Sebening Air Mata Dara

Sebening Air Mata Dara
Dara vs Bella


__ADS_3

Bryan nampak mengernyitkan dahi nya, selama dia bergelut di kantor ayah nya. Belum sekali pun dia bertemu dengan wanita ini. Lalu siapa dia?


" Maaf ya, aku tidak sengaja" ucap Bryan kemudian. Bukan nya marah atau kesal justru wanita itu melempar senyum.


" Iya tidak apa-apa" ucap wanita yang belum diketahui identitas nya itu.


" Saya permisi dulu" ucap nya kemudian meninggalkan Bryan. Dan Bryan hanya mengangguk pelan.


Sesampai nya di depan resepsionis, Bryan terkejut melihat beberapa karyawan nampak berdiri berjajar di sepanjang jalan masuk.


" Selamat datang kembali di kantor pak Bryan" ucap mereka kompak dan Bryan hanya melempar senyum. Bahkan para karyawan yang masih muda merasakan ada angin segar yang masuk ke kantor melihat paras tampan yang sangat mereka idolakan.


Bryan kemudian berjalan kembali menuju ke ruangan nya. Pintu ruangan itu Bryan buka, ruang kerja yang sudah lama ia tinggal itu terlihat bersih dan tertata rapi. Lalu suami Dara ini berjalan menuju kursi kebesaran nya dan mendudukan diri nya disana. Dibuka nya laptop kerja yang selama satu bulan ini ia tinggalkan. Namun tiba tiba pintu ruangan nya terketuk.


" Masuk " jawab Bryan.


Bastian masuk ke dalam ruangan bos nya ini. Ya, saat di kantor Bryan memanglah atasan Bastian. Namun jika di luar Bastian adalah sahabat Bryan.


" Pak Bryan, ini adalah sekretaris baru anda" jelas Bastian memperkenalkan seorang wanita pada Bryan dan seketika bola mata Bryan menyipit. "Bukankah ini gadis yang tadi pagi menabrak ku" batin Bryan.


" Perkenalkan pak, nama saya Bella " ucap nya dengan mengulurkan tangan pada Bryan.


" Ah iya " jawab Bryan namun tidak membalas uluran tangan Bella.


" Memang nya Sinta kemana?" tanya Bryan. Sinta adalah sekretaris nya yang lama. Dan sekarang ketika Bryan mulai masuk kembali ke kantor kenapa Sinta sudah digantikan dengan orang baru. Itu sebab nya Bryan menanyakan nya.


" Oh, Sinta sudah resign karena kandungan nya semakin membesar pak" terang Bastian dan Bryan mengangguk mengerti.


" Ya sudah, kamu kasih tau dia apa saja tugas tugas nya" perintah Bryan pada asisten pribadi nya itu.


" Oh iya pak, nanti sebelum jam makan siang ada meeting internal kantor dengan tuan Mahendra" ucap Bastian dan Bryan hanya berdehem.


" Sial, ternyata dingin juga CEO ini. Sifat nya sangat berbeda jauh dengan pria yang akan kenal dulu" ucap sekretaris baru Bryan itu sebelum diri nya meninggalkan ruangan Bryan.

__ADS_1


Sesuai perintah Bryan tadi, Bastian kini memberitahu apa saja yang menjadi tugas Bella sebagai sekertaris.


Tok.. Tok.. Tok...


Pintu ruangan Bryan kembali diketuk dan Bryan mempersilahkan orang di balik pintu itu untuk masuk.


" Permisi pak, maaf 10 menit lagi meeting akan segera di mulai " ucap Bella mengingatkan.


" Baik saya akan segera ke ruang meeting" balas bos nya itu. Lalu Bryan bangkit dari duduk nya. Saat hendak melangkah tiba tiba wanita yang bernama Bella itu tersandung dan Bryan reflek menopang tubuh Bella.


1 detik


2 detik


3 detik


Kedua nya saling pandang, namun dengan segera Bryan membantu nya berdiri dan melepaskan tangan nya dari lengan Bella.


Di ruang meeting sudah terlihat Papa Mahendra, Alex, Bastian, dan beberapa staf lain nya. Dan disinilah Bryan berada. Memberikan kata sambutan karena diri nya akhir nya bisa kembali ke kantor dan disusul meeting penting mengenai proyek yang akan dijalankan nya. Beberapa pasang mata terutama kaum hawa nampak kagum dan terpesona pada putra sekaligus pewaris harta Mahendra ini. Selain memiliki kadar ketampanan yang mendekati sempurna, suami Dara ini memiliki otak yang cerdas dan kemampuan memimpin yang tidak bisa diragukan lagi.


Meeting selesai bertepatan dengan jam makan siang. Bryan merogoh ponsel dari saku celana nya. Benda pintar ini nampak bergetar tanda pesan masuk. Bryan tersenyum saat nama seseorang yang mengirimkan pesan pada nya.


📥 Istriku Sayang 🥰


Sayang, aku tunggu di ruang resepsionis ya. aku bawa makanan buat kamu sama papa. Kita makan siang bersama ya...


^^^📤 My Hubby^^^


^^^Oke sayang, aku turun sekarang^^^


Dengan langkah cepat Bryan keluar dari ruang meeting dan Bella nampak membuntuti Bryan. Mata Bella tercengang saat ternyata bos nya itu menemui seorang wanita. Bella nampak kesal, bahkan ia menghentakkan kaki nya ke lantai dan memilih kembali ke ruangan nya.


" Sayang, kok kamu kesini. Memang nya sudah selesai kuliah nya" tanya Bryan dengan tangan yang sudah membelai rambut Dara.

__ADS_1


" Udah Yang, selesai kuliah aku langsung bantu bibi masak dan ini aku bawain makan siang" jelas Dara dengan menunjuk pada rantang yang sudah di bawa nya.


" Makasih ya, tapi kamu jangan capek capek" ucap Bryan penuh perhatian.


" Sama satu lagi, kalau kamu datang ke kantor langsung naik aja ke ruangan ku ya sayang, nggak usah nunggu di resepsionis" ucap Bryan lalu meraih tangan Dara dan menggandeng nya menuju ruangan nya.


Di ruang kerja Bryan, pria tampan ini melakukan makan siang dengan papa dan istrinya. Ruang kerja Bryan sangatlah luas. Dilengkapi dengan kamar tidur untuk beristirahat sejenak saat kecapekan bahkan kamar mandi di dalam nya.


Selesai dengan makan siang nya Mahendra meninggalkan ruang kerja Bryan. Tak lupa Mahendra mengucapkan terima kasih pada menantu yang sudah menyiapkan makan siang untuk nya.


" Sayang, kamu disini aja ya, temani aku kerja. Nanti kita pulang sama-sama" pinta Bryan pada istrinya.


" Terus aku harus ngapain disini. Tadi aku kesini kan sama supir Yang." jawab Dara


Bryan memang sudah menyiapkan supir pribadi untuk Dara yang akan mengantar jemput Dara ke kampus atau mengantar kemana saja saat Bryan tak bisa mengantar nya.


" Biar pak supir aku suruh pulang aja Yang" jelas Bryan dan Dara mengangguk. Mana mungkin dia menolak permintaan suami nya.


" Aku kerja dulu ya sayang, kamu ke kamar aja untuk istirahat. Lagian kamu juga capek kan dari kampus langsung masak terus kesini" titah Bryan sangat lembut pada istrinya itu.


" Iya sayang, aku mau temani kamu dulu. Aku duduk di sofa aja ya. Nanti kalau ngantuk aku ke kamar" jawab Dara dan Bryan tampak tersenyum. Detik kemudian satu kecupan manis mendarat di kening istri nya itu.


" Maaf pak" tiba tiba suara seseorang membuat Bryan melepas kecupan pada kening istrinya.


" Kamu itu kalau masuk ke ruangan orang bisa nggak ketuk pintu dulu" cecar Bryan pada sekretaris nya itu. Dara dan Bella nampak saling pandang.


" Sayang, dia siapa" tanya Dara. Belum lama menjadi istri Bryan, Dara memang belum hafal dengan karyawan terdekat nya. Hanya saja gerak gerik Bella yang aneh membuat Dara penasaran.


" Oh dia Bella, sekretaris baru aku Yang." jawab Bryan apa ada nya.


" Dan kamu Bella, ini istri ku nama nya Dara" jelas Bryan memperkenalkan istrinya itu. Bella mengulurkan tangan nya pada Dara. Dara diam, namun detik kemudian dia membalas uluran tangan Bella. Kembali kedua sorot mata itu saling pandang dengan tatapan yang sangat sulit untuk diartikan. Menit kemudian Dara memilih untuk duduk di sofa dekat meja kerja Bryan.


Bella nampak menyodorkan beberapa berkas untuk Bryan tanda tangani. Sesekali wanita ini melirik ke arah Dara. Namun Dara pura pura bermain ponsel nya.

__ADS_1


__ADS_2