
Merasa risih dengan tatapan Bella, Dara bangkit dari sofa menuju ke kamar yang ada di ruangan itu. Dara merebahkan tubuh nya, mata nya terpejam sejenak hanya untuk menenangkan hati nya yang sedikit bergejolak.
Istri Bryan ini tampak menghela nafas nya pelan. Merasa sedikit tenang, kembali istri Bryan ini membuka mata nya. Namun Dara dibuat terkejut saat wajah tampan suami nya itu kini sudah berada tepat di depan nya bahkan nyaris tanpa jarak. Bukan nya tadi suami nya itu masih di kursi kerja nya bersama sekretaris nya itu, lalu kenapa tiba tiba sudah ada di hadapan nya.
" Sayang, kok kamu ada disini" tanya Dara cengar-cengir.
" Aku hanya ingin memastikan istri ku sedang baik baik saja" jawab Bryan.
" Aku baik baik saja kok" balas Dara cuek bahkan sedikit membuang muka nya. Namun bukan Bryan nama nya jika tak paham dengan suasana hati istri nya.
Bryan semakin mendekatkan wajah tampan nya. Bahkan deru nafas Bryan sangat terasa hangat di wajah Dara. Pria tampan itu lalu mendaratkan satu kecupan di bibir istrinya dan seketika membuat Dara mematung.
" Aku milik mu Yang, hanya milik mu" ucap Bryan sangat manis seketika membuat Dara tersipu. Bahkan ada perasaan lega yang Dara rasakan.
" Ini buat kamu " ucap nya dengan menyodorkan satu cup es cream kesukaan istri nya, seketika membuat mata Dara berbinar bahkan suasana hati nya kini sudah berubah.
Dara bangkit dari tidur nya lalu mengambil es cream dari tangan Bryan. Ntah dari mana suami nya itu mendapatkan es cream, Dara tak mau ambil pusing dan langsung melahap nya.
" Pelan pelan Yang makan nya" ucap Bryan mengelus pelan puncak rambut Dara lalu mengecup nya singkat.
" Aku lanjut kerja ya sayang." Dara yang masih melahap es cream nya hanya membalas dengan anggukan kepala dan mengacungkan jempol nya. Bryan tersenyum dan kembali ke meja nya. Bryan sangat bahagia, apalagi di hari pertama nya kembali memimpin perusahaan papa nya, istri cantik nya itu bersedia menemani nya.
Bryan semakin bersemangat dan mempercepat menyelesaikan pekerjaan nya agar bisa segera pulang bersama istrinya. Bryan menutup laptop nya dan menghela nafas nya pelan. Semua pekerjaan nya selesai hari ini. Suami Dara ini beranjak dari duduk nya dan mengambil air minum dingin dari dalam kulkas yang ada di ruang kerja nya. Rupa nya disinilah tadi Bryan menyimpan es cream untuk Dara.
__ADS_1
Bryan masuk ke dalam kamar di ruangannya itu, dimana tadi Dara beristirahat. Seulas senyum muncul begitu saja saat Bryan melihat istrinya itu sudah tertidur pulas.
" Sayang, kamu capek ya " ucap nya lirih dan tangan nya terangkat untuk merapikan rambut Dara yang sebagian menutupi wajah cantik nya.
Dipandangi nya wajah damai istri cantik nya itu. Mau membangunkan istrinya rasa nya tak tega. Bryan nampak menghela nafas nya pelan kemudian melepas jas yang ia kenakan dan menggantung nya. Lalu menggulung sedikit lengan kemeja nya. Dan membuka satu kancing kemeja bagian atasnya. Bahkan sekarang Bryan terlihat lebih mempesona. Bryan menggendong istri cantik nya itu meninggalkan ruangan nya dan keluar menuju dimana mobil nya terparkir. Sungguh, tak ada rasa malu bagi Bryan sekalipun seluruh pasang mata karyawan nya menatap horor ke arah nya. Yang terpenting bagi nya adalah kenyamanan istri nya.
Bahkan Bella yang menyaksikan adegan ini hanya mengepalkan tangan nya kuat. "Bisa bisa nya mereka bahagia di atas penderitaan orang lain." ucap nya lirih dan hampir tak terdengar.
" Kenapa, kamu heran " seru Alex yang baru keluar dari ruangan nya. Bahkan Alex pun juga melihat apa yang dilakukan saudara tiri nya itu.
Bukan nya menjawab Bella dengan raut wajah kesal justru meninggalkan Alex dan menyusul Bryan hingga di parkiran. Alex pun hanya menggelengkan kepala nya.
Bryan berhasil menggendong Dara hingga di parkiran mobil nya dan mendudukan Dara di samping kursi kemudi. Bahkan gadis cantik milik Bryan ini masih saja memejamkan mata nya. Bryan lalu melajukan mobil nya pelan meninggalkan kantor besar nya, namun Bryan tiba tiba menginjak rem mobil nya mendadak saat ada seseorang dengan tiba tiba berjalan di depan nya. Meskipun mobil Bryan melaju pelan tetap saja membuat Dara hampir nyungsep ke depan.
" Aduh... " Dara nampak tersentak.
Bryan membunyikan klakson mobil nya berharap wanita itu segera minggir. Bryan lalu membuka jendela mobil nya dan menengok ke samping "Lain kali kalo jalan itu yang bener." singkat Bryan lalu menutup kembali jendela mobil nya dan melaju meninggalkan halaman kantor Pradana Group. Dapat Dara lihat dari spion mobil nya bahwa wanita dibelakang mobil itu nampak kesal. Fiks, dia memang selalu mencari perhatian suami nya.
Pandangan mata Dara kembali melirik ke arah suami nya. Merasa di perhatikan ekor mata Bryan menoleh ke arah istri nya lalu memegang tangan Dara dan mencium punggung tangan istrinya. "Maaf Yang, tidur mu jadi terusik ya" ucap Bryan merasa bersalah dan Dara nampak melempar senyum.
" Sebelum pulang, kamu mau beli apa Yang" tanya Bryan dan Dara menggeleng pelan "langsung pulang aja" dan Bryan tampak mengangguk lalu menambah kecepatan mobil nya dan mengambil jalan pulang.
Sesampainya di rumah, Dara langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri begitu juga dengan Bryan.
__ADS_1
" Gimana kuliah kamu hari ini Yang" tanya Bryan selesai dengan urusan mandi nya.
" Baik kok " singkat Dara
" Yang, sekertaris kamu itu aneh nggak sih gerak gerik nya" tanya Dara yang kini merebahkan tubuh nya di ranjang.
" Aneh gimana" bukan nya menjawab, Bryan justru balik bertanya. Dan kini Bryan berangsur mendekat di samping istri nya.
" Ya aneh gerak gerik nya, yang aku lihat dia itu selalu cari perhatian sama kamu" jelas Dara dan sukses membuat Bryan tertawa.
" Ih kok malah ketawa" kini Dara nampak bersungut sungut.
" Kamu cemburu ya " tebak Bryan.
" Siapa juga yang cemburu " jawab Dara asal. meskipun sebenarnya hati nya sedikit terganggu dengan kehadiran sekretaris baru suami nya itu. Namun Bryan justru menarik hidung Dara. "Bilang aja cemburu."
" Yang, dengerin ya. Di hati aku itu hanya ada kamu" tegas Bryan.
" Hilih... kemarin pas amnesia juga ada nama Nayla" Dara semakin memanas.
" Astaga Yang, mana aku tau. nama nya juga amnesia." Bryan nampak membela diri nya. Bryan tau istri nya itu sekarang dalam mode cemburu.
" Ini buat kamu sayang " lagi lagi Bryan memang paling bisa mencairkan hati Dara. Satu batang coklat besar bertulis kan I love you, Bryan berikan pada Dara.
__ADS_1
" Ih... Tadi es cream sekarang coklat. Kalau aku gendut gimana?" protes Dara.
" Aku tetap cinta Yang" balas Bryan.