Sebening Air Mata Dara

Sebening Air Mata Dara
Rencana Bulan Madu


__ADS_3

" Dengan Bastian dan Bella " Jawab Bryan.


Deg


Kini Dara merubah posisi duduk nya menjadi sejajar dengan Bryan. Hening untuk sesaat. Kedua nya bergelut pada pikiran masing-masing.Rasa kekhawatiran mulai menyelimuti. Trauma akan kejadian yang pernah menimpa suami nya sangat menghantui pikiran Dara. Bukan hanya itu saja, suami nya harus menginap di luar kota dengan sekretaris baru nya yang menurut Dara wanita itu selalu berusaha menggoda suami nya.


Melihat istrinya itu masih diam. Kini Bryan mengambil keputusan. "Kamu ikut pergi aja ya Yang" ucap Bryan, seketika Dara menoleh. Seulas senyum terbit tanpa di minta dan menghiasi wajah cantik Dara.


" Gimana Ra, kamu mau kan" tanya Bryan lagi.


" Iya Yang, aku mau " jawab Dara cepat lalu masuk ke dalam dada bidang suami nya. Jelas Dara mau, mana mungkin ia membiarkan pria tampan nya bersama sekretaris nya tanpa pengawasan nya.


" Mana mungkin aku membiarkan kamu dirumah sementara aku tak disamping mu" Gumam Bryan dalam hati dan semakin mempererat pelukan nya. Rupa nya kedua nya sama-sama khawatir jika harus berjauhan.


" Oh .. Iya Yang, ada satu hal yang belum aku tepati" ucap Bryan kemudian dan Dara nampak melepas pelukan nya sebentar lalu menatap suami nya dengan sebelah alis nya yang terangkat. Tak tau janji apa yang suami nya itu maksud.


" Bulan Madu " bisik Bryan di telinga istri nya. Dan Mata Dara seketika melebar. Ya, Dara mengingatnya. Bryan memang mengucapkan janji itu satu hari setelah pernikahan mereka sebelum kejadian naas itu membuyarkan semua impian mereka berdua.


Setelah meeting di luar kota nanti selesai mereka berdua berencana untuk melakukan bulan madu yang sempat tertunda. Bryan ingin menghabiskan waktu nya hanya berdua. Ya, hanya berdua dengan Dara.


" Aku ingin segera memberikan cucu buat papa." ucap nya lagi dengan menaik turunkan alis nya.


" Memang nya pak CEO muda kita ini sudah siap jadi ayah" tantang Dara.


" Siap donk Ra " jawab nya tegas tanpa ragu. Bahkan tangan Bryan bergerak untuk mengacak pelan rambut istri nya.


" Aku juga siap menjadi ibu" batin Dara dengan senyum dan kembali memeluk suami nya.


...****...


Keesokan hari nya, baik Dara dan Bryan hari ini akan ke kampus. Masih ingatkah, selain menjadi CEO muda suami Dara itu masih berstatus sebagai mahasiswa di universitas yang sama dengan istri nya. Hanya saja, sejak diangkat menjadi CEO oleh papa nya, kegiatan kampus nya tidak seperti Dara. Putra Mahendra itu hanya ke kampus satu atau dua kali saja dalam satu minggu.

__ADS_1


Dara memandang wajah tampan suami nya tanpa rasa bosan. Sweater navy dan blue jeans ditambah sepatu casual kini membuat kadar ketampanan Bryan diambang sempurna.


" Yang, masih mau mengagumi suami mu ini apa kita berangkat ke kampus sekarang" ucap Bryan dengan menyunggingkan senyum nya, seketika membuat lamunan Dara buyar.


" Ah... Iya " Dara nampak mengerjapkan mata nya dan Bryan hanya menggeleng pelan.


Sedangkan Dara selalu terlihat cantik, kali ini istri Bryan itu memakai sweatshirt dengan motif garis-garis serta celana jeans.


Sebelum berangkat ke kampus Bryan sudah mengirimkan pesan pada Bastian mengenai apa saja yang harus Bastian dan Bella kerjakan hari ini. Setelah memastikan pekerjaan kantor nya terhandle semua Bryan melajukan mobil mewah nya. Beberapa menit kemudian mobil mewah ini memasuki gerbang kampus yang bertuliskan Pradana University. Bahkan mobil Bryan sudah terparkir rapi di parkiran khusus pemilik yayasan.


Bryan keluar terlebih dulu lalu membukakan pintu untuk permaisuri nya. Lalu menggandeng tangan istrinya.


" Ra, aku menemui dosen dulu ya. Kamu mau diantar ke kelas apa sampai sini saja." tanya Bryan


" Sampai sini saja, tuh udah ada mereka" tunjuk Dara pada ketiga sahabat nya yang berjalan mendekat. Dan Bryan hanya mengangguk. Belum sempat Bryan beranjak dari tempat nya berdiri ketiga nya lebih cepat sampai di dihadapan mereka.


" Pagi Kak Bryan"


" Pagi " balas Bryan


Mereka masih saja terpesona dengan suami sahabat nya itu. Andai pria tampan di depan nya itu bukan suami sahabat nya mereka pasti akan tergila gila pada pangeran Dara ini.


" Ra, aku pergi dulu ya" ucap Bryan mengelus rambut panjang istrinya lalu meninggalkan mereka berempat.


" Gileee... Kak Bryan ganteng bingitt" seru Loly dan Cici reflek menyikut lengan Loly.


" Ada istrinya, mau di penggal kamu" kekeh Yola bercanda. Dan Dara hanya menanggapi dengan senyum. Dara kenal betul siapa sahabat nya itu.


" Pantes saja Nayla tergila gila pada kak Bryan. Eh Ra, gimana kabar Nayla sekarang" tanya Loly tiba tiba dan yang lain pun ikut penasaran namun Dara hanya menggeleng. Memang sejak terbongkar nya kejahatan ayah Nayla dan mama tiri Bryan, Dara sudah tak tahu menahu tentang apapun yang berhubungan dengan Nayla. Bahkan untuk sekretaris baru Bryan yang bisa saja menjadi ancaman bagi nya, Dara belum bercerita pada sahabat nya.


Di tempat lain, Bella tengah mengerjakan tugas yang Bastian berikan. Lebih tepat nya dari Bryan yang disampaikan oleh Bastian. Selesai mengerjakan tugas nya, Bella menuju ke ruangan Bryan. Belum sempat tangan nya terangkat untuk mengetuk pintu, Bastian yang kebetulan lewat menegur nya.

__ADS_1


" Bell, pak Bryan tidak ada di ruangan nya" ucap Bastian. Dan Bella nampak terkejut, Bagaimana bisa dia tak diberi tahu, kalau bos nya itu tidak ada di tempat sedangkan dia adalah sekretaris nya. Bahkan dia tau kalau hari ini tidak ada jadwal meeting untuk bos nya itu.


" Memang nya pak Bryan kemana?" tanya nya kemudian.


" Off " singkat Bastian lalu berlalu meninggalkan Bella yang masih tanda tanya apa alasan bos nya itu tidak masuk kantor. Apa dia sakit? atau ada urusan lain. "Kak Alex, ya kak Alex pasti tau" gumam Bella lalu bergegas menuju ke ruangan Alex.


Ceklek


Pintu ruangan Alex terbuka. Adik nya itu masuk tanpa permisi. Dan mendudukan diri nya di sofa. Sedangkan Alex hanya menghela nafas nya kasar.


" Ada apa Nay " ucap nya dan Bella nampak mendelik.


" Bella kak, bukan Nayla" lirih Bella pada kakak nya. Bisa gawat kalau ada yang mendengar nya.


" Iya iya sorry " permintaan maaf Alex pada adik nya. Dan Bella hanya memutar bola mata nya malas.


" Bryan kemana? " tanya Bella


" Nggak tau " singkat Alex.


" Nggak tau gimana, kalian kan satu rumah" ucap Bella kesal.


" Pergi kali sama istrinya " jawab Alex asal. Satu jawaban Alex yang membuat Bella semakin kesal dan meninggalkan ruangan kakak nya tanpa permisi.


Di depan pintu ruangan Alex, Bella nampak menggerutu sendiri. Menurut Bella Alex sangat lemah, kalau kakak nya itu tidak bisa membantu nya untuk mendapatkan hati Bryan. Bella berniat berjalan sendiri tanpa Alex. Bukti nya dari dulu Alex menaruh hati pada Dara, nyata nya tak ada usaha nya yang membuahkan hasil. Bella nampak berkomat kamit tak jelas. Hingga suara seseorang menghentikan nya.


" Bella ... Bella.. kemarin Pak Bryan yang diincar. Sekarang Pak Bryan nggak ke kantor pindah ke Pak Alex" tuduhan pedas yang dilontarkan karyawan wanita Bryan yang kemarin sempat menegur dan menasehati Bella.


" Apaan sih, bukan urusan mu" ketus Bella lalu berlalu pergi dari depan pintu ruangan Alex.


Awal nya, Nayla Mabella adalah gadis yang baik dan pendiam. Meskipun di dalam hati nya ada rasa kebencian pada ibu yang telah meninggal nya sejak kecil itu, tapi banyak sisi positif lain dari sosok putri Beni ini. Namun semenjak mengenal cinta dan balas dendam wanita ini berubah menjadi jahat dan licik. Jangan salah, ada darah Beni dan Melinda yang mengalir di dalam tubuh nya.

__ADS_1


__ADS_2