
Dara bangun lebih pagi, seperti biasa nya menantu Mahendra ini membantu asisten rumah tangga nya di dapur untuk menyiapkan sarapan. Karena mereka harus berangkat lebih pagi, jadi Dara hanya membuat omelette dan roti panggang. Untuk nasi goreng dan makanan lain nya akan disiapkan oleh Bi Siti dan Bi Tuti.
Selesai membuat makan simpel itu, Dara bergegas membangunkan suami nya karena sudah tidak memiliki banyak waktu lagi. Untungnya untuk koper dan tas kerja Bryan sudah siap sejak semalam.
Tanpa basa basi Dara dan Bryan menyelesaikan aktifitas mandi nya dan berganti baju. Bryan dengan celana panjang dan kemeja serta jas kebanggaan nya sedangkan Dara memakai dress warna peach dengan make up natural yang membuat siapa saja yang memandang pasangan ini pasti akan merasa iri. Tampan dan cantik serta sangat serasi.
Kedua nya berjalan menuju ke meja makan dimana saat yang bersamaan papa Mahendra pun juga baru keluar dari kamar nya dan mendudukan diri di meja makan.
" Panggilkan Alex Bi, " perintah Mahendra
" Baik Tuan "
Menjadi rutinitas pagi di kediaman Mahendra untuk melakukan sarapan bersama. Menit kemudian Alex pun mendudukan diri nya, namun Alex masih menggunakan kaos santai nya dan belum menggantinya dengan pakaian kerja.
Setelah sarapan bersama, Bryan berpamitan kepada Papa nya begitu juga dengan Dara. Langkah Alex yang hendak kembali ke kamar nya untuk merapikan diri nya sebelum berangkat ke kantor seketika terhenti setelah mengetahui rupa nya Dara juga ikut ke luar kota. Buru - buru Alex melangkahkan kaki nya ke dalam kamar nya dan mengambil ponsel nya lalu dengan gerakan cepat ia mengirim pesan pada adik nya.
^^^📤 Adik^^^
^^^Nay, Dara ikut keluar kota dengan Bryan. Jangan ceroboh. Dan yang terpenting jangan celakai Dara.^^^
Pesan terkirim dan masih centang dua abu abu, tanda nya adik nya itu belum membaca pesan dari Alex.
Bryan dan Dara mendudukan diri di kursi penumpang. Sedangkan di kursi kemudi sudah ada supir pribadi yang akan mengantarkan mereka hingga ke luar kota. Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju kantor Pradana Group. Tiba di kantor Bryan tak berniat untuk masuk. Ia meminta supir nya untuk menghentikan mobil nya di samping gerbang masuk. Bryan lebih memilih untuk menghubungi Bastian yang sudah menunggu nya di kantor sejak tadi. Tentu dengan ada nya Bella.
__ADS_1
Setelah menerima telepon dari Bryan bahwa bos nya itu sudah menunggu di depan, Bastian yang memang sudah siap sejak tadi meminta pada Bella untuk masuk ke dalam mobil nya. Bastian mengendarai mobil nya sendiri dan Bella duduk di sebelah kursi kemudi.
" Pak Bryan mana? Pak Bryan satu mobil dengan kita kan Bas " tanya Bella pada Bastian.
" Pak Bos sudah menunggu di depan, dia ada di mobil depan itu dengan supir nya" jelas Bastian yang kini melajukan mobil nya tepat di belakang mobil Bryan. Terdengar helaian nafas panjang dari Bella.
" Kenapa nggak satu mobil aja sih Bas " protes Bella dan Bastian tak berniat menjawab ocehan wanita di sebelah nya itu dan lebih memilih fokus dengan setir mobil nya.
Sedangkan Bella nampak kesal dengan Bastian yang bersikap cuek pada nya. Bahkan Bella ingat betul, pernikahan yang tinggal menunggu kata sah itu seketika sirna karena ulah Bastian yang menggagalkan nya. Ya, Bastian memang orang yang berperan penting dalam gagal nya pernikahan nya dengan Bryan bahkan hancur nya orang tua nya.
Tangan Bella nampak mengepal. "Bukan hanya Dara yang harus aku singkirkan, tapi juga pria di sebelah nya ini" batin Bella dan melirik singkat ke arah Bastian. Pikiran jahat yang terus menyelimuti membuat nya terus berangan - angan bahkan sejauh perjalanan ini Bella belum membuka ponsel nya. Bahkan informasi yang Alex kirimkan pun Bella belum mengetahui nya.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh tibalah mereka di lokasi. Kedua mobil yang beriringan itu memasuki sebuah perusahaan besar milik klien nya.
Bella keluar lebih dulu, dan berjalan meninggalkan Bastian yang masih berada di dalam mobil. Bella berjalan mendekat ke mobil Bryan.
Dara lebih dulu keluar, baru diikuti Bryan. Bella nampak mematung. Menurutnya di dalam mobil itu hanya ada Bryan, tetapi dugaan nya salah. Rupa nya Bryan membawa istri nya. Sial nya istri Bryan itu selalu kelihatan lebih cantik dari nya.
" Hey Bell " sapa Dara dengan senyum selebar mungkin.
" Iya Bu " jawab Bella kaku.
Tangan Dara melingkar di lengan Bryan dan berjalan ke ruang meeting, sedangkan Bastian dan Bella berjalan di belakang mereka layak nya pengawal.
__ADS_1
Angan-angan sebagai sekertaris yang selalu di samping bos seperti di sinetron yang sering Bella lihat, nyatanya kini hanya wacana bagi Bella.
Setelah Bryan memaparkan ide ide nya kesepakatan pun diambil. Rekan bisnis nya itu setuju untuk menyerahkan kerjasama ini pada Pradana Group.
Setelah selesai meeting, rekan bisnis nya ini mengajak Bryan dan anggota nya untuk makan siang di hotel yang sudah mereka siapkan. Bahkan di hotel inilah mereka akan menginap selama dua hari kedepan. Sebab besok pagi mereka harus survey ke lokasi proyek.
Bryan dan istrinya serta Bastian dan Bella berada dalam satu meja makan. Mereka nampak menikmati makanan masing masing. Meskipun Bella sedikit tak nyaman harus satu meja dengan Dara.
" Sayang, aku kesana sebentar ya " pamit Bryan pada Dara setelah menyelesaikan makan siang nya dan Dara nampak mengangguk lalu Bryan mengecup singkat kening Dara yang membuat Bella seketika membuang muka nya tak ingin melihat adegan romantis itu.
Bryan dan Bastian beranjak dari duduk nya untuk kembali berbincang-bincang dengan rekan bisnisnya. Dan meninggalkan Dara berdua dengan Bella.
Dara masih melanjutkan makan nya tak berniat untuk berbicara pada Bella. Namun justru Bella yang membuka suara.
" Bu Dara ngapain ikut pak Bryan meeting.ini kan urusan kantor bukan untuk jalan-jalan Bu" berani berani nya sekretaris Bryan itu protes pada wanita yang berstatus istri bos nya itu.
Dara hanya menghela nafas lalu tersenyum miring dan menatap lawan bicara nya.
" Mana mungkin aku membiarkan suami ku di luar kota tanpa ada aku disisi nya. Banyak pelakor yang berkeliaran" tegas Dara. Dan Bella nampak salah tingkah lalu menghabiskan minuman nya.
" Saya ke toilet dulu " ucap nya dengan wajah yang mulai memerah dan Dara hanya menggeleng pelan.
Di dalam toilet, Bella meluapkan semua kekesalan nya. "Kenapa harus ada wanita itu sih" gumam Bella. Bisa kacau semua rencana nya. Tiba tiba ponsel nya berbunyi, rupa nya Alex sedang melakukan panggilan. Namun Bella enggan untuk menerima nya dan membiarkan panggilan itu berhenti dengan sendiri nya.
__ADS_1
Setelah panggilan Alex terhenti, Bella membaca satu notif dari aplikasi yang bergambar telepon itu. Bella tersenyum miris, lagi-lagi kakak nya itu melarang untuk tidak menyakiti wanita pujaan nya.
" Maaf kak, aku tidak janji " Batin Bella.