permulaan. masih banyak rencana yang harus aku jalankan." ucap nya kemudian.
Tangan Bella nampak bergerak meraih tas yang ia buang ke sembarang tempat saat pulang kerja tadi. Setelah menemukan benda pipih milik nya itu, dengan terampil tangan nya mengetik pesan pada seseorang. Lalu melempar kembali ponsel nya ke ranjang.
Wanita ini bangkit dari posisi tidur nya kemudian duduk di meja rias yang ada di kamar nya. Ditatapnya kaca besar di depan nya itu. "Aku tidak kalah cantik dari Dara. Tapi kenapa aku tidak berhak bahagia seperti dia" ucap nya lirih namun jari jemari tangan nya nampak mengepal. Tangan nya lalu bergerak mengambil sebuah foto yang ia letakan di meja rias nya. Di pandang nya foto orang yang paling ia sayangi itu.
" Ayah, aku kangen banget sama ayah" ucap Bella, bahkan setetes air dari sudut mata nya kini sudah tumpah tanpa di minta.
" Bagaimana kabar ayah" ucap nya lagi kini meraba foto ayah nya lalu mendekap nya erat. Bahkan cairan bening itu mengalir semakin deras.
Wanita ini menyeka air mata nya yang berjatuhan. Lalu melepas kacamata nya. Kemudian bergerak menghapus make up nya.
Nayla Mabella, Ya... sekretaris Bryan itu tak lain adalah Nayla. Dengan bantuan Alex, adik kandung nya itu berhasil masuk ke kantor Pradana Group untuk menjalankan misi balas dendam nya. Bahkan dengan posisi sekretaris Bryan, dengan mudah nya adik kandung Alex ini untuk mendekati suami Dara.
Tentu nya Bella hadir dengan penampilan baru yang tidak akan dikenali orang. Beberapa waktu yang lalu setelah selesai dari pusat perbelanjaan untuk membeli perlengkapan yang akan menunjang penampilan Bella, Alex mengajak Bella ke salon langganan Melinda untuk merubah penampilan adik kandung nya ini.
Rambut hitam lurus itu kini berubah menjadi sedikit curly dan berwarna kecoklatan. Pegawai salon itu menanamkan bulu mata palsu dan mengukir alis Bella. Bahkan Bella sekarang menggunakan softlens dan berkacamata. Serta memakai make up yang belum pernah ia pakai sebelum nya. Sungguh, usaha nya berhasil menyulap gadis desa ini menjadi Bella yang terlihat sangat cantik, seksi dan menarik.
Masih menatap kaca besar di depan nya. Semesta seperti nya tidak berpihak pada nya. Wanita ini harus menanggung semua perbuatan orang tua nya. Kenapa dari dulu dia harus menderita. Bella sangat kesepian tinggal di kontrakan kecil seorang diri apalagi harus tinggal di kota besar ini. Sedangkan kakak nya masih bisa tinggal enak di rumah mewah milik Mahendra. Takdir tak adil menurut nya. Wanita cantik ini nampak tersenyum getir meratapi nasib nya.
Bella nampak menghela nafas dan membuang nya kasar. "Aku harus bisa menjadi wanita yang kuat" tekad putri Beni dalam hati lalu beranjak dari tempat duduk nya. Namun langkah nya terhenti saat pintu kontrakan nya diketuk oleh seseorang. Bella melangkah ke depan dan mengintip siapa yang datang, rupa nya itu kakak nya.
" Masuk kak " ucap Bella membuka pintu untuk Alex. Lalu Alex masuk ke dalam dan duduk di kursi tamu. Terdengar helaan nafas dari kakak nya itu.
" Kamu kenapa? habis nangis ya" tebak Alex. Tanpa ditanya pun harus nya Alex sudah tau jika adik nya itu habis meneteskan air mata. Terlihat dari raut wajah nya yang begitu sembab.
__ADS_1
" Aku kangen sama ayah kak" jawab Bella, lalu Alex berangsur mendekat dan menenangkan hati adik nya itu.
" Kakak bawa makanan untuk kamu, kamu makan dulu ya" dan Bella nampak mengangguk "Iya nanti aku makan kak."
" Apa rencanamu selanjutnya" tanya Alex lagi.
" Kakak tenang saja, aku sudah menyiapkan rencana untuk menghancurkan rumah tangga mereka" Tegas Bella menyungging kan senyum nya. Bahkan wajah sendu ini seketika berubah tegar setiap kali membahas mengenai balas dendam nya.
" Kamu boleh melakukan apa saja asal jangan sakiti Dara." tegas Alex seketika membuat tawa Bella pecah.
Hahahaah......
" Kakak, kakak ... ckckck" seru Bella dengan menggelengkan kepala nya. "Segitu cinta nya kakak sama Dara. Tapi kakak itu lemah." ejek adik nya dan Alex nampak melotot tak terima.
" Kakak peringatkan sekali lagi, kalau sampai terjadi apa-apa sama Dara, dan itu karena ulah kamu. Kamu akan berhadapan dengan kakak" tegas Alex lalu bangkit dari duduk nya.
" Apa sih hebat nya Dara, sampai sampai kakak ku saja tergila gila pada nya. Bahkan kak Alex lebih membela dia daripada adik nya sendiri" Gumam Bella tak percaya.
...****...
" Sayang, kamu nanti ke kampus nya diantar supir nggak apa-apa kan" ucap suami Dara lembut.
" Iya tenang aja " singkat Dara dengan tangan yang masih sibuk memasangkan dasi suami nya. Bahkan suami Dara itu nampak tak berkedip sama sekali melihat wajah cantik istrinya.
" Yang, udah selesai" ucap Dara setelah memastikan suami nya terlihat rapi.
" Yang, malah bengong" seru Dara lagi.
" Ah ... Iya, aku lagi menikmati pemandangan pagi yang sangat indah" satu jawaban Bryan yang membuat Dara menautkan kedua alis nya.
__ADS_1
" Pemandangan apa " tanya Dara polos.
" Pemandangan indah yang Tuhan ciptakan khusus untuk ku Yang" jawab Bryan dengan senyum lalu mendaratkan kecupan di kening istrinya. Dan Dara seketika memeluk tubuh suami nya itu. Bahkan Bryan membalas pelukan Dara lebih erat lagi.
Pagi ini, Bryan ada meeting dengan klien penting nya. Untung Bryan sudah menyiapkan supir pribadi untuk Dara, jadi dia merasa lebih tenang. Lain hal nya dengan Dara justru hati nya tak tenang.
" Yang, nanti meeting nya sekretaris kamu itu ikut juga" tanya Dara was was.
" Iya Yang, dia kan sekretaris aku." jawab Bryan namun Dara tampak memanyunkan bibir nya. "Ada Bastian dan Kak Alex juga Yang" ucap nya kemudian.
" Udah jangan khawatir" ucap Bryan mengelus rambut panjang istrinya itu dan Dara nampak mengangguk.
Sesampai nya di kantor, Bella dan Bastian sudah siap dengan berkas yang akan di bawa nya. Mobil yang dikemudikan oleh Bastian itu melesat meninggalkan kantor Pradana Group.
Bella tak akan menyia-nyiakan kesempatan saat bersama Bryan. Pagi ini adik Alex itu terlihat sangat cantik. Dia akan selalu berpenampilan seperti ini untuk menggoda Bryan.
Meeting yang berlangsung di sebuah hotel berbintang itu berjalan dengan sangat lancar, jangan tanyakan kemampuan Bryan, suami Dara itu memiliki kecerdasan luar biasa dalam berbisnis. Gaya bicara nya tak perlu diragukan lagi. Apa yang ia sampaikan selalu membuahkan hasil dan selalu berakhir dengan tanda tangan kontrak. Seperti apa yang terjadi pada meeting pagi ini yang sangat sukses dan menambah pundi pundi kekayaan Pradana Group.
Bella semakin mengagumi sosok bos nya itu. Bahkan tekad nya semakin bulat untuk mendapatkan pria tajir melintir yang sudah menjadi suami orang ini.
Selesai meeting mereka lanjutkan dengan menikmati menu makanan di hotel itu. Tangan Bella nampak sibuk mengambilkan makanan untuk Bryan.
" Bell, aku bisa ambil sendiri" ucap Bryan namun Bella justru memberikan senyum semanis mungkin dan tangan nya tetap bergerak mengambilkan makanan untuk bos nya itu.
" Nggak apa-apa pak, ini sudah tugas saya sebagai sekertaris bapak" jawab sekretaris Bryan itu. Bahkan tanpa mereka sadari Alex sudah mengabadikan momen dimana Bella sangat dekat bahkan memberikan perhatian nya pada suami Dara itu.
Di tempat lain, di kampus milik Mahendra. Dimana Dara mengenyam pendidikan untuk mendapat gelar sarjana. Dara dan ketiga sahabat nya sedang asyik melahap bakso favorit makan siang nya di kantin. Dara menghentikan aktifitas nya menyendokan bakso ke dalam mulut nya saat ponsel nya bergetar. Diambil nya benda pintar dari dalam tas nya itu.
Mata Dara memicing saat ada satu pesan masuk dari nomor yang tidak ia kenal. Lalu Dara membuka nya, mata nya seketika membulat sempurna saat melihat isi pesan dari nomor yang tidak ia kenal itu.
__ADS_1