
" Tuan Mahendra benar non, kebahagiaan non Dara dan den Bryan akan semakin lengkap dengan hadir nya seorang anak" titah Bu Seto dengan senyum lebar.
" Gimana Bryan " sahut papa Mahendra lagi dan putra nya itu nampak salah tingkah.
"Ah.. iya pa, secepatnya Bryan akan berikan cucu untuk papa" jawab Bryan polos dan Dara nampak melebarkan mata nya.
" Cucu tuan Mahendra kalau laki laki pasti akan tampan seperti papa nya dan kalau perempuan pasti akan cantik seperti mamanya" kini suami Bu Seto itu ikut menimpali.
" Jelas pak, dari bibit yang sama sama berkualitas" Sahut Bu Seto dan mereka semua nampak tertawa.
" Papa sudah tak sabar ingin menggendong cucu" balas Mahendra yang kini beranjak dari duduk nya dan meninggalkan ruang makan. "Papa ke atas dulu" pamit papa Bryan itu.
" Ayo sayang " ajak Bryan.
" Kemana " jawab Dara singkat.
" Bikinin papa cucu " goda Bryan dan Dara reflek mencubit pinggang suami nya.
" Ah sakit tau sayang " Bryan nampak meringis kesakitan. Meskipun sebenarnya tak benar benar sakit. Dara terkekeh dan berjalan lebih dulu menaiki tangga meninggalkan suami nya.
" Sayang tunggu " ucap Bryan mengejar Dara menaiki tangga.
Pak Seto dan istrinya yang melihat adegan anak muda itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
" Jadi keinget jaman masih muda ya buk" ucap pak Seto menggoda istrinya. " Ah bapak" Bu Seto yang malu mendengar gombalan suami nya itu lalu bergegas meninggalkan Pak Seto yang masih terkekeh di meja makan dan memilih membantu Bibi di dapur membersihkan piring kotor.
__ADS_1
Sesampai nya di kamar Bryan tak mendapati istri nya di dalam. Lalu kemana pergi nya istrinya nya itu. Kaki Bryan melangkah ke kamar mandi namun kosong. Lalu pandangan nya terarah pada pintu balkon yang terbuka. Dan benar, istri nya itu sudah berdiri di balkon kamar nya.
Bryan memeluk istrinya dari belakang. " Sayang kok disini, udara di luar dingin. ayo masuk sayang" ajak Bryan dengan lembut.
" Sebentar aja sayang. Biarkan begini dulu" balas Dara dan Bryan semakin mempererat pelukan nya.
"Kenapa diam, apa kamu keberatan dengan permintaan papa". tanya nya lagi dan istrinya itu menggeleng. Bryan merasakan setetes cairan di tangan nya. Apakah istri nya itu menangis. Dengan segera Bryan membalikan badan istrinya. Dan benar saja, wajah cantik itu nampak basah.
Dengan segera Dara masuk ke dalam dada bidang suami nya. "Kalau kamu belum siap, aku tidak - ucapan Bryan terjeda saat Dara menutup bibir Bryan dengan satu jarinya.
" Bukan itu sayang, aku menangis bahagia" jawab nya lalu melepaskan pelukan nya. "Selama kamu amnesia aku selalu menghabiskan malam di balkon ini sendiri, menatap bintang di langit dan berharap kita segera dipertemukan." Seperti mimpi bagi Dara kini suami nya itu kembali ke pelukan nya.
" Udah jangan nangis" Bryan menghapus air mata istrinya dan tanpa aba aba tubuh kekar Bryan sudah mengangkat tubuh istri nya. Bukan nya memberontak Dara justru mengalungkan tangan nya pada leher Bryan.
Bryan menurunkan istrinya nya dan menutup pintu balkon nya. Lalu menghempaskan tubuh nya di dekat istri nya. Bryan dan Dara kini berada di ranjang kamar nya. Kamar yang sudah dihias oleh sahabat Dara itu memang sangat mendukung suasana. Bryan semakin mendekat ke arah Dara. Jantung Dara tiba tiba berdetak lebih cepat dari biasanya. Bahkan Bryan mengulum senyum nya mendengar getaran itu.
Bryan menatap Dara, lalu mengecup lama kening istri yang sangat dia cintai itu. Tangan nya terangkat untuk menyelipkan anakan rambut Dara dan membelai pipi mulus gadis nya itu. Kembali kedua nya saling pandang hingga pandangan kedua nya terkunci.
Bryan semakin mendekat, mengikis jarak diantara kedua nya.
Cup...
Bryan mengecup singkat bibir Dara. Dan memandang dalam dalam wajah istri cantik nya itu.
" Dara, aku sayang kamu" ucap Bryan lalu kembali Bryan mendaratkan kecupan yang lama di bibir Dara dan memainkan nya. Dua anak manusia ini kemudian larut dalam pergulatan panas yang panjang.
__ADS_1
Malam ini menjadi malam yang panjang untuk Bryan dan Dara setelah sekian purnama mereka menantikan saat saat bahagia ini.
...****...
Pagi yang cerah datang menghadang. sinar mentari nampak nya sudah mulai menerobos memasuki kamar dua anak manusia yang masih bertengger di balik selimut. Bryan dan Dara masih tertidur pulas dengan posisi Bryan memeluk istrinya.
Dara perlahan membuka mata nya lalu matanya melebar saat mengetahui hari sudah siang. Rupa nya mereka berdua sama sama kelelahan hingga tidur sangat pulas. Dara kesulitan menggerakkan badan nya sebab tubuh pria yang dicintai nya itu masih mendekap nya.
" Sayang bangun " Dara menepuk pelan pundak suami nya namun hening tak ada balasan. Kembali Dara menggoyang lengan suami nya " bentar Yang, bentar lagi" sahut Bryan masih dengan mata yang terpejam. Dara nampak menghela nafas nya pelan. Hari sudah semakin siang tapi suami nya itu masih merengek manja.
" Sayang, udah siang. aku mau mandi dulu" ucap Dara kemudian. Bukan nya melepas pelukan nya justru Bryan semakin mempererat nya. Detik kemudian Bryan membuka mata nya lalu mengecup singkat bibir Dara.
" Morning kiss " kekeh Bryan dan Dara nampak tersenyum. Sebuah kecupan singkat untuk penyemangat di pagi hari nya. Sebelah akhir nya Bryan mengucapkan,
" I Love You.... Dara " yang membuat Dara seketika tertegun. Suami nya ini memang paling bisa membuat nya berbunga bunga.
" I Love You too... Bryan" Balas Dara dengan senyum semanis mungkin.
Istri Bryan itu lalu bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya.
" Yang, tunggu " ucap Bryan menghentikan langkah Dara. Dara menengok ke arah suami nya seolah mengatakan ada apa.
" Mandi bareng ya " dan Dara nampak melotot lalu menggeleng pelan. Bukan nya apa apa, hari sudah semakin siang yang ada aktifitas mandi nya akan semakin lama kalau Bryan ikut juga. Dengan segera Dara mempercepat langkah nya untuk masuk ke kamar mandi. Dan Bryan tertawa renyah berhasil menggoda istrinya.
Sembari menunggu bergantian mandi dengan istri nya Bryan menyandarkan kepala nya di kepala ranjang lalu mengambil ponsel yang hampir satu bulan ini tak di buka nya. Ponsel Bryan polisi temukan di tempat kejadian masih dalam kondisi utuh. Dan Dara sudah memberikan nya pada suami nya kemarin.
__ADS_1
Hari ini Bryan dan Dara masih menghabiskan waktu nya di rumah. Sedangkan besok Bryan berniat untuk memulai aktifitas nya kembali di kantor. Bahkan Dara harus melanjutkan kuliah nya yang tertunda selama satu bulan ini. Bryan merasa sudah sangat sehat, dan itu semua berkat Dara istri nya.