Sebening Air Mata Dara

Sebening Air Mata Dara
Di Kamar Hotel


__ADS_3

Dara dan Bryan sekarang berada di kamar hotel VVIP yang memang sudah disiapkan khusus untuk mereka. Sedangkan asisten pribadi Bryan dan sekretaris nya masing masing mendapatkan fasilitas kamar hotel standard. Tentu berbeda dengan atasan nya itu.


Dara memilih untuk mandi terlebih dahulu sebelum merebahkan tubuhnya. Sedangkan Bryan membuka satu kancing kemeja paling atas agar lebih longgar lalu melipat lengan kemeja nya, kemudian menyandarkan tubuhnya di ranjang.


Selesai dengan urusan mandi nya Dara keluar memakai kaos dan celana pendek lalu mengeringkan rambut nya. Dara melirik sekilas ke arah suami nya yang terlihat lelah itu, lalu Dara mendekat dan mendudukan diri nya di tepi ranjang.


" Sayang, mandi dulu terus istirahat ya. Nanti malam masih ada acara pertemuan penting kan" ucap Dara lembut dan Bryan tersenyum.


" Temenin ya Ra " goda Bryan.


" Eh.. Aku udah mandi Yang " balas Dara dan Bryan hanya menghela nafas lalu bangkit dari posisi bersandar nya dan mendekat ke arah istri nya "cup..." Bryan mengecup singkat pipi mulus istrinya lalu tersenyum menyeringai "nanti malam aja ya" ucap nya berbisik di telinga istri nya yang terkesan menggoda. Dara hanya mematung, dan suami nya itu nampak terkekeh lalu berdiri dan menuju ke kamar mandi.


Dara hanya menggeleng, kemudian berjalan ke koper nya dan mengambil baju ganti untuk suami nya. Lalu Dara mulai merebahkan tubuh nya. Rasa kantuk yang melanda tak membuat Dara harus menunggu lama untuk terpejam. Bahkan Dara sudah tertidur pulas sebelum suami nya itu selesai mandi.


Bryan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang dan berjalan ke ranjang nya. Bryan tersenyum melihat Dara sudah terlelap. Istri nya itu tetap terlihat cantik meskipun dalam keadaan tidur dan tanpa make up.


Bryan mengambil celana pendek yang sudah disiapkan oleh istri nya itu dan memakai nya. Bryan juga ingin mengistirahatkan badan nya sejenak. Setelah mengeringkan rambut nya yang basah dengan handuk Bryan pun merebahkan diri nya di samping istrinya dengan celana pendek dan hanya bertelanjang dada.


Dibelain nya rambut panjang istrinya itu dan dikecup nya lama kening istrinya. Lalu mata nya perlahan mulai terpejam dengan tangan yang melingkar di pinggang istrinya. Tak menunggu lama Bryan pun juga terlelap.


Bastian pun juga memilih untuk tidur siang setelah tadi sempat melakukan panggilan video call dengan Cici. Bastian yang mengendarai mobil nya sendiri juga merasa sangat lelah. Sedangkan Bella, jangankan untuk memejamkan mata, hati nya sangat gundah hari ini. Dia akan menjalankan rencana nya malam ini. Tapi seperti nya susah sebab Bryan membawa Dara. Dan istri Bryan itu pasti akan mengikuti suami nya kemanapun ia pergi.


Merasa bosan di dalam kamar, Bella memilih keluar dari kamar nya hendak mencari suasana lain di luar kamar.

__ADS_1


Dara mengerjapkan mata nya dan berniat untuk bangun. Bahkan Dara merasa tenggorokan nya kering dan ingin mengambil air minum. Namun tangan kekar suami nya itu masih melingkar dengan kuat di pinggang nya. Dipandang nya wajah tampan suami. Perlahan Dara mengangkat tangan kekar suami nya dan dengan hati hati Dara turun tanpa ingin membangunkan suami nya.


Dara berjalan untuk mengambil air dingin dari dalam kulkas dan meminum nya. Waktu sudah menunjukan pukul 4 sore. Dan satu jam lagi Dara baru berniat membangunkan suami nya. Rupa nya Dara tidur lumayan lama dan membuat perut nya merasa lapar. Dara berniat keluar sebentar untuk membeli makanan.


Bella yang melihat Dara keluar dari kamar hotel nya nampak menyunggingkan senyum nya. Melihat Dara yang sudah jauh dari kamar nya, Bella berjalan mendekat dan perlahan membuka pintu kamar Bryan yang memang tidak terkunci. Bella berjalan mendekat ke arah ranjang. Bella sangat terpana dengan dada bidang atasan nya itu.


" Kau sudah membuat ku gila Bryan " lirih Bella dan semakin mendekat. Baru Bella ingin mengangkat tangan untuk membelai Bryan tapi Bryan lebih dulu menggeliat dan reflek memegang tangan Bella yang Bryan kira itu adalah Dara.


" Bella... "


Teriak Dara, bahkan Bryan yang masih terpejam sontak terkejut dan spontan membuka mata nya. apalagi melihat Bella di dalam kamar nya, sedangkan Dara berada di depan pintu.


" Apa yang kamu lakukan disini Bella. Tak sopan sekali kamu masuk ke kamar saya" Kesal Bryan.


Bella nampak menggerutui diri nya sendiri. Dia sangat ceroboh. "Maaf pak, bu tadi saya sudah mengetuk pintu tapi justru pintu nya terbuka sendiri. Seperti nya sebelum Bu Dara keluar, Bu Dara belum menutup pintu nya dengan rapat. Maaf kalau saya lancang."


Dara yang tadi nya merasa lapar, kini mendadak tak bernafsu. Dan memilih untuk melenggang membuka pintu balkon dan menikmati udara sore yang bisa menenangkan pikiran nya.


Bryan memakai kaos yang sejak tadi sudah Dara siapkan lalu menyusul istri nya.


" Ra " panggil Bryan pelan yang sudah memeluk istrinya dari belakang. Mengecup tengkuk istri nya yang sedang dalam mode kesal ini.


" Sayang, jangan marah ya "

__ADS_1


" Jangan marah kamu bilang, wanita itu benar benar tak sopan, tak menghormati kamu sebagai atasan nya dan tak menghargai aku sebagai istri mu" ucap Dara dengan raut wajah yang berubah menjadi singa betina. Seketika membuat nyali CEO muda ini menjadi menciut melihat gadis nya marah seperti ini.


" Iya yang. Kamu lihat kan tadi aku juga memarahi nya. aku juga akan menegur nya Yang. Kamu tenang ya" jelas Bryan agar istri nya itu tidak merajuk lagi. Dan Dara masih diam dan kembali menatap lurus ke arah depan sana tak berniat melihat ke arah suami nya.


" Kita siap siap ya Yang, habis ini kita ada pertemuan penting dengan beberapa rekan kerja dan makan malam bersama." kembali Bryan mengalihkan pembicaraan mereka.


" Kamu pergi saja, aku mau di kamar" jawab Dara dan Bryan menghela nafasnya kasar.


" Jangan gitu donk Ra, kamu temenin aku ya." mohon Bryan lagi. Dan Dara tetap menggeleng.


" Memang nya kamu mau aku ke acara makan malam tanpa menggandeng istri. yang ada nanti wanita wanita di luar sana menggoda aku gimana?" satu pernyataan Bryan yang membuat Dara mengurungkan niat nya.


" Oke aku ikut " ucap nya malas.


Bryan lalu mengacak pelan rambut istri nya yang masih Bryan rasakan ada rasa kesal pada diri Dara.


Setelah bersiap siap, Bryan menggandeng mesra tangan istrinya yang sudah terbalut dengan gaun malam yang sangat memukau. Dara memang sangat pantas menjadi istri seorang CEO berbakat, cerdas dan tajir seperti putra Mahendra ini. Postur tubuh yang mendukung dan wajah yang cantik menjadi paket komplit untuk Dara.


Malam itu mereka pergi ke acara pertemuan rekan bisnis dan makan malam yang berlangsung di hotel itu juga. Bryan yang masih menggandeng istri nya kini memasuki ruangan. Semua pasang mata di acara itu tampak terpana melihat kecantikan istri Bryan. Tak sedikit dari mereka yang berbisik - bisik membicarakan kecantikan Dara.


Bryan mengenalkan Dara pada beberapa rekan bisnis nya. Dan Dara nampak tersenyum. Tak sedikit dari mereka yang memuji kecantikan istri Bryan itu.


" Sayang , aku ke toilet bentar ya" ucap Dara pada suami nya.

__ADS_1


" Mau diantar Yang " balas Bryan dan Dara nampak menggeleng.


Bella yang melihat Dara mulai menjauh dari suami nya. Kini mulai menjalankan rencana nya.


__ADS_2