
" Sayang gimana kamu suka kejutan dari ku" tanya Bryan di sela-sela aktifitas dansa mereka.
" Iya sayang aku suka " balas Dara dengan senyum manis nya.
Bryan menarik pinggang Dara untuk semakin dekat dengan nya. Menikmati alunan musik dansa dan suasana malam yang sangat mendukung. Gemerlap bintang di langit menambah syahdu nya malam ini.
Bryan dan Dara menghabiskan malam yang panjang di taman yang sudah Bryan sewa khusus untuk memberikan kejutan pada Dara. Hari sudah semakin larut mereka memutuskan untuk kembali ke hotel. Malam ini menjadi malam yang tak pernah terlupakan untuk pasangan suami istri ini. Mereka seperti pengantin baru yang sedang dimabuk cinta.
Jalanan yang sudah mulai sepi hanya membutuhkan waktu kurang dari lima belas menit untuk sampai di hotel. Setiba nya di hotel Bryan memberikan beberapa lembar uang warna merah pada pak supir sebagai ucapan terima kasih nya. Lalu berjalan menggandeng istri nya menuju lift dan naik ke lantai atas dimana kamar nya berada.
Bryan menghempaskan tubuh nya di ranjang dan Dara bergegas membersihkan diri nya.
" Sayang tunggu " seru Bryan yang bangkit dari ranjang nya. Dengan segera Dara membalikan badan nya. "iya sayang" jawab nya.
Bryan berjalan ke arah Dara dan memberikan sebuah paper bag warna merah yang ia ambil dari laci.
" Apa ini " tanya Dara.
" Pakailah sayang " ucap Bryan dengan senyum lalu kembali menyandarkan tubuh nya di ranjang.
Dara menerima nya tanpa membuka terlebih dulu lalu bergegas ke kamar mandi. Setelah membersihkan diri nya Dara meraih paper bag itu dan membuka nya. Astaga, Dara melebarkan pupil mata nya saat melihat isi nya. Sebuah lingerie warna pink transparan. Dara menggelengkan kepala nya. Dimana dan kapan suami nya itu membeli sebuah pakaian wanita yang menerawang seperti ini.
Rupa nya suami nya yang menyandang gelar CEO itu tidak merasa malu membeli pakaian dalam wanita seperti ini. Tak ingin mengecewakan suami nya. Dara pun memakai nya. Kembali Dara melotot saat lingerie itu terpasang di tubuh nya. Sungguh ini pertama kali nya Dara memakai pakaian transparan seperti ini.
__ADS_1
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka. Seketika tatapan Bryan tertuju pada Dara. Bryan ternganga dan tak berkedip sedikitpun melihat istri nya. Pakaian dinas malam yang Bryan siapkan menampilkan setiap lengkuk tubuh indah istrinya yang putih mulus itu.
Dara berjalan mendekat, membuat Bryan kesusahan menelan saliva nya. Sorot mata nya tak teralihkan sedikitpun dari pandangan nya pada Dara. Jantung nya berdetak lebih kencang dari biasa nya. Bryan seperti melihat bidadari yang berjalan mendekat ke arah nya.
" Sayang " ucap Dara dengan tangan yang sudah memegang pundak suami nya sontak membuat Bryan mengedipkan mata nya lalu menggaruk tengkuknya yang tiba-tiba terasa gatal. Bryan terlihat salah tingkah untuk saat ini.
Bryan tersenyum untuk menutupi rasa gugup yang tiba tiba melanda. Tangan nya terangkat untuk meraih tangan Dara dan membawa nya duduk diatas pangkuan Bryan. Dikecup nya punggung tangan istrinya dengan lembut. Dapat Bryan rasakan harum tubuh istrinya yang selalu membuat nya candu itu.
Sekali lagi Bryan menatap istrinya dari atas ke bawah. Kembali Bryan kesusahan menelan saliva nya saat melihat belahan da-da istri nya terpampang nyata nya di depan mata nya. Sungguh baju yang ia siapkan sangatlah membuat Bryan tergoda.
Tangan Dara dengan terampil membuka satu per satu kancing kemeja Bryan dan melepasnya. Kini dapat Dara lihat dengan jelas dada bidang suami tampan nya itu. Dara lalu mengalungkan tangan nya di leher suami nya.
Untuk kesekian kali nya Bryan memandang istri nya. Kedua pasang mata itu saling tatap, mengagumi satu sama lain. Tatapan ini semakin dalam hingga pandangan kedua nya terkunci untuk sekian detik. Bryan semakin mendekat mengikis jarak di antara kedua nya.
Cup
Bryan mengecup singkat bibir istrinya. "Sayang apa kau bahagia" tanya nya dan Dara mengangguk pasti. Bryan kembali tersenyum.
" Ini bulan madu kita yang sempat tertunda. Dan aku sudah menepati janji ku. Aku akan membuat mu menjadi wanita paling bahagia malam ini" ucap Bryan masih dengan posisi di atas Dara. Bryan semakin mendekat, dapat Dara rasakan hembusan nafas Bryan yang terasa panas di sekitar wajah nya.
Cup
__ADS_1
Kali ini Bryan mencium lama bibir ranum istri nya, sengaja memainkan nya dan Dara pun membalas nya.
Ciuman itu turun ke sekitar leher Dara, Bahkan tak lupa Bryan memberikan tanda kepemilikan di sekitar leher dan dada istri nya hingga terdengar lenguhan dan desah*n dari bibir Dara yang membuat Bryan semakin berhasrat. Bryan menanggalkan celana nya dan membuang nya asal lalu kembali melancarkan aksi nya untuk menggempur istri nya. Kedua tubuh ini semakin memanas dengan deru nafas yang semakin memburu.
Pergulatan panjang dan panas itu pun berlangsung di kamar hotel yang menjadi saksi bulan madu mereka. Jam di dinding menunjukan pukul 1 dini hari. Kedua nya menyudahi aktifitas mereka lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh yang sama-sama polos ini.
Masih dengan nafas yang tersengal-sengal dan keringat yang bercucuran Bryan mendekap Dara untuk masuk ke dalam dada bidang nya. Mengecup kening nya sebentar "I Love You Dara" lalu mengacak pelan rambut istri nya. Dara mendongak menatap suami yang sangat dicintai nya itu lalu dengan senyum yang mengembang Dara pun membalas,
" I Love You Too Bryan" kemudian Dara semakin mengeratkan pelukan nya.
Bryan tersenyum lega, malam seperti ini sudah lama Bryan persiapan untuk menebus kebahagiaan yang seharusnya Dara dapatkan sejak lama. Kebahagiaan pengantin baru yang harus sirna begitu saja karena ulah mama tiri nya yang terang terangan mencelakai nya bahkan hampir memisahkan mereka berdua.
" Mulai saat ini hanya kebahagiaan yang akan aku berikan sayang"
" Tak akan aku biarkan siapapun menyakiti mu"
" Aku akan tetap berada disamping mu menjadi pelindung untuk mu"
" Dengan posisi yang selalu menggenggam erat tangan mu dan mendekap tubuh mu "
" Sekali lagi aku mencintai mu Dara Anastasya"
" Tidur lah sayang " Lalu kedua nya mulai memejamkan mata nya dengan posisi saling peluk.
__ADS_1
Tak menunggu waktu yang lama kedua nya lalu tenggelam bersama di alam mimpi.