
Berbeda dengan Bryan yang memilih untuk diam di sebelah kursi kemudi. Justru Bastian yang kini menduduki kursi kemudi terlihat senyum bahagia terpancar dari wajah tampan keponakan Mahendra itu. Bryan melirik sekilas ke arah asisten pribadi nya.
" Seneng banget Bas " tanya Bryan dan Bastian justru melebarkan senyum nya.
" Lagi jatuh cinta ya " tebak atasan Bastian itu.
" Tepat " ujar Bastian bangga.
" Wuih.... gadis mana nih yang berhasil membuat sahabat ku ini tersenyum sepanjang jalan." sindir Bryan.
Bella yang tadi nya diam di kursi penumpang kini melebarkan telinganya untuk menyimak pembicaraan dua pria tampan di depan mereka.
" Cici " akui Bastian tanpa ragu. Jelas membuat Bryan terkejut.
" Woah... Cici sahabat Dara " tanya Bryan memastikan.
" Iya pak bos " balas Bastian lalu kembali fokus dengan setir bundar nya.
" Selamat ya Bas, semoga langgeng hingga ke pelaminan" ujar Bryan mendoakan yang terbaik untuk asisten pribadi nya itu dan Bastian mengangguk.
" Pak bos sendiri kenapa seperti tak bersemangat begitu. Karena Dara tak ikut ya" tebak Bastian namun atasan nya itu menggeleng.
" Bukan itu bas, tapi... tadi pagi Dara mengeluh pusing dan mual-mual. Aku takut dia kenapa-napa." jelas Bryan.
" Masuk angin paling, atau lagi salah makan. Atau... kecapekan tiap malam pak bos gempur " kekeh Bastian sontak mendapat tatapan tajam dari Bryan.
Berbeda dengan wanita dibelakang mereka nampak melototkan mata nya saat mendengar pernyataan dari Bryan. "Jangan jangan Dara ha..." gumaman Bella tiba tiba buyar saat Bryan memanggil nya.
" Iya pak " jawab Bella
" Semua berkas sudah siap dan tidak ada yang terlewatkan" tanya Bryan
Terdengar helaan nafas berat dari Bella. "siap semua pak" jawab Bella.
__ADS_1
Tidak ada percakapan lagi diantara ketiga nya. Bastian fokus pada jalanan yang sudah padat merayap. Bryan tampak berkirim pesan dengan Dara. Ada perasaan lega saat mengetahui Dara sudah makan bubur buatan asisten rumah tangga nya. Rasa pusing dan mual nya juga sudah berkurang. Bryan meminta istri nya untuk beristirahat dan melarangnya pergi ke kampus. Setelah mengakhiri obrolan chat mereka. Bryan memasukan kembali ponsel nya.
Sedangkan Bella kini juga bergelut dengan ponsel di tangan nya. Jarinya nampak lincah mengetikan pesan pada seseorang.
Tibalah mereka di perusahaan yang akan menjadi klien bisnis Pradana Group. Pihak klien menyambut Bryan dengan sangat baik dan mempersilahkan mereka menuju ke ruang meeting.
Satu persatu gagasan Bryan ia utarakan dengan sangat baik. Memiliki asisten pribadi seperti Bastian juga sangatlah dapat diandalkan. Bella juga menjalankan peran nya dengan sangat baik sebagai sekertaris. Semua berjalan sesuai harapan.
Seperti biasa nya, perusahaan Pradana Group selalu berhasil memenangkan tender dari pesaing pesaing nya. Bahkan kini pundi pundi keuangan Pradana Group melejit setelah Bryan memimpin perusahaan.
Tak sedikit dari rekan bisnis mereka yang kagum dan penasaran pada sosok putra Mahendra ini. Selesai meeting mereka melakukan makan siang bersama dengan rekan bisnis nya.
Di kantor Pradana Group
Jam makan siang kali ini Alex gunakan untuk menjenguk mama nya. Setelah menutup laptop di depan nya Alex bergegas keluar dan menuju ke mobil nya. Mobil mewah Alex kini melesat jauh meninggalkan kantor tempat nya bekerja.
Lima belas menit kemudian langkah Alex memasuki tempat mengerikan dimana mama nya itu harus membayar mahal semua perbuatan nya.
" Mama... " panggil Alex dengan suara bergetar. Putra Melinda ini sangat kelihatan menahan tangis nya. Terlihat dari mata nya yang berkaca-kaca. Bagaimana tidak, Menyandang gelar istri Mahendra Pradana yang diakui kekuasaan nya seantero negeri ini dengan segala fasilitas dan tanpa kekurangan. Namun kini roda harus berputar. Melinda terlihat lusuh dan tua. Keriput di pipi nya sangat ketara. Jangankan perawatan, memakai bedak aja sudah tak pernah lagi. Cairan bening yang sengaja Alex tahan kini harus tumpah saat melihat mama nya itu meringkuk dengan beberapa luka, mungkin akibat pukulan teman satu sel tahanan nya. Sungguh memprihatinkan keadaan Mama nya itu.
Setelah mendudukan diri di ruang jenguk. Alex langsung meraih tubuh mama nya dan memeluk nya erat. Ada perasaan rindu pada orang yang telah melahirkan nya itu.
" Lex, bagaimana kabarmu nak " tanya Melinda
" Alex baik ma, tapi Alex tak tega mama harus terus terusan disini." jawab Alex dengan tangis yang sudah mengalir deras membasahi wajah tampan nya.
" Tolong Lex, bujuk papa mu untuk membebaskan Mama" mohon mama nya namun Alex diam. Mahendra memiliki hati sekeras batu. Alex sudah pernah bahkan sering memohon pada papa sambung nya itu untuk memberikan belas kasihan pada mama nya. Namun jawaban nya tetap sama.
Bahkan pengacara tak ada yang mampu melawan kekuasaan yang dimiliki oleh Mahendra. Bahkan untuk mengurangi masa tahanan mama nya pun Mahendra hanya berkata tidak. Beruntung saat ini Alex masih diberi kesempatan untuk tinggal di rumah mewah itu. Kalau tidak, mungkin Alex akan hidup terlunta lunta.
" Lalu apa yang akan kamu lakukan selanjutnya Lex" tanya Melinda.
" Ntah lah Ma, Alex juga bingung " jawab nya dengan mengusap kasar wajah nya.
__ADS_1
" Lex, kamu tega mama menderita disini sedangkan mereka tetap bahagia." ucap mama nya.
Deg
Satu pernyataan mama nya yang tiba tiba menyentil hati Alex. Tak mau kah Alex membalaskan sakit hati mama nya itu.
" Alex pasti akan lakukan untuk mama" jawab Alex yakin lalu berpamitan untuk pulang.
...****...
Sesuai perintah suami nya, hari ini Dara hanya beristirahat dirumah. Dan jika ingin makan, Bibi sudah membawakan nya ke kamar Dara.
Dara tertidur cukup lama hingga menjelang sore baru membuka mata nya perlahan. Bunyi ponsel nya yang berdering kini membuat mata Dara terbuka sempurna dan bergegas mengambil ponsel nya. Sesuai dugaan, suami nya itu melakukan panggilan video call.
Diusapnya layar pada benda pintar milik nya itu lalu menampilkan wajah tampan suami nya yang sedang berbaring dengan bertelanjang dada.
" Sayang " panggil Dara
" iya Ra, kenapa ? kangen ya." ucap Bryan menggoda.
" Ih... Yang kok gak pakek baju sih" tanya Dara memanyunkan bibir nya.
" Memang nya kenapa Yang, di kamar ini hanya ada aku. Tidak ada yang lain." jelas Bryan dengan mengedarkan kamera ponsel nya ke semua sudut kamar hotel nya.
" Iya percaya. Maksud nya kenapa bertelanjang dada seperti itu. Sengaja menggoda ya" gerutu Dara.
Bryan justru terkekeh melihat wanita yang dicintai nya nampak merajuk manja seperti itu.
" Sayang baru bangun tidur ya " tanya Bryan kemudian dan Dara mengangguk.
" Baru bangun tidur aja istri ku ini terlihat cantik" goda nya lagi seketika Dara terlihat blushing.
" Ih apaan sih. Udah ya Yang, aku mau mandi dulu" pamit Dara mengakhiri panggilan video call dengan suami nya.
__ADS_1
" Muuaachhh... " kecupan jarak jauh dari Bryan sebelum mematikan ponsel nya seketika membuat Dara terjingkrak dan terjungkal dari ranjang nya saking bahagianya.