
Di kontrakan Nayla, gadis ini nampak berbincang-bincang dengan kakak nya. Sudah dua malam ini Alex menginap di apartemen milik Tomi dan pagi ini Alex mengunjungi adik nya.
" Apa yang harus kita lakukan selanjutnya kak" tanya Nayla pada Alex. Rupa nya Nayla tak mau membuang waktu nya. Dia ingin segera bergerak membalaskan sakit hati orang tua nya.
Alex dan Nayla sama sama memutar otak nya untuk memikirkan hal apa yang akan dilakukan selanjutnya. Hening dan bergelut pada pikiran masing masing. Menit kemudian sebuah ide gila muncul di otak putri Beni itu. Nayla nampak berkomat kamit menjelaskan pada kakak nya tentang rencana yang akan di jalankan nya.
" Kamu yakin akan berhasil " tanya Alex seolah tak yakin dengan kemampuan adik nya itu.
" Tenang aja kak, yang penting kakak harus kembali ke rumah Mahendra bagaimana pun cara nya. Sisa nya biar Nayla yang menjalankan peran nya." jelas Nayla tanpa ragu. Dan Alex hanya mengangguk pasrah.
Setelah sepakat dengan rencana nya, Alex mengajak Nayla ke sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota ini untuk membeli perlengkapan yang Nayla butuhkan. Mobil warna hitam milik Alex itu kini meninggalkan kontrakan Nayla.
...****...
Di kediaman Mahendra,
Bryan dan Dara menuruni tangga rumahnya, matanya menyipit saat mendapati ruang makan terlihat sepi. Astaga mereka lupa, bahwa kedua nya bangun kesiangan hari ini.
" Papa udah berangkat Bi " Tanya Bryan pada Bi Tuti yang sedang membereskan piring kotor.
" Sudah den, baru aja berangkat " jawab Bi Tuti ramah.
" Kalau Pak Seto dan istrinya kemana Bi " kini Dara yang bertanya.
" Oh, tadi setelah sarapan bapak dan ibu sedang di kamar beresin barang barang nya non. Hari ini mereka akan kembali ke desa" jelas Bi Tuti dan Dara nampak mengangguk.
__ADS_1
" Non Dara sama den Bryan silahkan sarapan." Ucap Bi Tuti kemudian. Pasangan muda yang terlambat sarapan itu lalu menikmati sarapan berdua.
Pak Seto dan Bu Seto sudah terlihat rapi dengan tas besar nya. Merasa putra dan menantu Mahendra itu sudah selesai sarapan, Bu Seto lalu menghampiri Bryan dan istrinya.
" Bapak dan ibu jadi kembali ke desa hari ini" tanya Dara.
" Iya non, tadi pagi ibu sama bapak sudah pamit sama tuan Mahendra." jawab Bu Seto.
" Kita antar ya Bu" tawar Bryan dan bu Seto menolak pelan, "Tidak perlu den, den Bryan butuh istirahat yang banyak. Lagian besok den Bryan juga harus ke kantor kan, nanti kecapekan."
" Baiklah Bu, nanti kalau weekend kita berdua pasti akan berlibur ke desa." balas Bryan dan Dara pun ikut mengangguk. Sedangkan pak Seto dan istrinya menjawab dengan senyuman. Pak Seto dan istrinya seperti mendapatkan keluarga yang baru. Keluarga Mahendra memang sangat baik dan ramah.
Bryan dan Dara mengantar Pak Seto dan istrinya ke halaman depan dimana sudah ada mobil dan supir yang diperintahkan Mahendra untuk mengantarkan mereka berdua ke desa. Namun sebelum pulang mumpung masih di kota pak Seto dan istrinya akan menemui putra nya yang kuliah di kota ini.
" Bapak dan ibu pamit ya, non Dara dan den Bryan semoga selalu bahagia bersama" Ucap pak Seto.
" Sayang, hari ini jalan - jalan yuk" ajak Bryan.
" Yakin udah sehat" jawab Dara
" Yakin seribu persen tuan putri, suami mu ini bukan hanya sudah sehat tapi juga sangat kuat" balas Bryan menaik turunkan alis nya menggoda istrinya.
" Apaan sih " Dara nampak mencebikan bibir nya dan Bryan justru mengecup nya singkat hingga Dara melotot.
Kedua nya lalu bersiap siap untuk pergi jalan jalan. Bryan lebih dulu selesai berganti baju sedangkan Dara masih memoles wajah nya dengan make up.
__ADS_1
" Udah sayang, gitu aja udah cantik" ucap Bryan dibelakang istrinya. "aku tunggu di depan Yang" tanpa menunggu jawaban dari istrinya Bryan sudah berlalu turun dari kamar nya dan menuju garasi. Bryan meminta supir untuk mengeluarkan mobil yang jarang di pakainya. Sedangkan mobil Bryan yang biasa dipakai sehari hari sudah hancur tak bersisa saat kecelakaan naas itu.
" Sayang aku sudah siap" ucap Dara dan Bryan nampak tak berkedip. Dress warna maroon diatas lutut dan make up natural serta rambut hitam panjang yang terurai membuat kadar kecantikan Dara mendekati sempurna.
" Sayang " panggil Dara lagi
" Ah iya " jawab Bryan lalu menggandeng istri cantik nya itu dan membuka kan pintu mobil untuk Dara.
" Silahkan masuk tuan putri" ucap Bryan dengan sudut bibir yang sudah tertarik ke samping. Lalu Bryan berjalan memutari mobil nya dan duduk di kursi kemudi. Bryan mulai menginjak gas mobil nya meninggalkan rumah besar nya. Sesekali tangan kiri Bryan memegang tangan istri nya dan tangan kanan nya memegang stir mobil nya. Bryan dan Dara nampak bahagia terlihat dari senyum yang terus mengembang.
Bryan membelokan setir mobil nya memasuki pusat perbelanjaan. Mobil Bryan terparkir rapi lalu Bryan menggandeng Dara untuk masuk ke dalam mall.
" Sayang, kamu boleh beli apa saja yang kamu mau" ucap Bryan dan mata Dara nampak berbinar. Mereka berdua berjalan berkeliling dengan tangan yang terus bergandengan. Dara nampak memilih beberapa model baju yang diinginkan nya. Setelah membayarnya Bryan dan Dara kembali berkeliling.
" Sayang, mau beli apa lagi. Mau es cream nggak" tanya Bryan dan Dara nampak mengangguk dengan senyum. Lalu mereka berdua menuju ke stand es cream.
" Mau rasa apa sayang" tanya Bryan lagi.
" Mau rasa coklat mix strawberry pakek toping Yang" jawab Dara dan Bryan segera memesan nya.
Tak menunggu lama satu cup besar es cream rasa coklat mix strawberry dengan berbagai toping untuk Dara dan satu cup rasa vanilla untuk Bryan sudah di depan mata.
" Sayang, pesen yang cup besar. Mana abis, sengaja bikin gendut ya." protes Dara dan Bryan terkekeh melihat istrinya ini terlihat sangat gemas. Tangan Bryan lalu terangkat untuk mengacak pelan puncak rambut Dara. " yaudah di makan gih" ucap nya kemudian. Lalu tangan Dara mulai menyendokan es cream ke mulut nya. Bahkan sesekali mereka saling suap. Ah... sungguh pemandangan yang romantis.
Tanpa mereka sadari, tidak jauh dari mereka duduk ada dua pasang mata yang sedang memperhatikan. Bahkan kedua pasang mata ini terlihat mengepalkan tangan nya dan raut wajah yang sudah berubah.
__ADS_1
" Permainan akan dimulai besok" ucap nya menyeringai.