
Bella yang melihat Dara mulai menjauh dari suami nya. Kini mulai menjalankan rencana nya.
Bella berjalan mendekat ke arah Bryan berdiri. "Pak, maafkan kecerobohan saya tadi sore" ucap Bella memberanikan diri untuk meminta maaf pada Bryan.
" Baiklah, itu kesalahan pertama mu. Jika kamu masih berani melakukan perbuatan gila lagi. jangankan maaf, kamu akan saya pecat" Tegas Bryan. Rupa nya Bryan juga mewarisi sifat yang tegas dan tak mau dibantahkan dari Mahendra.
Bella kesusahan menelan saliva nya. Ini skakmat menurut nya. Bella tak bisa menjawab apapun.
" Iya pak " lirih nya kemudian.
" Bapak mau saya ambilkan minum " tawar Bella.
" Boleh " singkat Bryan.
" Baiklah pak tunggu sebentar " ucap Bella dengan senyum mengembang. Lalu melangkah mengambilkan minum untuk atasan nya itu.
" Pak Bryan, Bu Dara kemana " tanya Bastian yang baru saja menghampiri Bryan.
" Lagi di toilet Bas " jawab Bryan dan Bastian nampak mengangguk. Bastian pun kembali melangkahkan kaki nya menemui beberapa rekan bisnis nya. Sedangkan Bryan masih setia menunggu istri nya.
Acara inti pertemuan penting ini pun sudah selesai. Kini para tamu mulai menikmati makan malam nya.
" Pak, ini minum nya " ucap Bella menyerahkan segelas minuman pada Bryan. Bryan menerima nya dan langsung menenggak nya tanpa sisa.
" Bagus pak " batin Bella menyeringai.
Sementara itu, orang suruhan Bella mengikuti kemana Dara melangkah. Tentu nya untuk kali ini Bella tak ingin ceroboh lagi.
Dara hendak masuk ke salah satu toilet namun tiba tiba seseorang dibelakang nya telah membekapnya dan Dara tiba tiba tak sadarkan diri. Seseorang yang telah menutup wajah nya itu lalu memasukan Dara ke dalam toilet dan mengunci nya.
Bryan tiba tiba memegangi kepala nya yang terasa berat. Badan nya terasa panas dan gerah sekarang. Padahal dia sekarang berada di tempat yang ber AC. Bagaimana bisa dia kepanasan seperti ini. Bella yang melihat tingkah Bryan seketika menyunggingkan senyum nya.
__ADS_1
Flashback On
Sebuah senyum terbit begitu saja di wajah cantik Bella. Bella yang mengambilkan minum untuk Bryan rupa nya telah menuangkan sesuatu ke gelas Bryan.
" Kau akan hancur sehancur nya Dara. Aku sudah menyiapkan obat perangsang ini untuk suami tercinta mu. Dan dia akan melakukan nya dengan ku" Gumam Bella lalu memasukan nya ke dalam gelas yang akan dia berikan untuk Bryan.
Jahat, ya Nayla Mabella memang jahat. Bella merasa diri nya bodoh. Kenapa dia tak memanfaatkan ini saat Bryan masih di rumah nya. Saat dulu dia telah memberikan obat tidur pada nya. Dan kali ini dia tak mau gagal lagi. Kali ini bukan Bella lagi yang akan meminta nya. Tapi justru Bryan yang akan membutuhkan Bella.
Flashback Off
" Pak, pak Bryan kenapa ? Saya antar ke kamar ya pak " ucap Bella
" Tidak perlu Bell, saya akan menunggu istri saya" jawab Bryan.
" Istri kesayangan mu itu tak akan datang pak Bryan yang terhormat. Dan malam ini kau adalah milik ku" batin Bella.
Seperti nya Bryan sudah tidak bisa menahan diri nya lagi. Rasa gemuruh di dada nya kini menjalar ke seluruh tubuh nya. Bryan mengerjapkan mata nya dan melihat sosok Dara ada pada diri Bella. Dengan segera Bryan menarik tangan Bella dan membawa nya pergi dari kerumunan banyak orang itu.
Bastian meminta supir Bryan untuk mengikuti Bryan dan Bella. " Apapun yang terjadi segera hubungi saya pak" ucap Bastian dengan nafas yang memburu. Dia sangat yakin ada yang tidak beres. Sedangkan Bastian bergegas ke toilet untuk mencari Dara.
Dengan langkah cepat seribu bayangan Bastian berlari menuju ke toilet. Untung saat itu semua pintu toilet terbuka. Arti nya memang Dara tidak ada di dalam. Dan hanya ada satu toilet yang pintu nya tertutup. Tanpa takut siapa pun yang ada di dalam kalaupun dugaan nya salah, namun Bastian tetap mengetuk pintu itu. Satu kali ketukan tak ada jawaban. Dua kali ketukan belum ada jawaban. Bahkan Bastian berteriak dari luar dengan gerakan ketukan yang lebih keras lagi namun sia - sia. Pria tampan seumuran Bryan ini nampak menghela nafas nya kasar dan terlihat menyunggar rambut nya frustasi.
Ting !
Satu pesan masuk ke ponsel Bastian. Dengan cepat Bastian membuka nya. Mata nya seketika melebar sempurna saat mengetahui isi pesan yang supir Bryan itu kirimkan.
📥 Supir Bryan
Den Bastian, tolong tuan muda. Tuan muda seperti nya hilang kendali. Den Bryan seperti terpengaruh obat perangsang. Dia memaksa non Bella untuk masuk ke kamar nya.
Tak ada pilihan lain, tanpa aba-aba asisten pribadi Bryan itu mendobrak pintu toilet yang tertutup itu.
__ADS_1
Brakkk
" Dara " Pekik Bastian
Bastian menepuk pipi Dara pelan agar segera sadar. Lalu mengangkat nya keluar dari dalam toilet.
" Ra bangun, apa yang terjadi " Bastian harus segera membangunkan Dara. Hanya Dara yang bisa membantu Bryan. Dara mengerjapkan mata nya berkali kali untuk memulihkan kembali kesadaran nya.
" Bryan butuh bantuan kamu Ra. Ayo kita kesana sebelum terlambat " tegas Bastian merasa tak memiliki banyak waktu lagi. Bastian dan Dara berlari sekuat tenaga untuk tiba di kamar Bryan.
Braakkkkk
Kembali Bastian mendorong pintu kamar Bryan dengan kasar. Nafas Bastian terlihat memburu. Dia sangat khawatir pada sahabat sekaligus atasan nya itu. Apalagi Dara, sekujur tubuh nya terasa lemas. Persendian nya terasa putus. Mata indah ini nampak mengembun. Tangis Dara pecah seketika melihat suami nya itu kembali bersama seorang wanita. Meskipun bisa Dara lihat dengan jelas belum terjadi apapun diantara kedua nya.
Nasib baik masih berpihak pada nya. Dara datang tepat pada waktu nya. Dan kembali ini semua berkat Bastian.
" Sial... kenapa harus Bastian. Kenapa dia lagi yang menggagalkan rencana ku" batin Bella yang masih mematung karena terkejut.
" Sayang, syukurlah kamu datang " ucap Bryan yang sudah nampak kacau. Rambut nya terlihat acak-acakan. Bahkan Bryan sudah seperti singa lapar yang siap menerkam mangsa nya.
Dengan gerakan cepat, Bastian menarik tangan Bella untuk meninggalkan kamar Bryan.
Bella nampak kesal, ia mengibaskan tangan Bastian yang mencekal nya. "Apaan sih Bas, main tarik tarik aja." gerutu Bella.
Di dalam kamar hotel itu, Bryan menarik Dara untuk mendekat ke arah nya. " Ra, untung kamu segera datang. Aku sudah tak tahan Ra. Hanya kamu yang bisa membantu aku.
Dara menyeka kasar air mata yang sudah membasahi pipi nya. Dia teringat dengan apa yang Bastian ceritakan tadi. Dia tau suami nya sedang dalam pengaruh obat perangsang dan harus segera menyalurkan hasratnya. Kalau tidak hal buruk bisa terjadi pada suami nya.
Dara sengaja membuka gaun malam nya yang sudah basah sejak ia pingsan di kamar mandi tadi. Bryan yang melihat tubuh istrinya terpampang nyata di depan nya segera menerkam nya dan menyalurkan hasrat nya begitu saja. Hingga pergulatan panas itu pun akhir nya terjadi.
Dara melihat sosok yang berbeda pada suami nya. Bahkan Dara tak bisa membayangkan bagaimana kalau dia tidak segera datang tadi. Bagaimana kalau suami nya itu melakukan nya dengan wanita lain.
__ADS_1
" Oh.. Tuhan aku tak akan sanggup melihat nya" gumam Dara dalam hati. Setetes cairan bening itu kembali tumpah membasahi wajah cantik Dara.