Sebening Air Mata Dara

Sebening Air Mata Dara
Rekaman CCTV Hotel


__ADS_3

" Arkhhhh.... Sial... Sial...."


Umpatan demi umpatan kasar Bella lontarkan di dalam kamar nya. Malam kenikmatan bersama Bryan yang sudah ia rancang sedemikian rupa kini musnah begitu saja. Lagi lagi wanita ini gagal menjebak Bryan. Balas dendam yang tertanam di hati Bella rupa nya membuat nya menghalalkan segala cara termasuk rencana gila yang sudah dilakukan nya.


" Aku gila karena kamu Bryan "


" Aku benci Dara "


" Aku benci Bastian "


" Aku akan menghabisi mu Dara "


" Hahahaha.... "


Bella seperti tak waras, dia nampak ngelantur, mengamuk dan berteriak di dalam kamar hotel yang ia tempati. Rambut nya nampak acak-acakan tak jelas. Make up yang ia poles sejak sore, berharap tampil secantik mungkin dihadapan Bryan namun kini nampak berantakan sama seperti rencana nya yang berantakan. Bahkan cairan bening itu telah meleleh membanjiri wajah cantik nya. Bella seperti kehilangan akal nya.


Malam yang seharus nya membuat Dara hancur sehancur nya. Justru kini senjata makan tuan. Bella merasakan yang seharus nya Dara rasakan hari ini.


Lelah meluapkan segala emosi nya, kini putri Beni ini menyandarkan diri di sebelah ranjang nya. Isak tangis itu masih terdengar seisi ruangan. Gadis ini menunduk, Bella sangat kacau untuk saat ini.


Keesokan hari nya, Bryan mengerjakan mata nya berkali kali, kepala nya terasa berdenyut nyeri. Badan nya terasa sakit semua. Efek obat perangsang itu telah menguras tenaga pria tampan ini.


Bryan mengedarkan pandangan nya ke segala arah. Namun istri nya itu tak ada. Mungkin sedang dikamar mandi. Terlihat pintu kamar mandi yang memang tertutup rapat.


Ya, istri Bryan memang sedang melakukan ritual di kamar mandi. Dara sedang merendam tubuh nya dengan air hangat. Rupa nya tugas yang ia lakukan semalam sangat lah berat. Bukan hanya Bryan yang terkuras tenaga nya. Namun Dara pun terlihat terkulai lemas tak berdaya. Andai saja hari ini suami nya itu tidak akan menghadiri survei. Mungkin Dara lebih memilih untuk tidur.


Bryan tak habis pikir atas apa yang terjadi pada diri nya semalam. Ini pasti unsur kesengajaan. Lalu siapa yang sudah menjebak nya. Dan untuk apa mereka menjebak Bryan. Bryan mencari dimana ponsel nya. Lalu mengetikan pesan pada asisten pribadi nya untuk mencari rekaman CCTV hotel atas kejadian semalam.


Bahkan sejauh ini Bryan belum mengetahui kalau semalam istri nya pingsan di dalam kamar mandi. Lebih tepat nya unsur kesengajaan seseorang yang telah membuat Dara pingsan.


Dara telah menyelesaikan urusan mandi nya. Badan nya terasa lebih segar pagi ini. Masih dengan memakai handuk yang melilit di badan nya. Dara berjalan ke ranjang nya untuk meminta Bryan segera mandi.


" Yang, udah bangun. Mandi dulu ya, aku udah siapin air hangat di dalam bathtub" ucap Dara lembut.

__ADS_1


Bryan lalu bangkit dari posisi telentang nya. "Sayang maafin aku ya. Semalam kamu pasti kesakitan ya." ucap nya dengan menggenggam tangan istrinya lalu mencium punggung tangan Dara. Ada rasa bersalah pada diri Bryan. Bryan memang tidak bisa mengendalikan diri nya semalam.


Dara nampak menghela nafas pelan lalu menggeleng. Dan lebih memilih berdiri dari duduk nya. "Nggak apa-apa Yang, aku akan merasa sakit kalau kamu melakukan nya dengan wanita lain"


Deg


Dara memang benar, hampir saja suami nya itu menyakiti nya lagi. Dara berjalan meninggalkan suami nya yang masih terdiam lalu memilih untuk mengganti baju nya. Masih terbayang bayang di kepala Dara jika saja bukan diri nya yang menemani suami nya semalam. Setetes cairan bening itu jatuh, namun dengan cepat Dara menyeka nya.


Bryan berjalan menuju dimana Dara berdiri, memeluk nya dan kembali berkata " Sayang, maaf ya" ucap nya dengan lembut. "Aku sudah meminta Bastian untuk menyelidiki kejadian semalam" Jelas Bryan. Dara membalikan badan nya dan nampak tersenyum. Meskipun hati nya sakit setiap teringat akan hal itu. Tapi Dara tidak bisa egois. Dia tahu itu hanya jebakan untuk suami nya.


" Yaudah mandi sana Yang, aku siapkan baju ganti ya" ucap Dara dan Bryan mengangguk lalu menyambar handuk dan melakukan ritual mandi nya. Setelah merapikan diri nya, Dara menyiapkan baju ganti untuk suami nya.


Lima belas menit kemudian Bryan sudah menyelesaikan urusan mandi nya. Badan nya terasa lebih segar sekarang. Setelah mengeringkan rambut dan menata rambut nya, Bryan memakai kemeja yang sudah istri nya siapkan. Mereka berdua bergegas ke restoran yang ada di hotel itu untuk melakukan sarapan. Rupa nya Bastian dan Bella sudah menunggu mereka berdua dan memesan tempat.


Bastian nampak menyapa atasan beserta istri atasan nya itu. Sedangkan Bella hanya tersenyum getir melihat mereka berdua masih layaknya sepasang suami istri yang tampak bahagia. Tangan Bella nampak terkepal di bawah meja.


" Loh, Bella mata kamu kenapa sembab seperti itu. Apa kamu habis menangis semalam?" satu pertanyaan Dara yang membuat Bella nampak tercengang.


Dara memang tidak salah bertanya, kedua bola mata Bella memang terlihat sembab. Gadis ini menangis semalaman hingga terlelap.


" Iya Bu Dara, semalam saya video call dengan saudara saya di kampung. jadi nya mewek begini" jawab Bella beralibi.


Dara nampak tersenyum miring. "Aku kira lagi patah hati" sindir Dara. Dan Bella yang menyesap minuman nya hampir tersedak.


" Ah ibu bisa saja " jawab Bella kemudian.


" Oh ya Bas, gimana kamu sudah dapat rekaman CCTV semalam" tanya Bryan.


" Sudah pak " tegas Bastian dan Bryan nampak mengangguk. Sedangkan Bella nampak melotot. Merasa posisi nya tak aman Bella terlihat gugup.


Bryan melirik jam di pergelangan tangan nya. "Ya sudah kita sarapan dulu lalu berangkat ke lokasi survei" ucap Bryan lalu mereka mulai sarapan.


Selesai dengan sarapan mereka bergegas menuju ke lokasi survei. Bastian mengendarai mobil nya bersama Bella. Sedangkan Bryan dan Dara dengan supir pribadi nya.

__ADS_1


Disepanjang jalan Bella nampak diam, ntah sengaja diam atau sedang memikirkan sesuatu.


" Bell, kamu kenapa diam aja " tegur Bastian.


" Bell " panggil Bastian lagi sebab Bella masih saja diam.


" Ah... iya, nggak apa-apa Bas. " jawab nya asal. Sedangkan Bastian hanya menghela nafas nya lalu kembali fokus mengemudi. Hingga tibalah mereka di lokasi survei.


" Bryan, Bastian dan Bella terjun ke lokasi dan melakukan tugas masing masing. Sedangkan Dara memilih untuk menunggu di cafe yang masih satu lokasi dengan tempat yang mereka kunjungi. Dengan menikmati es cream kesukaan nya. Dan tangan nya asyik berkirim pesan dengan sahabat nya.


Merasa tak puas dengan hanya berkirim pesan, akhirnya mereka melakukan panggilan video call karena sudah dua hari tak bertemu. Dara menceritakan kejadian yang menimpa nya. Ketiga sahabat nya pun terkejut pada apa yang Dara ceritakan.


Dara mengakhiri panggilan nya dengan sahabat nya saat melihat suami dan kedua staf nya itu berjalan ke arah Dara.


" Sayang, sudah selesai " tanya Dara dengan senyum.


" Sudah Yang " jawab Bryan lalu mencium kening istrinya. Rasa capek nya selalu hilang tiap kali melihat senyum manis dari bibir istri cantik nya itu.


Mereka mengistirahatkan diri di cafe tersebut dengan memesan menu makan siang. Di sela sela perbincangan mereka kembali Bryan membahas kejadian semalam.


" Bell, saya minta maaf atas kejadian semalam yang sudah menarik paksa kamu. itu semua diluar kesadaran saya." Jelas Bryan dan Bella hanya mengangguk.


" Ini pak rekaman CCTV yang bapak minta" ucap Bastian menyodorkan sebuah flashdisk pada atasan nya itu. Bryan menerima nya lalu segera membuka laptop nya dan menancapkan benda canggih itu dan rekaman CCTV pun terbuka.


Bastian sengaja hanya mengambil rekaman di area pertemuan semalam dan toilet dimana Dara dibuat pingsan oleh seseorang. Di dalam ruang pertemuan tak ada hal yang mencurigakan bagi Bryan. Memang terakhir kali Bryan menerima segelas minuman dari sekretaris nya itu. Sejenak Bryan menoleh ke arah Bella. Bella yang ditatap sedikit menunduk. Bella sangat takut. Takut jika aksi nya tertangkap oleh kamera pengawas itu. Dia tak mau nasib nya berujung di jeruji penjara seperti orang tua nya.


Bryan kembali melihat rekaman dari sisi toilet. Bryan menyipitkan mata nya. Kenapa Bastian juga mengambil rekaman dari toilet. Apa yang terjadi? Apa ada yang belum Bryan ketahui. Batin Bryan semakin penasaran.


Kedua bola mata Bryan membulat sempurna atas apa yang terjadi di toilet. "Sayang" ucap Bryan menoleh ke arah istri nya. "Jadi semalam ada seseorang yang sengaja membekap mu hingga pingsan. Dan.... dan mengunci mu di kamar mandi" ucap Bryan dengan terkejut. Dan istri nya itu mengangguk.


Brakkk


Bryan nampak menggebrak meja dan mereka bertiga nampak tersentak kaget.

__ADS_1


" Apa-apaan ini, siapa yang dengan berani main-main dengan keluarga Pradana" ucap Bryan tegas dengan sorot mata yang berubah tajam dan tangan nya mengepal sempurna.


__ADS_2