Sebening Air Mata Dara

Sebening Air Mata Dara
Ikut Bahagia


__ADS_3

Dengan berlinang air mata Nayla masih terduduk lemas di lantai. Bu Seto yang tak tega, datang menghampiri nya. Biar bagaimanapun Nayla adalah tetangga Bu Seto di desa.


" Nduk Nay, bangun. Kamu yang sabar ya" titah Bu Seto lembut namun Nayla hanya diam. Bahkan bulir bulir bening itu terus menghujani tanpa henti.


" Aku harus ikut ayah " ucap Nayla pada diri nya sendiri lalu bergegas berdiri.


" Nay, kamu mau kemana" tanya Bu Seto pelan. bukan nya menjawab Nayla malah melepas tangan Bu Seto yang memegang lengan nya. Bagi Nayla, pak Seto dan istrinya adalah orang yang sudah membantu Dara menggagalkan acara pernikahan nya.


" Kak, ayo menyusul ke kantor polisi. Jangan biarkan mereka menyakiti ayah kak, hiks ... hiks..." ucap Nayla sesenggukan. Gadis ini terlihat sangat kalut.


Tak ada pilihan lagi bagi Alex. Alex menarik tangan Nayla meninggalkan ruangan itu. Semua yang ada di ruangan itu adalah orang orang yang berpihak pada Bryan. Tak mungkin diri nya berlama lama disitu. Alex dan Nayla kini meninggalkan ruangan itu dan menuju ke kantor polisi dimana ayah dan mama nya itu dibawa.


Mahendra menghela nafas nya panjang dan membuangnya kasar. Rasa nya Mahendra belum percaya bagaimana bisa Melinda sejahat itu pada keluarga nya. Kembali Mahendra menghela nafas nya pelan lalu mendekat pada putra nya.


" Papa " panggil Bryan.


Mahendra tersenyum lalu memeluk putra nya. Hampir satu bulan jauh dari Bryan membuat Mahendra sangat rindu pada satu satu nya pewaris keluarga nya itu. Mahendra yang keras dan tegas, kini kedua bola mata nya terlihat mengembun.


Bryan menatap Papa nya. " Papa kenapa" tanya nya.


" Ah.. Papa sangat terharu. Papa bahagia akhir nya kalian berdua bersatu kembali." jawab Mahendra dengan senyum.


" Bryan, kamu harus bersyukur memiliki istri cantik, baik dan kamu tau, perjuangan istri mu sangat luar biasa untuk mengembalikan ingatan mu." Jelas Papa Mahendra dan Dara nampak tersipu malu.


" Benar kah itu sayang" tanya Bryan dan Dara hanya tersenyum. Lalu Bryan kembali mengecup kening istri nya itu.


" Woy .. woy santai kasihan yang masih jomblo nich" ucap Yola lalu mendekat ke arah pasangan muda yang baru saja bersatu itu. Bryan dan Dara nampak terkekeh.


Cici dan Loly pun mendekat. Niat mereka pagi ini untuk menjenguk Bryan dan Dara nyatanya mereka harus melihat drama yang sangat mengejutkan.


" Kak Bryan gimana keadaannya" tanya Cici

__ADS_1


" Ya jelas baik lah. Kan udah ada bidadari di samping nya" goda Loly dan Bryan nampak tersenyum.


" Yola, Loly dan Cici, makasih ya selama ini kalian udah jaga Dara dengan baik" Ucap suami tampan Dara itu. Dan mereka bertiga nampak mengangguk lalu tersenyum.


" Bas, kamu bukan hanya asisten pribadi ku. Kamu memang sahabatku yang paling bisa aku andalkan. Terima kasih buat semua yang sudah kamu lakukan." ucap Bryan pada seseorang yang sudah membongkar dalang di balik kecelakaan yang menimpa nya.


" Tidak perlu berterima kasih begitu, ini sudah tugas ku. kamu tenang aja" jawab Bastian yang kini sudah merangkul sahabat nya itu.


" Alhamdulillah, den Bryan dan non Dara akhir nya bersatu kembali." ucap pak Seto ikut bahagia.


" Terima kasih pak, Bu. Ini semua juga berkat bantuan bapak dan ibu. Dara mohon maaf kalau selama di desa Dara dan sahabat Dara sudah banyak menyusahkan bapak dan ibu" ucap Dara


" Siapa bilang non nyusahin bapak sama ibu. Justru ibu senang ada non Dara dan teman teman rumah ibu jadi rame." jawab Bu Seto apa ada nya.


Bryan sudah nampak lebih baik hari ini. Hanya saja Mahendra masih menunggu dokter Haris memeriksa keadaan Bryan.


Di sofa ruangan itu Mahendra, Bastian dan Pak Seto nampak berbincang bincang. Sedangkan yang lain masih berada di dekat Bryan berbaring.


" Untung kak Bryan nggak jadi menikah dengan Nayla. Kalau iya akan jadi judul novel baru nih. Istriku adalah adik tiri ku. Hahahaha " goda Yola dan berhasil mendapatkan tatapan tajam dari Dara.


" Ampun Ra, cuma bercanda" Yola nampak mengatupkan kedua telapak tangan nya tanda permintaan maaf.


Ha-ha-ha.... kini tawa mereka pecah seketika.


" Tapi si Loly bener juga ya ngasih julukan Melinda si nenek lampir, terus Nayla si nenek lampir II. ckckck.... rupa nya ibu dan anak." cibir Yola dan berhasil mendapatkan toyoran di kening nya oleh Cici.


" Apaan sih Ci, sakit tau" gerutu Yola dengan mengerucutkan bibir nya dan tangan nya nampak mengelus kening nya.


" Hussttt... sembarangan kalau ngomong" ucap Cici


Hari sudah siang, Yola dan lain nya berpamitan untuk pulang kerumah. Sedangkan Mahendra dan Bastian akan bergerak ke kantor polisi. Kini tinggal lah Dara yang menemani Bryan seorang.

__ADS_1


Pria tampan itu nampak memandangi wajah cantik istri nya. Dia berjanji dalam hati untuk menjaga dan membahagiakan istrinya. Mendengar cerita bagaimana keadaan Dara selama Bryan amnesia. Sekarang Bryan tak akan membiarkan kesedihan itu Dara rasakan lagi.


" Hey, kenapa sih liatin kayak gitu" tanya Dara pada suami nya.


" Cantik, istriku sangat cantik" gombal Bryan apa ada nya. Bukan nya menggombal, nyata nya Dara memang sangat cantik. Bahkan Alex pun sampai saat ini masih berambisi untuk mendapatkan hati Dara.


" Siang bolong begini malah gombal" cibir Dara memanyunkan bibir nya.


Dara tidak mampu menggambarkan perasaan nya saat ini. Bahagia, ya.. Dara sangat bahagia sekarang.


" Jadi nyuapin nggak nih malah senyum senyum sendiri " sindir Bryan dan Dara nampak salah tingkah. Detik kemudian tangan nya bergerak menyuapkan bubur untuk Bryan.


Dara nampak telaten menyuapi Bryan dengan bubur. Sesekali pasangan muda ini bercanda ria. Bahkan Bryan sudah tidak sabar ingin cepat keluar dari rumah sakit. Dia juga sudah rindu dengan rumah nya.


...****...


Nayla dan Alex kini tiba di kantor polisi dimana Melinda dan Beni di tahan.


Tubuh Nayla seketika lemas saat melihat ayah nya memakai seragam tahanan dan mendekam di balik jeruji besi itu. Kembali butiran butiran bening itu membasahi pipi.


" Ayah, bagaimana bisa Nayla hidup tanpa ayah" ucap nya menggenggam erat tangan ayah nya.


Beni nampak menghapus air mata yang mengalir di pipi putri nya. " Ini semua salah ayah Nay, tidak seharus nya ayah melakukan tindakan ini."


" Kalau saja gadis itu tidak mengganggu hubungan Nayla dengan putra Mahendra. Mungkin sekarang Nayla bisa hidup bahagia. Ini semua gara gara gadis sialan itu." ucap Nayla tajam dan seketika Alex membantah nya.


" Nay, tutup mulut mu. Dara gadis baik baik" jawab Alex membela.


" Kenapa kak Alex membela nya" tanya Nayla penuh selidik. " Ah ... Aku tau, pasti diam diam kak Alex menaruh hati pada istri Bryan itu kan" tebak Nayla.


" Kau benar Nay, aku memang mencintai Dara sejak dulu, tapi aku selalu kalah dari Bryan dalam hal apapun" jelas kakak kandung Nayla itu.

__ADS_1


Nayla menghapus air mata yang sudah membasahi pipi nya. Seulas senyum miring terbit begitu saja. Tiba tiba sebuah ide untuk membalaskan dendam terlintas di benak Nayla.


__ADS_2