Sebening Air Mata Dara

Sebening Air Mata Dara
Ingatan Yang Kembali


__ADS_3

Kembali Bryan merespon menggerakkan jari tangannya namun mata nya masih terpejam.


" Panggil dokter kak " pinta Dara lalu Bastian segera menekan tombol panggilan di dekat tempat Bryan berbaring. Dara menatap wajah suami nya, Ada perasaan senang suami nya itu mulai membaik, tapi ada perasaan khawatir kalau suami nya itu masih belum kembali ingatan nya.


Pintu terbuka, dokter masuk diikuti suster untuk memeriksa kondisi putra Mahendra itu.


" Kondisi Bryan sudah sangat baik. Mungkin besok pagi akan segera sadar." ucap dokter itu dengan senyum dan Dara nampak bernafas lega. "ini pasti berkat doa dari istri nya yang cantik ini" tebak dokter dan Dara hanya tersenyum getir.


Tak henti henti nya Istri Bryan itu memang memanjatkan doa untuk kesembuhan suami nya. Bahkan istri nya lah yang sudah mendonorkan darah nya untuk menyelamatkan putra Mahendra itu. Namun apa balasan yang Dara dapatkan. Suami nya itu justru menyebut nama gadis yang bisa disebut merusak rumah tangga nya.


" Nay.... " kembali Bryan memanggil nama itu masih dalam kondisi mata tertutup.


" Siapa Nayla ? " tanya dokter.


Bastian pun menceritakan kondisi Bryan sebelum nya.


" Maaf, bisa dipanggilkan saja Nayla nya. Ini akan mempercepat Bryan bisa segera sadar. Mungkin saat ini memang nama itu yang Bryan ingat " ucap dokter pelan memberi pengertian agar tidak menyakiti istri Bryan.


Namun saran dokter itu membuat Bastian dan Dara melebarkan mata nya dan terdiam.


" Panggil saja kak, aku nggak apa apa." akhir nya hanya kata itu yang bisa Dara ucapkan. Dia harus mengesampingkan dulu ego dan rasa cemburu nya. Bahkan Dara rela kembali merasakan sakit itu demi suami nya bisa sadar kembali.


" Saya permisi dulu. Besok pagi saya akan memeriksa kondisi Bryan kembali." pamit dokter dan dijawab anggukan kepala oleh Dara.


Nayla masuk ke kamar Bryan dirawat. Penantian yang ia tunggu untuk bisa menemani Bryan akhir nya terjadi. Nayla berjalan mendekat dan duduk di samping suami Dara itu. Sekilas Dara lihat ada air yang menetes dari ujung kelopak mata putri Beni itu, Namun Dara mengernyitkan dahi nya saat Nayla menatap ke arah Dara lalu menyunggingkan senyum nya. Entahlah apa arti dari senyuman itu.


" Kak, ini aku Nayla " ucap Nayla yang kini sudah menggenggam tangan suami Dara itu. Seketika membuat Dara harus membuang muka nya tak ingin melihat adegan di depan nya.


Di kamar itu, ada dua pasang sorot mata yang saling menatap tajam. Dan Bastian seolah akan terus terjaga sampai kedua gadis itu tidur. Takut terjadi perang mulut atau adu fisik diantara kedua nya.


Pukul satu dini hari Nayla terlelap disamping Bryan. Bahkan Bastian juga sudah tertidur di sofa. Sedangkan mata Dara enggan menutup. Kegelisahan nya lebih besar dari rasa kantuk nya. Namun Dara tidak bisa seperti ini terus. Dia juga butuh istirahat, perlahan mata yang nampak sayu itu masuk ke alam mimpi.


...****...


Di kediaman Mahendra


" Ma, ayo cepat " Panggil Mahendra pada Melinda yang tak lain adalah Mama tiri Bryan itu. Pagi ini Mahendra mengajak istri dan putra sambung nya untuk menjenguk Bryan di rumah sakit. Karena ini hari Minggu, baik Mahendra atau pun Alex tidak pergi ke kantor.

__ADS_1


Selesai sarapan Mahendra sudah terlihat rapi begitu juga dengan Alex. Tapi nampak nya istri nya itu masih mencari alasan untuk tidak ikut ke rumah sakit. Bahkan semalam terjadi perdebatan antara Mama Alex dan Papa Bryan. Ntah apa yang membuat Melinda tidak mau diajak ke rumah sakit. Segitu tidak suka nya dia pada anak tiri nya atau pada menantu nya yang sempat berbohong. Pamit pulang ke Bandung kerumah orang tua nya, nyata nya Dara malah pergi ke desa itu.


" Mama nggak ikut ya pa, mama tiba tiba pusing" ucap Melinda yang menuruni tangga dengan tangan yang nampak memijat pelipis nya. Mahendra menghela nafas nya kasar.


" Mama ini kenapa sich aneh, semalam alasan arisan sekarang kepala pusing." Mahendra menatap istri nya itu dan nampak baik baik saja. Detik kemudian Mahendra menggeleng. "ganti baju sekarang Ma, papa tunggu di mobil" tegas Mahendra dan Melinda hanya memutar bola mata nya malas lalu menuju ke kamar nya untuk berganti baju sebelum suami nya itu murka.


Di rumah sakit


Bastian lebih dulu bangun, setelah mandi dan berganti baju pria tampan yang ketampanan nya tidak kalah jauh dari Bryan ini berjalan menghampiri tempat tidur Bryan. Bahkan Bastian nampak menautkan kedua alis nya saat melihat dua gadis yang masih terlelap disebelah kanan dan kiri Bryan itu. " Bryan.. Bryan.. kau memang beruntung. jangankan istri, pacar aja aku belum punya." kekeh Bastian dalam hati nya. Pria itu lalu membangunkan Dara dan Nayla.


" Kalian mandi saja dulu, biar aku yang jaga Bryan." ucap Bastian pada kedua gadis di depan nya dan Dara nampak mengangguk sedangkan Nayla hanya melenggang pergi begitu saja. Bastian duduk di kursi sebelah tempat tidur Bryan dengan memangku laptop milik nya. Ada sesuatu hal yang membuat Bastian melebarkan mata nya bahkan merapatkan mulut nya yang menganga itu. Detik kemudian perhatian Bastian teralihkan saat dokter memasuki ruangan. Dan Bastian spontan menutup laptop nya.


Dokter Haris memeriksa kondisi Bryan. Seulas senyum lalu muncul dari sudut bibir dokter muda yang menangani Bryan itu.


" Gimana dokter " tanya Bastian.


" Kondisi Bryan lebih baik dari kemarin. Saya sangat berharap hari ini Bryan sudah sadar." jelasnya.


" Terima kasih dokter " ucap Bastian sopan.


Dara yang sudah selesai mandi dan berganti baju kini kembali duduk di samping suami nya. Sedangkan Bastian kembali ke sofa untuk melanjutkan aktifitas di laptop nya yang sempat terhenti.


" Gimana keadaan mu hari ini, ayo buka mata nya ya sayang" ucap Dara lirih namun masih terdengar di telinga Mahendra. Bahkan Dara tidak menyadari kalau mertua nya itu sudah berdiri di dekat nya.


Mahendra berhutang nyawa pada menantunya yang sudah mendonorkan darah nya untuk putra nya. Bahkan menantu cantik nya ini rela menunggu putra nya membuka mata tanpa meninggalkan nya sedikit pun.


Meskipun luka dan air mata yang sudah putra nya berikan. Kepedihan yang teramat dalam dilalui oleh menantu nya. Tetapi menantu ini tetap mencintai putra nya. Tak terasa air mata papa Mahendra menetes mengingat bagaimana dulu mama Bryan sangat mencintai nya. Andai kecelakaan itu tidak terjadi, mungkin saat ini papa Mahendra merasakan kebahagiaan yang lengkap.


Lamunan papa Mahendra seketika buyar saat Dara menyapa nya.


" Papa " sapa Dara dan Mahendra nampak terkejut.


" Ah... Iya nak " jawab papa Bryan.


" Papa sudah datang, sama siapa pa?" tanyanya lagi dan Dara nampak melihat sekeliling namun tidak ada orang lain. Bahkan Dara tidak menyadari kalau Bastian sudah tidak ada di sofa nya.


" Papa sama Alex dan mama nya. Alex masih di parkiran dan Mama Melinda katanya mau ke kamar kecil " jelas Papa Bryan dan Dara nampak mengangguk.

__ADS_1


Detik kemudian Alex masuk lebih dulu dan beberapa menit kemudian Melinda pun datang.


" Gimana keadaan mu Ra" bukan nya menanyakan saudara tiri nya namun Alex lebih dulu menanyakan kabar gadis cantik yang sampai saat ini masih Alex kagumi.


" Aku baik kak " singkat Dara.


Sedangkan Melinda nampak menatap tajam ke arah putra sambung nya itu. Bryan tidak boleh kembali ke keluarga Pradana. Yang akan menghambat Alex mendapatkan keinginan nya. Kalau dia tidak mau menjalankan rencana ku. Aku akan menjalankannya sendiri. Terlihat Melinda mengepalkan tangan nya.


Bryan nampak perlahan membuka matanya dan membuat semua pasang mata terkejut. Mahendra dan Dara nampak mengucap syukur. Bryan mengerjapkan matanya berulang ulang sampai kesadaran nya sepenuh nya kembali. Bahkan suami Dara ini nampak memegang kepala nya yang terasa sakit. " Bryan, apa yang sakit aku panggilkan dokter ya" ucap Dara yang kini hendak berdiri namun terhenti.


" Sayang ..." satu kata yang lolos dari mulut Bryan. Dara tercengang, namun Nayla yang baru saja masuk ke ruangan itu seketika berlari memeluk suami Dara tanpa rasa malu. Dan membuat semua pasang mata nampak membulatkan mata nya.


Dara tertegun untuk seketika. Apa kata Sayang itu untuk Nayla ?. Bulir bening yang melingkar di mata nya lagi lagi harus lolos tanpa permisi. Pupus sudah harapan dan usaha nya selama ini untuk mendapatkan hati Bryan, nyata nya Bryan tetap tidak mengenal nya.


Tangan yang tadi nya menggenggam erat tangan Bryan, kini Dara lepas. Menutup dalam dalam harapan nya untuk kembali bahagia dengan Bryan. Dara kuatkan hati nya untuk meninggalkan ruangan Bryan dirawat. Dara hendak membalikan badan nya untuk pergi.


Namun tiba tiba...


Bryan mendorong Nayla yang memeluknya. Dan sontak membuat Nayla melebarkan mata nya. Hati nya seketika terguncang. Tangis nya pecah seketika.


Dara istriku....


Deg


Langkah Dara terhenti, sewaktu Bryan memanggil namanya. Dunia Dara seakan kembali berputar. Suami yang sangat Dara rindukan selama ini memanggil nama nya. Dan apa tadi, istri ? Apakah ingatan Bryan sudah kembali ?


"Hiks... Hiks..." Dara membalikan badan nya dan berhamburan ke pelukan suami nya. Dipeluk nya dengan erat pria yang sangat Dara cintai itu, Dara tumpahkan segala kerinduan nya selama ini. Istri Bryan ini menangis sejadi jadi nya. Tak peduli banyak pasang mata yang melihat.


Mahendra nampak bahagia putra dan menantunya bersatu kembali.


" Arkhhhh.... semua berantakan" geram Melinda. Bahkan kini Melinda nampak gelisah.


" Sial " umpat Alex tentu nya dalam hati.


Ayah Nayla yang baru datang seketika mendekat. Sudah cukup rasa nya kemarin putri nya dipermalukan di acara pernikahan nya. Dan sekarang, Beni harus kembali melihat putri satu satunya itu meneteskan air mata nya.


Bahkan kini emosi Beni semakin memuncak. Belum sempat Beni membuka suara. Suara seseorang mengagetkan nya.

__ADS_1


" Ayah.... " panggil seseorang namun bukan Nayla.


__ADS_2