
" Wah Ra, kalung berlian dari kak Bryan bagus banget. Pasti harga nya mahal." seru Yola yang kini menyeruput segelas jus jeruk nya.
" Makin cantik maksimal sahabat kita satu ini" imbuh Cici merasa ikut bahagia.
Sepulang dari kampus Dara tidak pergi ke kantor suami nya. Dia lebih memilih pulang ke rumah bersama dengan ketiga sahabat nya. Mereka berempat kini sedang berada di ruang tengah kediaman Mahendra.
" Jelas mahal lah, keluarga Pradana jangan ditanya lagi" seru Loly yang ikut menimpali.
" Ya Tuhan sisakan satu pria yang tampan dan kaya raya seperti kak Bryan" Yola nampak komat kamit memanjatkan doa nya sontak membuat tawa ketiga nya pecah seketika.
" Stok yang begini limited edition Yola" sahut Loly menertawakan sahabat nya itu. Dan sukses membuat Yola memberengut kesal.
" Udah jangan bercanda mulu. Ini oleh oleh buat kalian bertiga. Aku samain biar nggak pada rebutan" ucap Dara yang sudah meletakkan tiga paper bag yang baru diambil nya untuk ketiga sahabat nya.
" Wah makasih Ra " ucap ketiga nya serentak. Lalu tangan nya bergerak untuk membuka isi paper bag tersebut.
" Udah ayo dimakan" ucap Dara yang sudah memasukan cilok mercon ke dalam mulut nya. Namun seperti nya mereka bertiga masih sibuk membuka satu per satu oleh oleh dari Dara.
Tadi setelah pulang dari kampus mereka mampir di pedagang cilok dipinggir jalan. Meskipun terletak di pinggir jalan namun pedagang ini selalu ramai sebab rasa nya sangat enak.
" Sayang " ucap seseorang menepuk pundak Dara.
" Loh, udah pulang Yang " tanya Dara dan Bryan mengangguk.
" Hari ini tidak ada meeting Yang, jadi pulang cepet. Kamu makan apa Ra" ucap Bryan mengernyitkan dahi nya. Pasal nya Bryan belum pernah memakan nya.
" Ini nama nya cilok mercon Yang, kamu mau?" Dara nampak menawarkan namun Bryan hanya menggeleng.
" Jangan banyak banyak Yang makan nya nanti sakit perut. Mana kelihatan nya pedes banget ya" titah Bryan memperingati dan Dara hanya mengangguk.
" Ya udah aku ke atas dulu Yang " seru Bryan lalu hendak mencium kening istrinya.
" Ehemmmm" mereka bertiga kompak berdehem.
" Apa ? Orang halal kok " ucap Bryan lalu mendaratkan kecupan nya membuat ketiga gadis di depan nya mencebikan bibir nya.
__ADS_1
" Makanya cepetan pada kawin " seru Bryan terkekeh.
" Nikah kali kak baru kawin " balas Yola yang mendapatkan hadiah toyoran di kening nya dari Loly dan Cici.
Mereka lalu menghabiskan cilok mercon nya dan memutuskan untuk pulang sebab hari juga semakin sore.
" Ra, kita pulang ya. Kak Bryan sudah pulang kan pasti udah nungguin kamu tuh. Makasih buat oleh-oleh nya." pamit Cici lalu Dara mengantar ketiga sahabat nya keluar rumah. Saat mobil yang dikemudikan oleh Yola hilang dari pandangan, Dara bergegas masuk dan menemui suami nya.
Sesampai nya di kamar, Dara mendengar gemericik air dari dalam kamar mandi. Pasti suami nya itu sedang mandi. Dara lalu menyiapkan baju ganti untuk Bryan.
Selang beberapa menit kemudian suami Dara itu sudah selesai dengan urusan mandi nya.
" Sayang, mereka sudah pulang" tanya Bryan yang mendekat ke arah Dara.
" Sudah Yang " jawab Dara lalu memberikan baju ganti untuk suami nya.
" Gimana pekerjaan hari ini lancar " tanya Dara pada suami nya saat mendudukan diri di tepi ranjang.
" Iya Ra aman " ujar Bryan.
" Sayang, dua hari lagi aku ada meeting di luar kota kamu mau ikut" tanya Bryan. Sejenak Dara berfikir.
" Oke kalau begitu " ucap Bryan lalu mendaratkan kecupan di pipi mulus wanita nya.
" Eh Yang, aku kan belum mandi" tolak Dara.
" Ckck.. biar belum mandi kamu tetap cantik dan wangi Yang" goda suami nya dan
Cup
Dara tersipu malu lalu bangkit dari duduk nya dan bergegas ke kamar mandi sebelum digombali suami nya lagi.
Bryan lalu merebahkan tubuh kekar nya yang terasa lelah. Bahkan kini wajah tampan itu terlelap dengan sendiri nya.
Dara yang sudah menyelesaikan urusan mandi nya dan berganti baju kini mendekat ke arah suami nya. Sudut bibir nya nampak tertarik ke samping saat mendapati sang suami sudah terlelap. Dipandangi nya wajah suami yang mendekati sempurna itu. Dara mendekat lalu mendaratkan kecupan singkat di kening Bryan. Tangan nya bergerak untuk mengusap pelan rambut sang suami.
__ADS_1
Di tempat lain di sebuah cafe,
Seorang pria tengah menunggu seseorang. Setengah jam yang lalu diri nya sudah datang, bahkan sudah menghabiskan secangkir moccacino hangat yang dipesan nya namun yang ditunggu belum juga datang.
" Kak " panggil Bella lalu mendudukan diri nya di sebelah Alex
Alex nampak menghela nafas nya kasar. "Kemana saja sih Nay" ucap Alex.
" Hussttt... Kak Alex kebiasaan deh. Bella kak....Bella.." ucap Bella menyikut lengan kakak kandung nya itu. Bisa-bisa nya Alex selalu memanggil nya Nayla. Apalagi di tempat umum seperti ini. Bisa gawat kalau ada yang dengar.
" Iya maaf, lama banget ngapain aja sih" tanya Alex
" Maaf kak telat " jawab Bella
" Terus mau apa kamu ajak kakak ketemuan" tanya Alex kemudian.
Bella yang merasa rencana nya selalu gagal, kini meminta saran pada kakak nya. Saat ini hanya Alex yang bisa ia ajak bicara. Meskipun terkadang Alex selalu menyebalkan bagi Bella. Tanpa Alex dan Bella tau, masih di cafe yang sama ada dua pasang mata yang memperhatikan kedua nya.
" Loh itu bukan nya kak Alex ya " Tanya Cici yang baru saja memasuki cafe bersama Bastian.
" Mana Ci " tanya Bastian
" Itu kak, sama siapa dia " tunjuk Cici seketika pandangan mata Bastian mengikuti arah pandang yang ditunjukan oleh Cici.
" Bella..... " ucap Bastian lirih namun masih terdengar oleh Cici.
" Siapa tadi kak, Bella?" tanya Cici.
" Bukan kah itu wanita yang diceritakan Dara waktu itu." gumam Cici dalam hati.
" Iya Ci, dia sekretaris baru Bryan " jelas Bastian kemudian dan Cici hanya mengangguk mengerti.
Menurut cerita Dara sahabatnya. Dia adalah wanita yang mencoba mendekati Bryan. Lalu kenapa dia sekarang bersama Alex.
Mereka berdua lalu mendudukan diri pada tempat duduk yang kosong. Bastian kini bergelut dengan pemikiran nya sendiri. Ini untuk kesekian kalinya Bastian melihat Alex dan Bella bersama. Mereka berdua nampak akrab. Seperti sudah saling kenal sebelum nya. Ada hubungan apa kedua nya? Apakah ada hal yang mereka sembunyikan.
__ADS_1
" Siapa Bella ? "
" Aku akan mencari tau "gumam Bastian.