Sebening Air Mata Dara

Sebening Air Mata Dara
Siapa Pelaku nya ?


__ADS_3

Gebrakan pria tampan di depan nya itu rupa nya membuat Bella merasakan jantung nya berdetak tak karuan. Membuat seluruh tubuh nya bergetar hebat. Hanya dalam hitungan detik, wajah nya berubah pucat bak mayat hidup. Hati nya dipenuhi rasa khawatir akan kejahatan yang sudah Bella lakukan bisa saja terbongkar mengingat kecerdasan dua pria tampan di depan nya ini.


" Bell, kamu sakit ?" Tanya Dara yang melihat raut wajah Bella terlihat pucat pasi itu.


Bella yang tak siap dengan pertanyaan Dara membuat nya sedikit gelagapan. Lalu hanya menjawab dengan gelengan kepala sedangkan Dara tampak mengernyitkan dahi nya. Kenapa dengan sekretaris suami nya ini. Kemarin dia terlihat sangat antusias sekali. Tapi sejak kejadian semalam nyali nya berubah menciut dan tak banyak bicara.


Sedangkan dua pria tampan itu masih sibuk mengamati satu per satu rekaman CCTV di layar laptop Bryan.


" Bas, kamu kenal dengan orang ini" tunjuk Bryan pada seseorang di dalam rekaman itu. Dan Bastian hanya berdecak.


" Bagaimana bisa kenal orang dalam video itu menutup wajah nya." jawab Bastian apa ada nya.


" Iya tau, maksud aku dari postur tubuh. Apa ada yang kamu kenali. Atau ada yang kamu curigai" Bryan nampak mengegas. Seketika membuat Bastian mengajak otak nya untuk berfikir sejenak. Memutar ulang rekaman itu bahkan meneliti nya dengan seksama. Asisten pribadi nya itu nampak menghela nafas lalu menggeleng.


" Shittt " umpat Bryan dengan mengusap wajah nya kasar. Rupa nya diam diam ada seseorang yang bermain api dengan nya. Siapa pelakunya ?


Melihat suami nya yang sedang diselimuti amarah itu, Dara mencoba mengelus punggung Bryan untuk menenangkan nya.


Siapa sebenarnya orang asing yang mencelakai Dara. Ini pasti ada hubungan nya dengan obat perangsang itu. Bastian kemudian menatap ke arah Bella. Tatapan tajam bak mata elang.


" Bell, bukankah minuman itu kamu yang ambilkan untuk pak Bryan" tanya Bastian penuh selidik.


" Iya, aku yang ambilkan " jawab Bella mencoba bersikap biasa saja.


" Apa kamu yang berusaha menjebak pak Bryan?" tanya Bastian to the point.

__ADS_1


Satu pertanyaan Bastian yang sama dengan isi pikiran Dara.


" Astaga Bas, atas dasar motif apa aku menjebak pak Bryan. Kamu lihat sendiri kan, aku hanya mengambilkan minum yang sudah disediakan di acara makan malam itu, lalu memberikan nya pada pak Bryan. Bahkan aku tidak memasukan apapun disana." jelas Bella membela diri nya.


Bella yang tadi nya mendadak berubah pucat saat rekaman itu mulai diputar namun kini bisa bernafas lega setelah menerima pesan dari seseorang di seberang sana. Ntah lah apa yang seseorang itu kirimkan sehingga membuat Bella nampak hidup kembali.


" Tapi setelah menerima minum dari kamu pak Bryan langsung merasakan sensasi itu" ucap Bastian menuduh.


Dara yang tak tau pasti kejadian diruang pertemuan itu berusaha mencerna ucapan Bastian. Sedangkan Bryan juga ikut menatap Bella dengan tatapan yang tak bisa diartikan lagi. Bryan membenarkan apa yang dikatakan asisten nya itu.


" Jangan asal menuduh jika tanpa bukti Bas" balas Bella sinis.


Memang benar Bella yang mengambilkan minum untuk Bryan. Tapi di rekaman itu tidak terlihat Bella memasukan apapun ke dalam nya. Apakah rekaman ini sudah direkayasa. Dan seseorang yang membuat Dara pingsan jelas bukan Bella. Karena pada waktu yang bersamaan Bella sedang bersama Bryan. Lalu siapa ?Apakah rekan bisnis nya yang melakukan itu. Bisa saja mereka melakukan itu untuk menghancurkan nama baik Pradana Group.


Merasa semua urusan pekerjaan nya selesai mereka kembali ke hotel dan bersiap siap untuk segera pulang nanti sore. Sebenarnya Bryan masih ingin menginap satu malam di hotel itu. Mengingat pekerjaan nya yang padat membuat nya butuh istirahat dulu sebelum kembali ke rumah. Hanya saja kejadian semalam membuat Bryan mengurungkan niat nya dan akan segera kembali pulang setelah semua beres. Berlama lama di tempat itu menjadi ancaman menurut nya.


Sore itu kedua mobil mewah milik Bryan dan Bastian meninggalkan hotel berbintang yang mereka tempati selama dua hari ini. Melaju dengan kecepatan sedang. Di dalam mobil Bastian suasana tampak hening, Bastian nampak fokus dengan setir mobil nya. Sedangkan Bella hanya membuang muka nya dan memilih diam. Rupa nya perseteruan nya dengan Bastian tadi membuat Bella memilih diam.


Sedangkan di dalam mobil Bryan, Bryan yang duduk di kursi belakang nampak membawa Dara ke dalam pelukan nya.


" Sayang, tidur aja kalau ngantuk" ucap Bryan membelai lembut pipi istri nya.


Dara mengangguk pelan lalu membenamkan wajah nya pada dada bidang milik suami nya. Sesekali tangan Bryan terangkat untuk mengelus puncak rambut Dara dan mengecup nya singkat. Bryan memperlakukan istrinya dengan sangat mesra tak peduli dengan supir mereka yang sedang mengemudi.


Hampir dua jam, akhir nya mobil Bryan memasuki gerbang rumah mewah nya. Sedangkan Bastian mengantarkan Bella pulang terlebih dulu.

__ADS_1


" Berikan alamat rumah mu, aku antar kamu pulang" ucap Bastian yang membuat Bella yang sudah ketiduran sontak terjingkrak.


" Emang nggak bisa pelan apa ngomong nya bikin kaget aja" gerutu Bella dengan mengucek mata nya.


" Kamu nya aja yang molor terus." cibir Bastian.


" Cepetan kasih tau " tanya Bastian yang mulai kesal.


" Apaan " balas Bella


" Ckckck.... alamat rumah bege" jawab Bastian seketika membuat Bella baru sadar kalau bastian akan mengantarkan nya pulang.


" Aduh, kalau aku kasih tau alamat kontrakan kira kira bakalan aman nggak ya. Ah.. enggak, sebaik nya aku turun di jalan aja" gumam Bella dalam hati


" Aku turun disini aja " jawab Bella asal.


" Gila, ini sudah malam. Yakin mau turun di jalan" Bastian menaikan nada bicara nya.


" Yaudah gang depan sana belok kiri. Aku turun disitu" jawab Bella enteng. Dan Bastian mengemudi mobil nya sesuai dengan arahan Bella. Bastian menghentikan mobil nya lalu Bella keluar dari mobil.


" Thanks Bas " ucap Bella malas.


" Hmmm " singkat Bastian lalu kembali menginjak pedal gas mobil nya dan meninggalkan Bella yang masih mematung di jalan.


Setelah mobil Bastian hilang dari pandangan Bella, Bella berjalan menuju kontrakan nya. Tadi Bella berhenti masih lumayan jauh dari kontrakan nya dan kini ia harus melangkahkan kaki nya di malam yang cukup larut ini. Dengan langkah gontai dan perasaan kesal wanita ini berjalan menyusuri gelap nya malam dan tiba tiba ada seseorang dari belakang yang membekap mulut Bella. Bella tak mampu melawan karena tangan kekar ini sudah membungkam mulut nya rapat lalu membawa paksa Bella ke dalam mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2