Sebening Air Mata Dara

Sebening Air Mata Dara
Gara Gara Oleh Oleh


__ADS_3

" Lex, nanti satu jam lagi jemput adik mu di bandara ya" perintah Mahendra pada Alex.


" Ah sial, kenapa harus aku sih yang jemput." gumam Alex tentu nya dalam hati.


" Lex " panggil Mahendra lagi.


" Ah.. iya pa " jawab Alex kemudian.


" Papa langsung pulang dengan supir. Dan kamu langsung ke bandara saja" titah Mahendra sebelum meninggalkan ruangan Alex.


Kedua nya saat ini masih berada di kantor dan Alex yang akan bergegas pulang mau tak mau harus mengikuti perintah papa sambung nya itu.


Setelah memastikan pekerjaan nya selesai Alex bangkit dari duduk nya dan menyambar kunci mobil nya lalu berjalan meninggalkan ruangan nya. Langkah nya terhenti saat adik kandung nya itu menghadang nya.


" Kak Alex tau post..."


" Iya tau " potong Alex cepat


" Ih.. Kok kak Alex nggak bilang sih kalau mereka lagi bulan madu" ucap Bella kesal


" Terus kamu mau apa?" jawab Alex lebih kesal lagi dan berjalan cepat meninggalkan adiknya.


" Kak tunggu kak " kejar Bella


" Kak Alex mau kemana? " desak Bella lagi.


Alex menghentikan langkah nya dan menghela nafas nya. "Mau jemput Dara" jawab Alex kemudian.


" Hah... maksud nya kak Alex mau jemput mereka yang baru pulang dari bulan madu." seru Bella namun Alex sudah lebih dulu mempercepat langkah nya. Dan Bella semakin kesal dengan kakak nya itu.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedang memperhatikan gerak gerik mereka.


Di Bandara,


Setengah jam yang lalu Alex sudah tiba di bandara, dia sedang mendudukan diri nya diruang tunggu.


" Kak Alex " ucap Bryan seketika Alex mendongak lalu berdiri.

__ADS_1


" Hai Ra gimana kabar mu " ucap Alex dengan senyum dan Bryan nampak mengernyitkan dahi nya. Kenapa istri nya yang dia sapa. Bryan hanya menghela nafas nya dan tak mau ambil pusing. Dara pun hanya membalas dengan tersenyum tipis.


" Kakak udah lama" tanya Bryan lagi.


" Baru kok " singkat Alex.


" Ayo kita pulang " ajak nya kemudian.


Bryan dan Dara duduk di kursi penumpang. Dan Alex nampak fokus mengemudikan mobil milik nya. Tidak ada percakapan di dalam nya. Jangan ditanya kenapa? Hubungan mereka memang tidak sedang baik baik saja.


Sesekali Alex melirik ke arah Dara melalui spion di depan nya. Namun yang Alex dapatkan hanyalah kepahitan. Lagi lagi dia harus melihat kemesraan mereka dan dia malah jadi supir seperti ini.


" Sial " umpat Alex lirih bahkan hanya terdengar oleh Alex sendiri.


Tiga puluh menit kemudian Alex memberhentikan mobil nya di halaman kediaman Mahendra.


" Wah, non Dara dan den Bryan sudah pulang" seru Bi Tuti menyambut tuan dan nona muda mereka.


" Iya Bi " balas Bryan dan Dara ramah.


" Bi, angkat koper kita dan bawa ke atas ya. Oh iya di dalam juga ada oleh oleh tolong bibi ambil sekalian" kata Bryan.


Kedua nya lalu menaiki tangga menuju ke kamar yang sudah tiga hari mereka tinggal. Sedangkan Alex hanya menatap sendu ke arah pasangan yang sangat berbahagia ini.


...****...


Pagi hari nya, Bryan sudah rapi dengan kemeja biru dongker dan celana bahan warna hitam. Hari ini Bryan akan berangkat ke kantor. Sedangkan Dara juga sudah terlihat rapi dengan dress warna orange yang membuat nya terkesan fresh hari ini.


Setelah sarapan mereka membagikan beberapa oleh oleh untuk papa tercinta. Bahkan semua pekerja di rumah besar Mahendra tak ada yang ketinggalan. Semua mendapatkan oleh oleh yang sama. Mereka semua nampak bahagia mendapatkan perhatian dari majikan muda nya ini. Bahkan doa terbaik mereka ucapkan untuk putra dan menantu tuan besar nya. Berbeda dengan Alex yang nampak datar menerima pemberian Bryan dan Dara. Bahkan Alex terlihat muak mendengar pujian dan pujian dari seisi rumah untuk adik tiri nya itu.


Seperti biasanya Bryan mengantarkan Dara ke kampus dulu baru ke kantor. Bryan nampak fokus dengan jalanan yang padat merayap di pagi hari seperti ini. Sedangkan Dara nampak berkirim pesan dengan sahabatnya. Sesekali Bryan melirik ke arah istri nya yang masih fokus dengan benda pipih di tangan nya itu.


" Sayang asyik banget sih" seru Bryan dan Dara menoleh menatap suami nya lalu tersenyum.


" Lagi berkirim pesan sama Yola. Mereka bertiga udah di kampus" jawab Dara apa ada nya dan Bryan nampak manggut-manggut. Tak lama mobil mewah Bryan berhenti di depan gerbang kampus.


" Belajar yang rajin Ra" ucap Bryan mengacak pelan rambut Dara.

__ADS_1


" Siap Bos " ucap nya lalu Dara mencium punggung tangan suami nya dan Bryan memberikan kecupan di kening Dara. Dara pun turun dan Bryan melambaikan tangan pada istri nya lalu melajukan kendaraannya menuju ke kantor.


Di tengah perjalanan pandangan Bryan melihat seorang wanita yang tak asing berjalan di depan nya.


Tin.. Tin..


Suara klakson mobil Bryan mengagetkan wanita yang tiba tiba menghentikan langkah nya itu. Bryan lalu membuka kaca mobil nya. Seseorang di luar mobil itu terperangah dengan pesona Bryan saat pria tampan di depan nya membuka kacamata hitam nya.


" Bella " sapa Bryan


" Tumben jalan kaki " tanya Bryan


" A...a.. anu pak tadi taksi nya mogok. Jadi saya jalan kaki" jawab Bella kemudian.


" Yasudah bareng aja " ucap Bryan sontak membuat Bella terkejut.


" Iya pak " jawab nya cepat lalu membuka pintu mobil bagian depan.


" Eh ... eh... tunggu Bell. Kamu naik mobil Bastian di belakang ya" perintah Bryan seketika Bella menoleh dan melotot.


Jlep


Sudah terbang melayang diajak naik mobil berdua dengan atasan tampan nya itu, kini ia harus terjatuh. Dengan perasaan kesal Bella menuju ke mobil Bastian yang berhenti tepat di belakang mobil Bryan


Bella menutup pintu mobil Bastian dengan kasar. Bukan nya marah justru Bastian terkekeh seolah mengetahui kekesalan wanita yang kini duduk disebelah nya.


" Kenapa, sudah berharap bisa satu mobil berdua dengan Bryan" ucap Bastian mengejek lalu melajukan mobil nya.


" Ih... apaan sih kamu " ucap Bella dengan memanyunkan bibir nya.


" Jangan harap Bryan akan meleleh dengan mu. Di hati nya itu hanya ada nama Dara seorang" jelas Bastian seketika membuat Bella semakin mendengus kesal. Dan Bastian semakin terkekeh.


Suasana di kantor pagi ini sangat ramai. Suara riuh terutama dari karyawan wanita yang mendapatkan oleh oleh dari atasan tampan nya itu nampak bahagia. Bahkan terdengar gelak tawa mereka. Bella yang melihat ekspresi berlebihan teman kerja nya itu nampak geram. Rupa nya sebagian besar karyawan wanita di kantor ini mengagumi bos muda nya itu.


" Arkhhhh "


" Sial banget hari ini " umpat Bella dengan meremas kertas yang berada di meja kerja nya itu.

__ADS_1


Terlihat senyum menyeringai dari seseorang yang sejak tadi memperhatikan gerak gerik Bella.


__ADS_2