
Alex kini membanting stir mobil nya ke apartemen milik teman nya. Setelah mobil nya terparkir rapi Alex bergegas menekan tombol lift menuju ke lantai dimana teman nya itu tinggal. Pintu apartemen terbuka dan Alex melenggang masuk tanpa permisi. Disinilah Alex berada, di apartemen milik Tomi.
Alex merebahkan badan nya di kamar milik Tomi. Putra Melinda ini nampak memejamkan matanya sebentar lalu menghela nafas nya kasar. Lalu bangkit ke tepi ranjang di sebelah teman nya.
" Malam ini aku tinggal disini ya tom" ujar Alex dan Tomi hanya mengangguk tanda mengiyakan.
" Gimana keadaan mama mu" tanya Tomi kemudian.
Lagi lagi putra Melinda ini mengusap wajah nya kasar lalu membuang nya. "Ntah lah tom, aku gak bisa berbuat apa apa untuk membebaskan mama"
" Minum dulu biar lebih tenang" ucap Tomi memberikan minuman bersoda yang dia ambil dari dalam kulkas nya.
Alex meneguk nya, wajah Alex terlihat sangat kusut. Apalagi sekarang dia juga harus mengurus adik perempuan nya itu.
...****...
Keesokan hari nya,
Bryan mengerjapkan matanya berkali kali. Ditatap nya sekeliling kamar namun istri nya itu tak ada. Bryan mendekat ke arah kamar mandi. Belum sempat bibir nya terbuka untuk memanggil Dara, suara gemericik air dari dalam kamar mandi jelas menandakan istri nya itu sedang mandi.
Suami Dara itu lalu membalikan badan nya dan melangkahkan kaki nya ke sofa. Diambil nya koran di atas meja lalu Bryan membaca nya. Rupa nya berita Melinda di penjara atas kasus kecelakaan yang menimpa nya itu sangat ramai diperbincangkan.
Detik kemudian ekor mata Bryan melirik ke arah pintu kamar mandi yang terbuka. Bryan meletakan kembali koran nya. Dara keluar lalu menghampiri suami nya itu.
" Sayang, sudah bangun " sapa Dara.
Bukan nya menjawab. Suami Dara ini justru bangkit lalu memeluk istrinya.
__ADS_1
" Ih apaan sih sayang, mandi dulu. nanti papa keburu datang." dan suami nya itu nampak memanyunkan bibirnya. Detik kemudian satu kecupan manis mendarat di kening Dara. Bryan terkekeh pelan lalu berjalan ke kamar mandi. Dan Dara nampak menggelengkan kepala menatap punggung suami nya itu.
Dara nampak bersiap siap mengemas semua barang barang nya ke dalam tas besar nya. Kini Bryan dan Dara terlihat sudah rapi. Tinggal menunggu papa nya datang.
Selang beberapa menit kemudian Bastian dan Mahendra datang. Sebuah senyum lebar terpancar pada wajah Mahendra. Kini putra nya itu sudah sehat, bahkan akan kembali ke rumah besar nya. Sebelum pulang tak lupa Bryan mengucapkan terima kasih pada dokter Haris.
Mobil Mahendra melaju meninggalkan rumah sakit milik nya itu. Bastian duduk di kursi kemudi, dan Mahendra duduk di sebelah nya. Sedangkan Bryan dan Dara duduk di belakang.
Tiga puluh menit kemudian Bastian membelokan stir mobil nya memasuki halaman kediaman rumah Mahendra. Mata Bryan dan Dara seketika menyipit melihat banyak nya mobil yang sudah terparkir rapi di halaman rumah mewah nya. Bahkan di dalam nampak nya sangat ramai sekali.
" Ada apa ini pa" tanya Bryan penasaran.
" Papa hanya melakukan penyambutan untuk putra dan menantu papa" singkat Mahendra.
" Astaga papa, apa ini tidak berlebihan" kini menantu nya itu yang bersuara.
Bryan dan Dara melangkah lebih dulu diikuti Mahendra dan Bastian.
Semua asisten rumah tangga Mahendra nampak berjajar rapi di depan pintu masuk. Semua nampak menunduk saat Bryan dan Dara datang.
" Selamat datang kembali tuan muda dan nona muda" ucap seluruh asisten rumah tangga nya serentak. Mata Bryan nampak berkaca kaca. Bryan lalu menggenggam erat tangan Dara dan mengajak nya masuk kerumah besarnya. Mata Bryan dan Dara nampak terbelalak melihat ruangan utama nya sudah dipenuhi banyak orang. Bahkan ruangan ini sudah terhias dengan bunga bunga yang sangat indah. Semua orang nampak menatap Bryan dan Dara dengan senyum bahagia.
Bryan menatap Papa nya yang berdiri di belakang nya dengan Bastian. "Terima kasih untuk semua nya pa" ucap Bryan dengan tangis yang tak bisa di bendung lagi. Dan papa nya itu nampak tersenyum.
" Bryan, Dara.. " ucap seseorang yang sangat Dara kenali.
" Ayah , Bunda.." seketika Dara berhamburan memeluk ayah dan bunda nya. Lalu mencium tangan kedua orang tua nya. Begitu juga dengan Bryan.
__ADS_1
" Ayah dan bunda ada disini" tanya Dara kemudian.
" Iya nak, papa mertua mu yang mengundang ayah dan bunda datang kesini" jawab ayah Dara itu.
Dara berterima kasih pada Papa mertua nya itu karena telah menghadirkan ayah dan bunda nya di hari bahagia nya. Jauh di lubuk hati Dara, diri nya memang sangat merindukan ayah dan bunda nya itu.
Pak Seto dan Bu Seto pun juga hadir di acara penyambutan Bryan. Biar bagaimana pun mereka adalah orang yang sangat berjasa memberikan informasi keberadaan Bryan. Bahkan mereka juga dengan baik hati menerima menantu Mahendra dan sahabat menantu nya itu untuk tinggal di rumah nya selama menjalankan misi mengembalikan ingatan Bryan.
Tak kalah hebohnya ketiga sahabat Dara juga datang di acara bahagia ini. Bahkan seluruh staf di perusahaan Mahendra juga nampak hadir. Bryan dan Dara tidak pernah menyangka mendapatkan penyambutan semeriah ini. Semua tamu nampak menikmati hidangan yang sudah di sediakan.
Di seberang rumah Mahendra nampak dua anak manusia berbeda jenis ini sedang menatap nanar dari dalam mobil yang mereka tumpangi. Dapat mereka lihat dengan jelas di dalam rumah mewah ini sedang berlangsung pesta. Kebahagiaan terpancar pada setiap orang yang hadir di acara ini. Sedangkan disana, Mama dan ayah nya harus menderita. Tangan Alex kini mengepal sempurna. "Arkhhhh" umpat Alex memukul stir mobil nya.
Sedangkan Nayla, mata nya tak berkedip sedikitpun menatap megah nya kediaman rumah Mahendra. Rumah ini tidak hanya besar dan mewah tapi bagaikan istana yang pernah diri nya lihat di dunia dongeng.
" Pantas, ibu rela meninggalkan aku dan ayah demi mengejar pria kaya ini. Rupa nya harta Mahendra tak akan habis tujuh turunan" Batin Nayla yang kemudian diri nya tersentak karena umpatan Alex.
" Sampai kapan kakak akan diam saja" kini Nayla bersuara. Alex nampak menautkan kedua alis nya menunggu apa yang akan dikatakan adik nya selanjutnya. "Bagaimana kalau kita bekerja sama" ucap Nayla kemudian.
" Maksud kamu " tanya Alex kemudian.
" Bukan nya kakak menginginkan Dara. Kita bisa bekerja sama untuk menghancurkan rumah tangga mereka."
" Ketika rumah tangga putra dan menantu kesayangan Mahendra itu hancur. Hati Mahendra akan lebih hancur lagi." Seringai muncul dari sudut bibir putri Beni itu.
" Kak Alex akan mendapatkan Dara, dan aku akan mendapatkan hati Bryan" jelas Nayla masih menyunggingkan kan senyum nya.
Deg
__ADS_1
Dada Alex berdebar. Ada benar nya juga apa yang dikatakan adik nya itu.