
" Hari ini kalian bisa bersenang senang, Tapi jika waktu nya tiba nanti jangankan tertawa, senyum pun tak akan bisa kalian rasakan." ucap Alex sinis lalu pria itu menginjak gas mobil nya dan melaju meninggalkan kediaman rumah Mahendra.
Acara penyambutan Bryan sudah selesai. Beberapa tamu nampak meninggalkan kediaman Mahendra. Bahkan ayah dan bunda Dara juga sudah kembali ke Bandung karena besok ayah nya itu ada meeting penting di kantor nya. Itu sebabnya mereka tidak bisa menginap.
Bryan dan Dara kini menuju ke kamar nya untuk mengistirahatkan diri. Meskipun hanya singkat, tetapi acara hari ini cukup melelahkan apalagi Bryan baru saja keluar dari rumah sakit.
Mereka menaiki tangga menuju ke lantai dua dimana kamar nya itu berada. Pintu kamar terbuka dan surprise. Mata kedua nya membulat sempurna saat melihat kamar nya kini sudah dihias sedemikian rupa. Dan kali ini adalah hasil karya dari ketiga sahabat Dara. Mereka menghias kamar ini dengan sangat apik dan terkesan romantis. Bahkan ini melebihi kamar pengantin baru. Dara tersenyum, sahabat nya itu memang selalu ada aja ide nya. Kedua nya lalu masuk ke dalam. Jelas saja Bryan dan Dara layak nya pengantin baru. Mereka baru menikah satu hari, bahkan hari hari bahagia itu belum mereka lalui, tetapi kecelakaan naas itu telah merubah semua nya.
Kembali kelopak mata suami Dara ini mengembun. satu bulan kamar ini tidak dia tempati. Bahkan Bryan membayangkan bagaimana kepedihan istri nya itu saat menghabiskan malam nya di kamar ini seorang diri tanpa diri nya.
Seolah tau apa yang Bryan pikirkan, Dara kini menatap suami nya itu dan menyeka cairan bening yang sudah mulai mengalir itu. "Sudah lah sayang, lupakan yang sudah berlalu. Sekarang kita bersama dan akan selalu bersama" ucap istri Bryan menenangkan hati suami nya. Lalu Bryan membawa Dara masuk ke dalam pelukan nya. Dipeluk nya dengan erat tubuh istri cantik nya itu.
" Kita mulai dari awal lagi ya sayang" ucap Bryan lembut, tangan nya masih terambil mengelus puncak rambut Dara. Dara tersenyum, senyum manis yang selalu menyejukkan hati Bryan.
" Aku mandi dulu ya sayang" ucap Dara pada suami nya yang kini duduk di tepi ranjang dan Bryan tampak mengangguk lalu merebahkan tubuhnya.
Lima belas menit kemudian Dara keluar dengan handuk yang sudah melingkar di badan nya. Seketika pandangan mata Bryan menatap istri cantik nya itu. bahkan Bryan kini kesulitan menelan saliva nya saat melihat lengkuk tubuh istri nya. Bahkan kini otak yang baru sembuh dari amnesia itu mulai traveling kemana mana.
" Sayang, buruan mandi gih" ucap Dara seketika membuat traveling Bryan terhenti.
" Ah ... Iya" singkat Bryan yang kini menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Dara berjalan ke ruang ganti sedangkan Bryan menuju ke kamar mandi. Setelah selesai berganti baju Dara menuju ke meja rias nya untuk mengeringkan rambut nya.
Tak butuh waktu yang lama bagi suami Dara itu untuk membersihkan badan nya. Bryan keluar dengan rambut yang sedikit basah dan handuk yang melilit di pinggang nya. Hal ini membuat Dara menghentikan aktifitas nya untuk mengeringkan rambut nya dan menoleh ke arah suami nya itu. Suami nya itu memang sangat tampan. Tak heran kalau banyak gadis yang mengidolakan suami tampan nya itu. Bahkan istri Bryan itu sampai tak berkedip sama sekali. Sampai sampai diri nya tak sadar saat Bryan sudah berdiri di belakangnya.
__ADS_1
" Jadi ngeringin rambut nggak non" goda Bryan bahkan tangan Bryan sudah terangkat untuk mengambil hairdryer yang tadi sempat Dara matikan.
Ngiingggg.....
Suara hairdryer yang Bryan nyalakan sontak membuat Dara terjingkrak kaget.
Dara pun tersenyum kikuk ketahuan terpesona pada suami nya. Masih dengan bertelanjang dada, Bryan membantu istri nya untuk mengeringkan rambut panjang istri nya itu dan Dara nampak pasrah dengan tingkah suami nya. Setelah agak kering, Bryan mengambil sisir lalu menyisir rambut istri nya.
" Sudah yang, wangi " ucap Bryan sambil meletakan sisir di meja rias nya. Masih mematung di belakang istri nya. Dara mengambil cream lalu mengolesnya tipis pada wajah nya. Dan itu tak luput dari pandangan Bryan. Lalu mengambil lipstik dan ia poleskan pada bibir nya yang ranum. Detik kemudian Bryan memeluk istri nya dari belakang.
" Sayang, kamu cantik" lirih Bryan di telinga istri nya dan seketika membuat istri nya blushing.
" Dara berdiri lalu menatap suami nya. Seketika pandangan mata itu terkunci. Dapat Dara rasakan hembusan nafas Bryan di wajah Dara. Bryan menarik pinggang ramping istri nya hingga jarak kedua nya sangatlah dekat. Baru Bryan akan mendaratkan kecupan di bibir Dara suara ketukan pintu membuyarkan semua nya.
Tok... Tok... Tok...
" Den Bryan, non Dara " ucap salah satu asisten rumah tangga nya.
Dara pun berjalan mendekat untuk membuka pintu. Sedangkan Bryan menghela nafas nya kasar lalu berjalan ke ruang ganti.
Ceklek
" Iya Bi " jawab Dara ramah
" Tuan Mahendra sudah menunggu den Bryan dan non Dara untuk makan malam" ucap Bi Siti
__ADS_1
" Iya Bi, bentar lagi kita turun" balas Dara lalu menutup kembali pintu kamar nya.
" Sayang, ayo kita turun. Papa udah nungguin kita buat makan malam" ajak Dara pada suami nya itu.
Bryan lalu menggandeng tangan Dara menuju ke meja makan.
Dimeja makan terlihat Papa Mahendra, Pak Seto dan istrinya yang memang masih menginap disini atas permintaan papa Bryan itu. Sedangkan Alex entahlah belum terlihat batang hidung nya.
Semua nampak menikmati makanan masing masing. Selesai dengan makan malam nya Mahendra kini membuka suara. " Pak Seto dan ibu, sebagai tanda terima kasih saya atas semua kebaikan kalian. Jika tidak keberatan bapak dan ibu bisa tinggal di rumah saya" ucap Mahendra. Dan pak Seto ataupun istrinya nampak diam.
" Bukan nya kita tidak mau pak, tapi kita sudah terbiasa hidup di desa dan berkebun." ucap Pak Seto menolak halus permintaan Mahendra. Bahkan Bu Seto pun nampak mengangguk pelan.
" Ya sudah pak kalau memang begitu. Oh iya, untuk semua biaya kuliah putra pak Seto biar saya yang tanggung" ucap Mahendra kemudian dan seketika membuat pak Seto dan istrinya melebarkan matanya terkejut. Sebaik itukah Tuan Mahendra yang mereka kenal.
" Terima kasih tuan Mahendra," ucap Pak Seto dan istrinya hampir bersamaan. Bryan dan Dara pun ikut bahagia. Papa nya itu memang selalu menebar kebaikan.
Detik kemudian pandangan mata Mahendra beralih pada putra dan menantu nya itu.
Papa bahagia sekali melihat putra dan menantu papa bersatu kembali." ucap Mahendra dan mereka berdua nampak tersenyum.
" Papa tidak akan kesepian lagi," Mahendra nampak menjeda ucapan nya. "Rumah ini akan semakin ramai apalagi jika kalian berdua memberikan papa seorang cucu" satu pernyataan Mahendra yang sukses membuat Dara tersedak.
Uhukkk... Uhuukkk...
" Kamu nggak apa apa kan sayang" tanya Bryan pelan.
__ADS_1
Dengan sigap Bryan memberikan segelas air putih pada istrinya. Bukan nya tak siap, hanya saja ucapan mertua nya memang mengagetkan Dara Dan Mahendra nampak mengulum senyum.