Sebening Air Mata Dara

Sebening Air Mata Dara
Liburan


__ADS_3

" Mbak, ngapain ngintip disini " tanya satpam rumah Mahendra.


Deg......


Suara pria paruh baya itu sontak membuat Bella terjingkrak dan terjungkal dari tempat nya. Jantung nya seakan melompat dari persembunyian nya. Dengan sigap wanita ini berdiri dari posisi jongkok nya dan tersenyum masam. Bisa bisa nya dia tertangkap oleh satpam.


" Mbak, ngapain disini. Atau jangan-jangan mbak mau berbuat kejahatan sama pemilik rumah ini ya. Saya laporkan tuan besar ya" ucap satpam rumah Mahendra dengan name tag Anton itu.


" Eh.. Eh.. tunggu pak " seru Bella yang menghentikan langkah pak Anton.


" Saya bukan mengintip pak, saya tadi lagi nyari alamat seseorang. Tapi seperti nya bukan disini alamat nya. Yaudah saya pergi dulu ya pak" jawab Bella beralibi lalu membenarkan posisi selendang yang menutupi kepala nya kemudian dengan tergesa gesa berjalan menjauh.


Pak Anton yang merasa aneh dengan tingkah wanita yang diajak bicara tadi seketika menggeleng lalu berjalan mendekat ke arah tuan besar nya berada.


" Maaf tuan Mahendra, saya mengganggu" ucap Pak Anton pelan.


" Katakan " singkat Mahendra dengan posisi tangan dan pandangan ke arah papan catur.


" Tadi ada seorang wanita yang mengendap - ngendap memperhatikan rumah ini tuan" adu pak Anton pada tuan besar nya.


Mahendra menghentikan aktifitas nya lalu menatap ke arah satpam yang sudah bekerja puluhan tahun dirumah nya itu. Bryan dan Bastian menautkan kedua alis nya setelah mendengar apa yang dikatakan pak Anton. Sedangkan Alex hanya terdiam, dia sudah bisa menebak itu pasti adik nya.


" Wanita " ucap Mahendra.


" Iya Tuan, dia sudah pergi saat saya memergoki nya" jelas pak Anton.


" Bagaimana ciri-ciri nya pak " ucap Bryan kemudian.


" Masih muda seumuran nona-nona yang ada disana" tunjuk pak Anton pada Dara dan ketiga sahabatnya.


" Kurang lebih setinggi non Dara, badan nya langsing, menutup kepala nya dengan selendang dan memakai kacamata hitam" jelas pak Anton mengingat wanita yang ditemui nya tadi.

__ADS_1


Bryan dan Bastian saling pandang dengan tatapan yang entah hanya mereka berdua yang tau.


" Mungkin hanya orang lewat kali pak." kini Alex ikut menimpali.


" Enggak den, orang bapak liat dia lagi celingukan." ucap pak Anton yakin.


" Ya sudah perketat penjagaan pak. Seperti nya memang ada yang sedang bermain - main dengan keluarga ini." ucap Mahendra.


" Bryan, Alex jika kalian butuh pengawal bilang sama papa. Terutama Dara, dia seorang wanita pantang untuk pergi sendiri."


" Apalagi sejak kejadian yang terjadi di luar kota kemarin kalian semua harus lebih waspada" Mahendra nampak mewanti wanti kedua putra nya.


" Kamu juga Bas " tak lupa Mahendra mengingatkan pada keponakan sekaligus asisten pribadi putra nya itu.


Ketiga pria tampan ini nampak mengangguk paham dengan semua wejangan pria paruh baya di depan nya itu.


" Saya permisi tuan, den " ucap pak Anton kemudian. Lalu kembali menjalankan tugas nya.


" Papa, ini Dara buatkan jus mangga kesukaan papa." ucap Dara pada mertua satu satu nya itu.


" Terima kasih menantu papa " balas Mahendra dengan menerima gelas berisi jus yang Dara buatkan.


" Ini buat kamu sayang " ucap Dara pada suami tampan nya.


" Terima kasih istri ku" ucap nya bangga memiliki istri cantik dan baik seperti Dara. Hingga membuat seseorang disebelah Bryan terasa panas melihat keromantisan mereka. Buru buru Yola mengambilkan satu gelas jus untuk Alex.


" Thanks Yol, " ucap Alex datar.


" Sama sama kak " jawab Yola dengan senyum sumringah. Cici lalu mengambilkan segelas jus untuk Bastian. Sedangkan Loly dengan santai mengambil segelas untuk diri nya sendiri.


Tak terasa hari sudah mulai siang. Matahari mulai menyengat, Rasa nya menikmati jus membuat tenggorokan ini terasa adem. Acara kumpul-kumpul mereka akhiri dengan makan siang. Selesai makan siang Mahendra memilih untuk mengistirahatkan diri nya di kamar nya. Sedangkan Bastian dan ketiga sahabat Dara berpamitan untuk pulang kerumah.

__ADS_1


Setelah sahabat mereka pulang, Bryan dan Dara menuju ke kamar nya. Seperti biasanya Bryan selalu menggandeng tangan istrinya menaiki tangga. Pria ini selalu memperlakukan permaisuri di istana nya dengan sangat baik. Tak heran jika Alex selalu merasa iri dan geram tiap kali melihat kemesraan mereka berdua.


Yang dikatakan adik nya memang ada benar nya juga, Mau sampai kapan Alex akan seperti ini. Yang ada dia setiap hari akan makan api cemburu.


" Shittt " Alex mengumpat.


Rasa nya sudah cukup untuk mengambil kembali hati Mahendra. Sekarang waktu nya merebut Dara dari adik tiri nya itu. Terlihat seringai dari sudut bibir Alex.


Tiba tiba Alex teringat mama nya, bagaimana keadaan mama nya. Kesibukan di kantor membuat nya jarang berkunjung di sel tahanan mama nya. Keinginan terbesar mama nya menjadikan Alex putra satu satu nya Melinda itu menjadi pemimpin di perusahaan Mahendra.


" Aku tak mau mengecewakan mama " ucap nya.


Bryan dan Dara kini berbaring di ranjang nya. Mereka berdua memilih untuk tidur siang sebentar sebelum sore nanti akan berangkat berlibur. Seperti janji Bryan, setelah semua pekerjaan nya di luar kota selesai dia akan mengajak istrinya untuk melakukan bulan madu yang tertunda itu.


Sore itu, Bryan dan Dara sudah terlihat rapi. Dengan diantar supir pribadi nya mereka menuju ke bandara. Bryan benar benar ingin menaruh dulu semua beban pekerjaan ataupun masalah yang datang silih berganti. Hari ini putra Mahendra ini benar-benar hanya ingin fokus pada istri nya.


Bryan dan Dara akan melakukan penerbangan antar pulau. Mereka akan berlibur ke pulau yang sangat diminati para wisatawan itu.


Rupa nya Bryan sudah menyiapkan semua nya, Setelah tiba Bryan dan Dara dijemput oleh supir yang sudah disiapkan khusus untuk mereka. Kini tibalah mereka di salah satu hotel berbintang di pulau itu.


Dengan mengandeng tangan istrinya, Bryan membuka pintu kamar hotel nya.


" Silahkan masuk Sayang " ucap Bryan lembut mempersilahkan bidadari nya untuk masuk.


" Makasih Yang " Balas Dara dengan senyum.


Dara memandangi seluruh sudut kamar hotel yang akan mereka tempati. Rupa nya Bryan memang memilih kamar hotel terbaik. Dara menghempaskan tubuh nya ke ranjang. Dan Bryan membawa masuk koper mereka.


" Gimana Ra, kamu suka " tanya Bryan yang kini sudah ikut berbaring di sebelah istri nya. Dara menoleh ke arah suami nya dan mengangguk.


" Sangat suka " balas Dara

__ADS_1


Bryan mendekat ke arah istri nya, dikecup nya kening istrinya lama dan dipeluknya tubuh wanita yang sangat Bryan cintai itu. "ini waktu kita bersama Yang, hanya berdua saja tanpa ada yang mengganggu." bisik nya di telinga istri nya.


__ADS_2