
Perhatian ketiga sahabat nya pun akhir nya teralihkan ke Dara. Mereka bertiga saling pandang seolah mengatakan ada apa. Namun mereka pun juga hanya membalas dengan mengangkat bahu nya tanda tak tau.
" Apa yang terjadi Ra," tanya Loly pelan. Berbeda dari biasanya Dara selalu bercerita pada ketiga sahabat nya ini. Namun seperti nya untuk saat ini dia akan memendam nya sendiri.
Mata indah ini berkaca kaca. Namun Dara nampak menggeleng. Sahabat nya pun bertanya-tanya ada apa dengan Dara. Dapat mereka lihat dengan jelas raut wajah istri Bryan itu seketika berubah setelah melihat benda pipih milik nya itu.
" Aku pulang dulu ya guys " pamit Dara pada ketiga sahabat nya lalu bangkit dari duduk nya dan pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban dari sahabat nya.
" Ra, mau kemana?" teriak Yola namun Cici mencegah Yola untuk mengejar Dara.
" Biarkan saja " ucap Cici. Bukan nya Cici tak peduli dengan sahabat nya itu. Hanya saja dia kenal betul siapa Dara. Dia pasti akan bercerita pada sahabat nya jika dia tak mampu memendam masalah nya sendiri. Mungkin sekarang dia sedang ingin sendiri.
" Pak, kita pulang " perintah Dara pada supir pribadi nya. Dan supir pribadi Dara itu menjalankan mobil nya menuju kediaman Mahendra.
Supir pribadi Dara itu berhenti tepat di halaman rumah Mahendra. Tanpa sepatah kata pun Dara kemudian keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Supir pribadi menantu Mahendra itu hanya menghela nafas nya lalu memarkirkan mobil nya dengan rapi di garasi.
Dengan langkah cepat istri Bryan itu segera menuju ke kamar nya. Menghempaskan tubuh nya di ranjang, bahkan tangan Dara kini meremat sprei ranjang nya. Sebuah pesan yang dikirim dari nomor tak dikenal itu berhasil meracuni otak Dara. Hati nya nampak bergejolak. Bahkan cairan bening itu sudah mengembun dan membasahi pipi.
...****...
Selesai dengan makan siang nya Bryan kembali mengurus berkas berkas yang harus ia tanda tangani untuk kerjasama dengan klien nya ini. Setelah semua urusan nya di hotel itu selesai Bryan dan yang lain nya segera kembali ke kantor. Karena kesibukan nya Bryan sampai melupakan menghubungi istrinya.
Di dalam perjalanan kembali ke kantor, Bryan mengambil ponsel yang sejak tadi ia kantongi di saku celana nya dan sekalipun belum ia pegang. Bryan nampak mengernyitkan dahi nya saat membuka ponsel nya. Tak ada satupun pesan masuk atau panggilan dari istrinya. Suami Dara ini menghela nafas nya pelan lalu menekan tombol hijau untuk melakukan panggilan pada istrinya.
Thut... thut .. Thut...
Panggilan pertama tidak ada jawaban. Bryan kembali melakukan panggilan untuk kedua kali nya namun masih nihil. "shittt" umpat Bryan lirih namun masih terdengar jelas di telinga Bella. Wanita ini seketika menarik sudut bibir nya ke samping. Terlihat seringai dari sudah bibir Bella. "ini belum seberapa, itu baru hal kecil" gumam Bella seolah yakin bahwa Bryan itu sedang mencoba menghubungi istri nya namun tak ada jawaban.
__ADS_1
Namun Bryan tak putus asa. Jemari tangan nya dengan lincah mengetik pesan untuk Dara.
^^^📤 My Hubby^^^
^^^Sayang, kamu dimana. Aku udah selesai meeting nih. Sebentar lagi pulang.^^^
Lima menit kemudian, Bryan melihat pesan yang ia kirim pada istri nya namun masih belum di baca. Bryan nampak mengusap wajah nya kasar. Bastian yang hanya melirik dari kursi kemudi seketika menoleh merasa ada yang tidak beres dengan bos nya itu.
" Pak Bryan, apa anda baik baik saja" Tanya Bastian sopan.
" Ah iya, aku baik baik saja" singkat Bryan beralibi. Dan Bastian nampak mengangguk. Meskipun bastian yakin Bryan sedang tidak baik baik saja. Bastian kini menambah kecepatan mobil nya agar segera sampai di kantor.
" Bas, teruskan hasil meeting tadi ke papa. Aku mau langsung pulang" ucap Bryan saat mobil yang dikendarai Bastian tiba di kantor. Bryan lalu bergegas menuju ke mobil nya di parkirkan dan melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.
" Ternyata benar " gumam Bastian.
" Dara sudah pulang pak " tanya Bryan pada supir pribadi Dara.
" Sudah tuan muda " jawab supir pribadi istrinya itu. Kemudian Bryan bergegas masuk ke dalam rumah tanpa berkata apapun.
" Bi, Dara dimana? " tanya Bryan pada asisten rumah tangga yang sedang membersihkan ruang tamu.
" Non Dara sejak siang pulang dari kampus tadi di kamar dan belum keluar kamar sama sekali den Bryan." jawab Bi Tuti dan mata Bryan nampak membola. Apa yang terjadi pada istrinya ? apa dia sakit. Pikiran Bryan semakin kacau.
Dengan langkah cepat putra Mahendra itu menaiki tangga dan menuju ke kamar nya. Bryan membuka pintu kamar nya dan mendapati istri nya itu terlelap di ranjang nya dengan posisi yang berantakan. Dapat Bryan simpulkan bahwa istri nya ini ketiduran. Dugaan Bryan memang benar, lelah menitihkan air mata nya kini Dara tertidur dengan posisi tengkurap bahkan masih mengenakan baju saat di kampus tadi.
Bryan menghela nafas nya panjang, "Sayang, bikin khawatir aja". Bryan lalu mendekat dan mencium kening istrinya. Lalu tangan nya terangkat untuk merapikan rambut Dara yang berantakan. Namun gerakan tangan nya seketika berhenti saat melihat sprei nya terlihat basah. Bryan membenarkan posisi tidur Dara menjadi telentang. Astaga, dapat Bryan lihat bahwa istrinya itu habis menangis. Ada apa dengan istrinya? Telapak tangan Bryan nampak memegang dahi Dara namun tak ada tanda tanda istrinya demam.
__ADS_1
Mungkin dia akan bertanya saat istri nya nanti bangun. Bryan lalu bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah mengganti pakaian nya dengan baju santai Bryan bergegas ke ranjang untuk menemani istrinya. Namun istri nya sudah tak ada di ranjang kamar nya. Apa mungkin istri nya sudah turun ke bawah, pikir Bryan. Namun pandangan nya teralihkan saat melihat pintu balkon terbuka.
Bryan berjalan keluar dan memang benar istrinya itu sedang berdiri disana.
" Sayang " panggil Bryan namun Dara tak menjawab ataupun menoleh. Istri Bryan itu masih diam dan betah memegang pembatas balkon.
" Sayang ada apa" Bryan semakin mendekat bahkan mengecup pundak istri nya. Tak ada perlawanan dari Dara dan istrinya itu masih betah untuk diam.
" Apa aku ada salah sama kamu, maaf tadi siang aku nggak kirim pesan atau telepon. Aku sib...." Dengan cepat Dara memotong pembicaraan Bryan.
" Sibuk dengan wanita itu" balas Dara
Deg
Apa maksud istri nya itu. Seharian Bryan sibuk dengan pekerjaan nya. Tapi istrinya itu justru menuduhnya.
" Wanita mana Yang" tanya Bryan seolah meminta penjelasan.
" Wanita mana? siapa lagi kalau bukan sekretaris baru kamu itu." terang Dara lalu masuk ke dalam kamarnya.
Bryan lalu masuk untuk mengejar Dara. "Yang, kita hanya meeting. Aku juga sudah bilang kan ada Bastian dan kak Alex juga." jelas Bryan.
" Tapi tidak harus mesra begitu kan. Dia itu cari perhatian kamu" kali ini Dara nampak membentak suami nya.
" Astaga Yang, kamu jangan salah paham begitu" sekali lagi Bryan menjelaskan. Tangan Bryan kini meraih kedua tangan Dara, mencium nya dengan lembut lalu mendekatkan pada dada Bryan.
" Kamu satu satunya wanita di hati ku dan tidak akan pernah terganti Yang" tegas Bryan lalu membawa Dara ke dalam pelukan nya.
__ADS_1