Sebening Air Mata Dara

Sebening Air Mata Dara
Di Penjara


__ADS_3

Nayla menghapus air mata yang sudah membasahi pipi nya. Seulas senyum miring terbit begitu saja. Tiba tiba sebuah ide untuk membalaskan dendam terlintas di benak Nayla.


Mahendra Pradana, keluarga mu sudah menghancurkan keluargaku. Ibu ku meninggalkan ku demi menjadi istri pria kaya seperti mu.


Sekarang ayah ku harus menderita di penjara karena putra mu. Dan aku, kebahagiaan ku harus lenyap begitu saja karena menantu mu.


Ini tidak adil, keluarga ku sudah berantakan. Aku tidak akan membiarkan keluarga mu bahagia.


" Nay, aku lihat mama dulu ya. Kamu mau ikut nggak" ucap Alex kemudian, sontak membuyarkan angan angan negatif Nayla.


" Emm... enggak, aku mau disini saja sama ayah" tolak Nayla. Rasa nya Nayla enggan untuk menatap orang yang sudah tega meninggalkan nya sejak kecil itu. Dan Alex nampak mengangguk lalu menuju ke sel dimana mama nya itu di tahan.


" Alex... hikss... hikss..." ucap Melinda saat putra nya itu menghampiri nya.


" Mama"


" Lex, kamu harus bantu mama keluar dari sini. mama nggak mau disini." ucap Melinda memohon.


Alex melihat cairan bening itu mengalir begitu saja membasahi pipi mulus mama yang melahirkan nya itu. Meskipun usia Melinda sudah tidak muda lagi. Tapi Melinda masih kelihatan awet muda berkat perawatan yang dilakukan nya setiap bulan.


Bertahun tahun Alex tidak pernah melihat mama nya itu menangis. Hidup bergelimang harta milik Mahendra tak sedikitpun membuat Melinda merasakan kesedihan. Dan hari ini ada rasa perih di dada Alex melihat mama nya itu jatuh, bahkan bisa dikatakan jatuh ke jurang kesengsaraan. Ntah sampai kapan mama nya itu bisa kembali menghirup udara segar.


Semua bukti dengan jelas menjatuhkan Mama nya. Apa yang bisa dia perbuat untuk membebaskan mama nya.


" Apa yang bisa Alex lakukan ma? Pengacara kita mana mampu melawan papa. Yang ada hukuman mama semakin berat" jelas putra Melinda. Alex tahu betul seperti apa papa nya itu. Mahendra memiliki kekuasaan yang sangat berpengaruh besar dalam hal apapun.

__ADS_1


" Maksud kamu, kamu akan membiarkan Mama mendekam di penjara?" Melinda kini menaikkan nada bicaranya. Harapan satu satu nya Melinda hanyalah Alex.


Alex nampak memijat pelipisnya yang terasa berdenyut itu. " Menurut mama, apa yang harus Alex lakukan" bukan nya menjawab putra Melinda ini justru balik bertanya.


Melinda nampak membisikan sesuatu pada putra nya. Entah apa yang Melinda bicarakan. Yang jelas perkataan Melinda berhasil membuat mata Alex melebar.


Detik kemudian pandangan mata Melinda berubah menjadi berbinar saat melihat suami nya itu datang menghampiri nya bersama Bastian.


" Papa datang kesini buat membebaskan mama kan. Papa pasti sudah berubah pikiran kan. Mama enggak bersalah pa. Mama nggak mau disini" lagi lagi Melinda menolak menjadi tersangka.


Mahendra diam, detik kemudian bibir nya tertarik ke samping. "Siapa bilang aku berubah pikiran dan akan membebaskan mu. Orang jahat dan licik seperti mu tidak akan mendapatkan kata maaf dari ku." tegas Mahendra. Seketika membuat persendian Melinda berubah lemas. Seakan tak ada harapan untuk nya.


" Pa, tolong pa kasihani mama. Alex mohon pa" putra sambung Mahendra itu nampak memohon.


" Apa ? kasihan, tanya sama mama mu. Apa dia punya rasa kasihan saat mencelakai putra ku" jawab Mahendra yang membuat Alex seketika bungkam.


" Pa... Papa jangan pergi" teriak Melinda namun Mahendra seolah tak mendengar teriakan itu.


" Arkhhhh" umpat Alex mengacak rambut nya frustasi.


Seperti nya jalan damai sulit Alex tempuh untuk membebaskan mama nya.


...****...


Malam itu dokter Haris memasuki kamar Bryan bersama seseorang suster untuk memastikan kondisi Bryan sudah benar benar stabil sebelum mengizinkan nya untuk pulang.

__ADS_1


Seulas senyum terlihat dari sudut bibir dokter dan suster itu saat menyaksikan dua anak manusia yang sedang berbahagia ini terlelap bersama dengan saling peluk.


Dara membuka perlahan mata nya. " Eh.. dokter, maaf dok saya ketiduran." ucap Dara merasa malu. Jelas saja Dara mengantuk. Semalaman dia harus terjaga. Apalagi satu ruangan dengan Nayla membuat tidur Dara tidak nyenyak. Dokter pun tersenyum lalu mulai memeriksa Bryan.


" Kondisi Bryan sudah sangat stabil. Besok pagi sudah boleh pulang." jelas dokter dan Dara tampak melebar kan senyumnya. "Terima kasih dokter" balas istri Bryan itu.


" Akhirnya kamu besok bisa pulang sayang" ucap Dara menatap wajah damai suami tampan nya yang sedang tertidur itu. Malam ini mereka menghabiskan malam berdua di rumah sakit tanpa gangguan dari siapapun.


Malam itu juga Dara menelepon papa mertua nya bahwa besok pagi Bryan sudah bisa pulang. Mahendra sangat senang mendengar kabar baik ini. Dia tidak akan ambil pusing tentang istri nya yang saat ini dipenjara. Bagi nya keputusan nya untuk menjebloskan Melinda di penjara itu adalah cara yang tepat untuk memberinya efek jera. Bagi Mahendra kebahagiaan putra nya itu yang nomor satu.


Malam itu juga Mahendra memerintahkan kepada seluruh asisten rumah tangga nya untuk mempersiapkan penyambutan kedatangan Bryan besok pagi. Asisten rumah tangga Mahendra pun merasa senang tuan muda dan nona muda nya akan kembali ke rumah besar nya.


Seluruh asisten rumah tangga Mahendra disibukan dengan persiapan penyambutan putra mahkotanya. Mereka nampak menghias seluruh ruangan terutama kamar Bryan dan Dara. Bahkan Mahendra akan mengundang seluruh karyawan Pradana Group serta orang orang terdekat nya untuk merayakan hari bahagia mereka.


Berbeda dengan suasana di kediaman Mahendra yang terlihat ramai dan bahagia. Suasana hati gadis ini terlihat sangat hancur berantakan. Nayla tak tau harus kemana diri nya sekarang. Mau pulang kerumah nya di desa sangat lah tidak mungkin. Dia akan menanggung malu pada tetangga desa nya karena kasus penjebakan pada Bryan tempo hari. Belum lagi kabar ayah nya dipenjara pasti sudah menyebar ke seantero negeri ini. Lagian kalau kembali ke desa dia akan semakin jauh dari ayah nya.


Mau tinggal di kota besar ini, mau tinggal sama siapa? Hanya Alex saudara terdekat nya. Itupun setelah lima belas tahun terpisah dan baru dipertemukan bersamaan dengan kenyataan menyakitkan yang harus ia terima.


Biar bagaimanapun Alex merasa tak tega dengan gadis yang berstatus adik kandung nya itu. Dan malam ini juga Alex mencarikan kontrakan untuk adik nya tinggal. Sangat tak mungkin Alex mengajak Nayla ke rumah Mahendra. Bahkan Alex pun saat ini enggan untuk kembali ke rumah Mahendra.


Alex juga membelikan beberapa baju ganti serta bahan makanan untuk adik nya itu. Setelah memastikan Nayla mendapatkan tempat tinggal, Alex melajukan mobil nya membelah jalanan ibu kota yang ramai menuju ke apartemen milik teman nya. Malam ini Alex berniat menginap disana.


Alex melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi tak peduli dengan keadaan sekitar. Pikiran nya kacau, putra Melinda ini kembali tersulut emosi. Darah nya seakan mendidih yang membuat sekujur tubuh nya terasa panas.


" Arkhhhh..." berkali kali putra Melinda ini mengumpat dan membanting stir mobil nya.

__ADS_1


" Bryaannnnn........" Teriak Alex kencang.


__ADS_2