
Masih dengan wajah yang tertutup seseorang yang membawa Bella ini mengemudikan mobilnya dan berhenti tepat di depan kontrakan Bella.
Mata Bella terbelalak saat mendapati seseorang yang Bella yakini adalah seorang pria terlihat dari postur tubuh nya yang kekar. Bella semakin ketakutan, bagaimana bisa pria itu mengetahui alamat tempat tinggal nya sekarang. Baru ia akan membuka suara namun pria ini lebih cepat menarik nya keluar dari mobil dan membawa Bella menuju ke dalam kontrakan nya.
Dibuka nya pintu kontrakan dengan kasar dan dihempaskan nya tubuh langsing Bella ke dalam ranjang. Pria itu lalu membuka tutup kepala nya sontak membuat bola mata Bella hampir menggelinding dari tempat nya.
" Kak Alex "
Seketika Bella berdiri," kak Alex apa-apaan sih. Apa yang kak Alex lakukan. Kakak mau buat jantung aku copot" kesal Bella.
" Kenapa ? kamu takut " tanya Alex penuh seringai.
" Bukankah itu yang kamu lakukan pada Dara"
Deg
Bella diam, darimana kakak nya itu tahu. Padahal Bella tak menceritakan apapun pada kakak nya. Termasuk rencana nya menjebak Bryan.
" Kak Alex tak perlu ikut campur " jawab Bella tak terima.
" Tak perlu ikut campur kata mu, menurut kamu siapa yang sudah merekayasa rekaman CCTV itu Bell?" bentak kakak nya. Lagi lagi Bella diam.
Pria tinggi tegap di depan nya itu nampak menghela nafas nya kasar. "Kakak yang sudah membayar mahal seseorang untuk merekayasa rekaman CCTV itu. Kalau tidak, Bryan pasti sudah menjebloskan kamu ke penjara" Jelas Alex sontak membuat kedua bola mata Bella membola sempurna.
Apa yang dikatakan kakak nya itu memang benar adanya. Mungkin kalau kakak nya itu tidak segera bertindak. Hari ini bisa dipastikan Bella sudah mendekam di penjara. Lalu bagaimana bisa kakak nya merekayasa rekaman bukti kejahatan nya itu. Apa Alex juga berada di hotel itu. Ah... Itu tak penting, yang terpenting Bella sudah selamat dari masalah nya.
" Makasih kak Alex udah selamatkan aku" ucap Bella kemudian.
Bukan nya membalas ucapan terima kasih adik nya, justru Alex mengatakan hal lain. "Bukan nya kakak udah pernah bilang sama kamu jangan sakiti Dara, tapi kenapa kamu mengurung nya di toilet dalam keadaan pingsan."
Deg
Malam yang larut itu nampak berisik saat pertengkaran panjang dua bersaudara itu terjadi. Lagi lagi jantung Bella dibuat mencelos dari tempatnya. Alex tau semua nya.
" Bagaimana aku bisa menjebak Bryan kalau aku tak menyingkirkan istri nya dulu kak" jawab Bella
" Tapi tidak dengan cara menyakiti Dara" tegas Alex dengan volume suara yang meninggi.
" Dara .... Dara... dan Dara.., wanita yang kak Alex puja puja itu tidak mencintai kakak. Bagaimana bisa Kakak terus memikirkan dia saat cinta kak Alex bertepuk sebelah tangan." ketus Bella dengan nada bicara yang menyamai kakak nya.
__ADS_1
" Cukup Bella, kamu itu tak atau apa-apa mengenai perasaan kakak" kesal Alex.
" Sampai kapan kak Alex akan bersikap seperti ini. Ayo kak bertindak untuk mendapatkan wanita yang kak Alex cinta" ucap Bella lagi namun kini air mata nya nampak mengembun sebab kakak nya itu terus membentak nya.
" Kali ini Dara baik baik saja, tapi kakak sudah pernah peringatkan ke kamu." Tegas Alex sekali lagi lalu meninggalkan kontrakan adik nya.
Bella membanting pintu kontrakan nya setelah punggung Alex tak terlihat lagi.
" Sialan Dara "
Semua rencananya berantakan. Bahkan saat dia pulang selarut ini dalam keadaan kesal dan lelah kakak nya itu tak peduli padanya. Alex tak menanyakan sedikitpun keadaan Bella Justru terus menyalahkan perbuatan adik nya itu.
" Arkhhhh"
Dengan berlinang air mata Bella menjambak rambut panjang nya berkali kali, dengan penuh amarah wanita ini membanting barang barang yang bisa ia jangkau hingga semua tergeletak di lantai. Bahkan ranjang yang tadi nya tertata rapi kini nampak berantakan. Bella menghempaskan tubuh nya di ranjang nya dengan isak tangis memenuhi ruangan.
...****...
Hari berikut nya di kediaman rumah Mahendra, menantu satu satu nya di rumah besar ini nampak menyibukkan diri menyiram tanaman bunga yang tertata rapi di taman depan.
" Hey nona muda apa kabar " ucap Yola saat mereka mendekat ke arah Dara. Dara membalikan badan nya dan melihat ketiga sahabat nya sudah berdiri di depan nya dengan senyum yang mengembang. Berhubung hari ini hari sabtu mereka tidak ada kegiatan kampus.
Mereka lalu duduk di taman dengan menikmati udara pagi yang masih segar. Mereka memang datang masih pagi. Bukan hanya rindu dengan Dara, rupa nya ketiga nya sangat penasaran dengan cerita singkat Dara kemarin.
" Kak Bryan masih tidur Ra " tanya Cici dan Dara mengangguk.
" Eh gimana ceritanya Ra " seru Yola yang sangat kepo.
Disinilah mereka berempat, berbincang bincang mengintrogasi Dara atas apa yang terjadi pada nya dan suami nya di hotel itu. Bukan apa yang terjadi di kamar hotel ya, tapi dugaan rencana penjebakan itu yang mereka bicarakan.
Sedang asyik asyiknya mengobrol suara deheman seseorang mengalihkan perhatian mereka.
" Eh kak Alex " ucap Yola yang terpesona dengan ipar Dara ini.
"Lagi pada ngobrolin apa sih serius banget pagi pagi begini." tanya Alex
" Urusan wanita kak " jawab Loly asal.
" Aku ke atas dulu ya, mau bangunin Bryan " ucap Dara mengalihkan pandangan Alex yang terus menatap Dara.
__ADS_1
Dara berlalu begitu saja melewati Alex dan menuju ke kamar nya. Namun baru sampai tangga tubuh nya menabrak seseorang.
Brukkk
Dengan sigap seseorang menangkap Dara.
" Sayang " ucap Dara lirih.
" Kenapa buru-buru sekali jalan nya Ra" tanya Bryan pelan lalu membantu Dara berdiri kembali. Dara nampak tersenyum, " Ehmmm.. nggak apa-apa Yang. Tadi nya mau bangunin kamu" jawab Dara kemudian.
" Sudah mandi Yang" tanya Dara setelah mengendus tubuh Bryan yang terlihat wangi dan segar. Bryan mengangguk, lalu mengacak pelan rambut istri nya dan mengecup singkat kening Dara.
" Ehemm.. " suara deheman seseorang membuat Dara tersipu malu sedangkan Bryan justru memberikan tatapan tajam pada asisten nya itu. Dan Bastian hanya terkekeh.
" Kalau masuk itu ketuk pintu " kesal Bryan menuruni tangga dan mendekat ke arah Bastian.
" Pintu nya udah terbuka lebar bos " ucap Bastian masih dengan kekehan nya.
" Yang, di luar ada Yola, Cici sama Loly " ucap Dara memberi tahu suami nya.
" Suruh masuk saja Yang. Kita sarapan bersama" ajak Bryan.
Diruang makan, pagi ini sangatlah ramai. Bastian dan ketiga sahabat Dara juga ikut sarapan bersama. Kebetulan hari libur dan sudah lama mereka tak berkunjung ke rumah mewah ini.
" Om senang sekali kalian bisa main kesini. " ucap Mahendra di sela-sela menikmati sarapan nya.
" Iya Om, terima kasih juga buat sarapan nya" ucap Cici yang mewakili sahabat nya. Sedangkan yang lain nampak tersenyum.
Selesai sarapan Mahendra dan ketiga pria tampan itu nampak bermain catur di teras. Sedangkan Dara dan ketiga sahabat nya duduk di gazebo yang ada di taman. Dengan ditemani camilan dan minuman mereka semua nampak asyik menikmati hari libur ini. Tanpa mereka ketahui ada seseorang yang sejak tadi memperhatikan semua aktivitas mereka.
" Kenapa sih harus Dara yang beruntung.
Semua orang perhatian dan sayang padanya. Bahkan kak Alex masih bisa tertawa bahagia di sekeliling mereka. Sedangkan aku hanya seorang diri."
" Aku tak akan menyerah sebelum melihat keluarga ini hancur" janji Bella dalam hati nya dengan tangan yang mencengkeram kuat.
" Mbak, ngapain ngintip disini " tanya satpam rumah Mahendra.
Deg......
__ADS_1