
" Apa-apaan ini " suara bariton seseorang yang membuat mereka berdua nampak tercengang.
Kedua nya seketika menoleh. Dan Alex spontan melepaskan Dara. Dara terlihat sangat ketakutan untuk saat ini. Bahkan bisa Dara lihat dengan jelas sorot mata yang tajam dari seseorang yang berada di atas tangga. Sorot mata yang siap menerkam mangsa dibawah nya.
" Hey Bryan bisa bisa nya istri mu menggoda ku" ucap Alex yang membuat Dara semakin mendelik. Apa maksud kakak ipar nya itu memutar balikan fakta.
" Bryan, ini tidak benar " Dengan segera Dara menyangkal nya.
" Sayang, kak Alex mabuk " jelas Dara kemudian. Pandangan mata Bryan lalu tertuju pada Alex. Mata saudara tiri nya itu nampak memerah, mungkin dia terlalu banyak menghabiskan minuman yang mengandung alkohol itu. Bahkan untuk membawa tubuh nya berdiri dengan tegap seperti nya pria di depan nya ini sudah tak mampu.
Dengan segera Bryan melangkah menuruni tangga. Ditarik nya tubuh istrinya untuk masuk ke dalam dekapan nya. Dalam jarak dekat dapat Bryan cium dengan jelas bau alkohol pada kakak tiri nya itu.
" Aku lebih percaya pada istri ku" Tegas suami Dara itu.
Bugh !
Satu pukulan Bryan hantamkan pada wajah Alex tanpa aba-aba. Namun Alex hanya meringis dan tak melawan nya.
" Apa yang kakak lakukan. Berani berani nya mengganggu istri ku"
Bugh !
Lagi lagi Bryan mendaratkan pukulan pada Alex dengan tangan kanan nya sedangkan tangan kiri nya masih membawa Dara dalam pelukan nya. Namun sedikit pun Alex tak membalas pukulan Bryan. Dengan memegangi sudut bibir nya yang terasa perih Alex hanya terkekeh. Putra Melinda ini berjalan sempoyongan menopang tubuh nya yang hampir ambruk. Alex melewati Bryan dan Dara begitu saja dan menaiki tangga menuju ke kamar nya.
Bryan tampak geram dengan tingkah saudara tiri nya itu. Bisa bisa nya dia mabuk dan mengganggu istri nya. Mungkin hanya itu yang Bryan ketahui. Andai saja Bryan tau apa yang Alex ucapkan pada Dara sebelum Bryan datang tadi. Mungkin Bryan sudah menghajar Alex habis-habisan tanpa ampun.
__ADS_1
" Sayang, mana yang sakit " tanya Bryan pelan lalu mengajak istrinya untuk duduk di meja makan dan mengambilkan nya segelas air putih. Bryan nampak mengusap wajah nya kasar, terlihat dengan jelas raut kemarahan pada suami Dara.
" Aku nggak apa-apa Yang " ucap Dara meyakinkan suami nya. Padahal sebenarnya Dara masih takut pada ucapan Alex yang mengatakan akan merebut Dara dari Bryan.
" Yaudah, kita ke atas ya Yang udah malam" ajak Bryan dengan lembut dan Dara balas dengan anggukan kepala. Sesampainya di kamar, Dara memilih untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian nya dengan baju tidur lalu bergegas naik ke ranjang nya karena memang hari sudah larut malam.
" Tidur Yang udah malam " lirih Bryan di telinga istri nya. Bahkan tangan suami Dara itu kini sudah melingkar di pinggang Dara. Detik kemudian, Dapat Dara dengar dengan jelas hembusan nafas suami nya yang sudah terlelap.
Sedangkan Dara masih betah memikirkan ucapan Alex yang menurut nya tidak pernah main main itu. Rasa trauma melekat pada diri Dara semenjak kejadian amnesia pada suami nya itu.
Mata nya sulit sekali untuk terpejam. Sesekali Dara menggerakkan tubuh nya. Bahkan gerakan gerakan kecil ini mungkin sudah mengganggu tidur Bryan.
" Sayang, kok belum tidur " lirih Bryan dengan mata terpejam lalu tangan nya bergerak untuk membawa Dara kedalam pelukan nya agar istri nya itu segera tidur. Dara lalu membalas pelukan suami nya dan perlahan kedua nya tenggelam dalam mimpi.
...****...
" Alex belum bangun Bi" Tanya Mahendra pada Bi Siti.
" Maaf tuan, den Alex seperti nya belum kelihatan" jawab Bi Siti apa ada nya. Sedangkan Dara dan Bryan tak menyahut apapun.
" Nggak biasanya jam segini Alex belum muncul. Apa dia sakit " gumam Mahendra. Belum sempat Mahendra meminta Bi Siti untuk melihat Alex, pria itu sudah lebih dulu menuruni tangga dan menuju ke meja makan. Tanpa sepatah kata pun Alex mendudukan diri nya.
" Loh Lex, kenapa bibir mu" tanya Mahendra terkejut.
" Kamu habis berantem. Siapa yang sudah memukuli kamu sampai seperti ini," sederet pertanyaan Mahendra lontarkan pada putra sambung nya itu.
__ADS_1
" Ah tidak apa-apa Pa. ini tidak sakit" jawab Alex tanpa menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Yang ada diri nya justru habis kena marah. Bahkan baik Bryan ataupun Dara tak ada yang membuka suara mengenai kejadian semalam. Hanya saja, untuk saat ini tatapan Bryan dan Alex seperti sama sama memendam sesuatu.
Kalau saja bukan karena papa nya. Bryan pasti sudah mengusir Alex dari rumah nya. Bryan masih menghormati papa nya untuk membiarkan Alex tinggal di rumah nya setelah beberapa minggu yang lalu Alex telah menyelamatkan Mahendra. Meskipun itu hanya bagian dari rencana Alex.
Sarapan kali ini terlihat sangat canggung. Tak ada perbincangan apapun. Mahendra melirik ke arah kedua putra nya yang sama sama diam.
" Pa, Bryan dan Dara sudah selesai sarapan nya. Kita berangkat duluan" ucap Bryan dan Mahendra nampak mengernyitkan dahi nya. Kenapa putra nya ini terlihat terburu buru. Bryan lalu bangkit dan menggandeng tangan istrinya, lalu mereka berdua mengulurkan tangan nya untuk berpamitan pada Papa Mahendra. Alex yang melihat hanya tersenyum miring dan melanjutkan menyendokan makanan nya.
" Sayang, kamu masih marah ya" tanya Dara pelan saat kedua nya sudah berada di dalam mobil.
Bryan yang masih fokus mengemudi melirik ke arah istri nya sebentar lalu kembali menatap ke depan.
" Yang, jangan diem aja. Aku takut" ucap Dara lagi. Bryan lalu menoleh dan menggenggam tangan istrinya.
" Maaf Yang udah buat kamu takut " jawab nya lalu mencium tangan istrinya.
Seperti biasa nya, Bryan mengantarkan istri nya terlebih dulu ke kampus baru menuju ke kantor nya. Mobil Bryan berhenti tepat di depan gerbang kampus.
" Aku keluar dulu ya Yang " ucap Dara dengan mengulurkan tangan pada suami nya. Bryan tersenyum lalu memberikan tangan nya, dengan segera Dara mencium punggung tangan suami nya. Belum sempat Dara membuka pintu. Kembali suami nya itu memanggil Dara. Dara menoleh, Dengan cepat Bryan mendaratkan kecupan di kening istrinya dan Dara nampak tersipu.
" Aku kerja dulu ya. Nanti pulang nya sama supir ya Yang" ucap Bryan mengelus pelan rambut istri nya. Lalu Dara keluar dari mobil dan Bryan mulai menginjak gas mobil nya meninggalkan gerbang kampus.
Dara nampak melambaikan tangan pada suami nya. Tanpa Dara sadari rupa nya sejak tadi ketiga sahabat nya sudah berdiri mematung di depan gerbang kampus untuk menunggu Dara. Bahkan menyaksikan adegan di dalam mobil tadi.
" Ciiee.... cengar cengir sendiri kalau kuliah di anter pangeran" celoteh Loly menggoda Dara.
__ADS_1
" Makanya kalian itu buruan cari pangeran" balas Dara dan ketiga nya hanya nyengir.