
" Saya terima nikah dan ......." belum sempat Bryan melanjutkan kata katanya seseorang datang menghentikan nya.
" Tungguuuuu..... "
Bak tersambar petir di siang bolong. Dunia seakan runtuh hari itu juga. Jantung ini seolah olah berhenti berdetak, sakit dan sesak di dada. Sekujur tubuh nya terasa kaku. Ternyata benar mereka akan melangsungkan pernikahan. Seketika pandangan mata Dara tertuju pada kedua pengantin di depan nya. Gadis cantik itu tak pernah membayangkan pria yang dicintai nya harus bersanding dengan wanita lain di depan mata nya. Bulir bulir bening tak mampu terbendung lagi dan pecah membasahi pipi mulus menantu Mahendra itu.
" Hentikan pernikahan ini " kini terdengar suara bariton Mahendra.
Semua pasang mata menatap ke arah dimana asal suara lantang itu termasuk Bryan dan Nayla. Seorang gadis cantik tengah berdiri tepat di pintu masuk rumah Beni, Ya... Dara Anastasya. Disebelah kanan dan kiri nya ada dua pria tampan berbeda generasi. Di sebelah kanan nya ada Papa mertua Dara yang tak lain adalah Mahendra Pradana. Dan disebelah kiri nya adalah Bastian, asisten pribadi sekaligus sahabat Bryan, dan tentunya Bastian adalah orang kepercayaan Pradana Group.
Belum cukup disitu saja, dibelakang mereka ada Pak Seto dan Istri nya serta ketiga sahabat Dara dan orang orang Mahendra.
" Sial... kenapa Mahendra bisa datang. Bisa kacau semua rencana ku " Batin Beni dengan tangan yang sudah mengepal sempurna.
Tampak beberapa warga yang hadir berbisik bisik. Entahlah apa yang mereka gibahkan.
Dengan segera Beni bangkit dari duduk nya. " Mau apa kalian datang kesini lagi, mau mengacaukan pernikahan putri ku" ucap Beni menatap tajam lawan bicara nya.
" Anda salah pak Beni yang terhormat" balas Bastian dengan senyum menyeringai dan menjeda ucapan nya sejenak. Detik kemudian, "kami datang kesini tentu nya untuk membongkar semua sandiwara anda"
Deg
Beni yang terlihat gagah dengan celana hitam dan kemeja batik itu yang tadi nya bersuara lantang seketika nyali nya menciut mendengar kata sandiwara. Beni menghela nafas nya kasar, lalu berusaha tenang. "Pak RT, bapak bapak tolong usir mereka semua, mereka semua hanya akan mengacaukan acara putriku" pinta Beni pada beberapa tetangga nya yang hadir. Namun yang diajak bicara tak ada satupun yang merespon.
Mahendra menyunggingkan senyum nya." Anda takut pak Beni" tanya Mahendra santai.
Belum sempat Beni menjawab Bastian lebih dulu membongkar sandiwara manusia lucknut itu.
" Bapak bapak dan ibu ibu semua, Pria yang duduk disebelah sana," tunjuk Bastian pada Bryan "Itu bukanlah Bagas seperti yang Nayla ataupun pak Beni ungkapkan. Pria itu adalah Bryan Adi Pradana putra sekaligus pewaris Mahendra Pradana yang hampir satu bulan yang lalu mengalami kecelakaan tragis dan hilang di tempat kejadian bahkan mengalami amnesia karena kejadian naas itu.
__ADS_1
Bastian menghela nafas pelan, " Ntah bagaimana cerita nya hanya pak Beni sendiri yang tahu sehingga Bryan bisa ada di tempat ini. Bahkan disebelah saya ini adalah istri sah Bryan" Jelas Bastian dan sukses membuat Nayla cemas.
" Hah... seyakin itu anda. Dia itu Bagas anak sahabatku yang sudah di jodohkan dengan putri ku Nayla" balas Beni yang membuat Nayla sedikit bernafas lega dan percaya pada ayah nya. Rupanya Beni masih tetap mengelak.
Bastian mengambil alih foto yang sudah dipegang Loly. " Ini adalah foto Bryan dengan papa nya, Mahendra Pradana " Bastian mengedarkan foto itu pada pandangan semua orang. Dan sukses membuat Bryan melotot
Bastian mengambil lagi satu foto dari Yola. Mereka sengaja mencetak kedua foto itu dalam ukuran besar sehingga semua mata dapat melihat dengan jelas. " Ini adalah foto pernikahan Bryan dengan istrinya Dara ". Lagi lagi mata Dara mengembun dan Bryan nampak tercengang. Sedangkan Nayla, kini hati nya bergemuruh hebat. Sedikit demi sedikit kebenaran itu Bastian ungkap.
" Foto bisa kalian rekayasa. Itu belum cukup bukti kalian bisa menghentikan pernikahan putri ku." Tegas Beni tanpa rasa takut.
" Anda benar, foto memang bisa direkayasa, Tapi bagaimana dengan video " tantang Mahendra.
Beni nampak menautkan kedua alis nya. Video? Video apa yang mereka maksud. Oh mungkin video Bryan dengan Dara.
Bryan nampak diam, menunggu kebenaran apa lagi yang akan terungkap selanjut nya. Sedangkan Nayla, senyum yang tadi nya terpancar di wajah cantik nya berangsur angsur tenggelam ke permukaan.
Tapi dengan cepat Bastian sudah memutar video dari laptop nya. Dan sukses membuat Beni menganga membuka mulut nya. Semua pasang mata menatap layar di depan nya. Tak ingin melewatkan sedikit pun semua video yang menampilkan detik detik tragedi penggrebekan beberapa hari yang lalu. Semua pasang mata sontak terkejut melihat adegan demi adegan di depan nya.
Dalam video itu terlihat jelas saat Bryan tidur pulas di kamar nya sendirian. Menit kemudian Nayla menyelinap masuk tanpa sepengetahuan pemilik kamar. Tidak terjadi apapun di kamar itu. Nayla hanya melepas bagian atas dari baju yang mereka kenakan dan Nayla hanya memeluk pria tampan itu seolah olah kegiatan hina itu baru saja mereka lakukan. Dan benar saja, seolah semua sudah diatur. Tragedi itu pun terjadi, warga datang dengan melontarkan berbagai tuduhan.
Bryan tercengang, ekor mata nya melirik ke arah Nayla seolah mengatakan "Nay, jelaskan maksud dari semua ini " gemuruh di hati Bryan yang sudah membara. Sedangkan yang ditatap terlihat nampak menunduk, mata nya nampak berair. Sedangkan Dara menumpahkan semua sesak di dada nya selama ini. Merasa lega rupa nya suami nya tak sehina itu. Bahkan Dara pun tidak tau dari mana Bastian dan papa mertua nya mendapatkan video itu.
Bryan menatap Nayla tajam, " Katakan Nay, kenapa kau menjebak ku " desak suami Dara itu.
Nayla diam, cairan bening yang memenuhi kelopak mata gadis yang akan menjadi pengantin itu sudah tak mampu lagi dibendung, seketika tumpah bersamaan dengan hentakan Bryan.
" Katakan Nay " ucap Bryan penuh amarah.
Malu, Nayla benar benar malu saat ini, semua mata menatap nya. Semua orang pasti akan mengatakan Nayla wanita hina. Bahkan hari bahagia yang sudah ia nanti nantikan seolah sirna dan hanyut bersamaan dengan air mata nya.
__ADS_1
Nayla mendongak, dengan beruraian air mata Nayla membela diri nya. "Aku melakukan ini karena aku cinta sama kamu" jawab Nayla dengan bibir yang bergetar bersamaan dengan isak tangis nya.
Beni yang tak tega putri nya dipermalukan. Rahang nya kini mengeras. Hati nya pun bergemuruh tak terima melihat putri nya menitihkan air mata.
Terlihat kepalan tangan Ayah Nayla yang siap menghajar orang yang sudah mengacaukan acara anak nya ini. Bahkan jika seseorang yang menyuruh Ayah Nayla untuk mengatur skenario ini sampai tahu, dia pasti akan marah besar.
" Apa apaan ini, berani berani nya kalian memasang CCTV di rumah ku " hardik Beni dengan tangan yang mengepal. Raut wajah Beni kini terlihat sangat ganas.
Tanpa sepengetahuan Beni ataupun Nayla, Bastian telah memasang kamera pengintai yang ukuran nya sangat kecil di beberapa kamar yang ada dirumah Beni.
Beni memang sangat licik, tapi Mahendra sangat cerdik. Dan Bastian sangat pandai memanfaatkan situasi. Kamera pengintai itu Bastian tempatkan di seluruh kamar saat Bastian ijin ke kamar kecil beberapa minggu yang lalu saat diri nya dan Mahendra menemui Bryan.
Ayah Nayla murka dan menghajar Bastian. Bastian yang tak siap dengan pukulan dari pria paruh baya itu seketika langsung tersungkur ke lantai. Darah segar mengalir di sekitar mulut Bastian.
" Kak Bastian " Teriak Dara
Bastian yang tidak terima, seketika kembali berdiri. Mengusap sudah bibir nya yang pasti terasa perih itu dan membalas pukulan yang Ayah Nayla lontarkan.
" Bugh... Bugh... "
" Ayaahhhhh .... " pekik Nayla
Bryan yang tidak mau melihat kedua pria berbeda generasi itu terus berkelahi akhir nya ikut bangkit dan mencoba melerai. Tapi bukan nya berhasil melerai justru Bryan secara tidak sengaja mendapat pukulan keras yang Ayah Nayla daratkan untuk Bastian tepat mengenai kepala Bryan.
" Buugghhh "
" Sayang..... " Teriak Dara
Sontak semua mata terkejut. Kali ini Bryan sudah jatuh ke lantai dan tidak sadarkan diri. Bahkan darah segar sudah mengalir di sekitar hidung nya.
__ADS_1