Sebening Air Mata Dara

Sebening Air Mata Dara
Rencana Meeting di Luar Kota


__ADS_3

Mobil yang dikendarai Bryan kini sudah sampai di parkiran kantor Pradana Group. Bahkan saudara tiri nya itu juga sudah sampai di kantor terlihat dari mobil nya yang sudah terparkir rapi di deretan parkiran khusus keluarga Mahendra.


Bryan melepas kacamata hitam yang dipakai nya lalu membuka pintu mobil nya. Sungguh sangat menawan pesona suami Dara ini. Bryan berjalan memasuki kantor nya dengan satu tangan ia masukan ke dalam saku celana nya dan menuju ke ruangan nya. Jangan lupakan beberapa sorot pasang mata kaum hawa yang memandang kagum pada bos nya itu.


" Selamat pagi pak Bryan " sapa Bella dengan senyum.


" Pagi " singkat Bryan.


" Pak, saya bawakan sarapan buat bapak" ucap Bella dengan menyodorkan kotak makan pada Bryan.


" Maaf Bell, aku sudah sarapan. Kamu makan aja ya" tolak Bryan lalu berlalu masuk ke ruangan nya.


" Sial, sial ... " Gerutu Bella. Dan berhasil membuat seseorang yang baru lewat menertawakan nya.


" Apa liat liat " ucap Bella memutar bola matanya malas pada salah satu karyawan yang melihat makanan Bella di tolak oleh bos nya itu.


" Eh Bell, aku kasih tau ya. Pak Bryan itu sudah punya istri. Istri nya cantik bak model. Jadi jangan berharap deh buat deketin pak Bryan. Daripada nanti sakit hati." ucap salah satu karyawan wanita memperingati Bella.


Bella mendengus kesal mendengar ocehan wanita disebelah nya dan memilih masuk ke ruangan nya dengan rasa kesal yang menyelimuti.


Bryan nampak serius dengan laptop di depan nya. Begitulah suami Dara, tak pernah main main dengan bisnis nya. Bahkan Bryan selalu cekatan dalam bertindak dan mengambil keputusan.


Seseorang nampak mengetuk pintu ruangan Bryan dan tanpa menoleh Bryan mempersilahkan seseorang untuk masuk.


Bryan menghentikan aktifitas nya lalu menatap pada seseorang yang mendekat pada nya. Rupa nya Bastian yang datang dengan membawa beberapa berkas.


" Ada apa Bas " Tanya Bryan.


" Begini pak, kita ada proyek baru di luar kota yang menurut saya ini sangat fantastis." ucap Bastian dengan menyodorkan berkas yang di bawa nya. Dan Bryan mengangguk lalu mulai membaca nya.

__ADS_1


" Dalam dua atau tiga hari kedepan kita harus mengadakan meeting disana pak." ucap asisten pribadi nya itu dan Bryan nampak terdiam.


Proyek berlangsung di luar kota. Secara otomatis Bryan harus menginap selama beberapa hari untuk meeting, survei dan sebagainya. Apakah dia harus meninggalkan istri nya dalam beberapa hari ?


" Pak " lirih Bastian karena Bryan masih saja diam.


Perusahaan Pradana adalah perusahaan besar, semua kolega dan rekan bisnis nya sangat ingin bekerjasama. Dan pekerjaan tetaplah pekerjaan. Bryan tetap harus menjalankan proyek ini. Dan dia tetap harus turun tangan.


" Kamu urus saja berkas bekas nya. Kita berangkat lusa" jawab Bryan setelah sekian lama diam.


" Baiklah, saya permisi dulu pak " ucap Bastian kemudian. Dan Bryan nampak mengangguk.


Bryan nampak memijat pelipisnya yang mulai berdenyut. Rasa nya Bryan tak rela harus meninggalkan istri nya dirumah. Apalagi semenjak kejadian Alex mabuk dan mengganggu istri nya, Bisa saja hal itu terulang lagi. Atau dia ajak saja istri nya sekalian berlibur. Bryan berniat untuk membicarakan nya nanti dengan Dara.


Masih di kantor Pradana Group, Bella nampak menyunggingkan senyum setelah Bastian memberikan kabar bahwa lusa mereka akan meeting di luar kota. Itu arti nya Bella akan menginap disana dan mendapatkan kesempatan yang besar untuk mendekati Bryan.


" Hari ini kau boleh menolak makanan yang aku berikan. Tapi lusa, jangankan makanan kau tak akan bisa menolak diri ku lagi" Batin Bella dalam hati nya.


Ceklek


Pintu kamar Dara terbuka. " Sayang, sudah pulang" ucap Dara menyambut suami nya.


" Udah Yang " Balas Bryan lalu mengecup singkat kening istrinya.


" Kamu sudah siap " ucap nya lagi dan Dara nampak mengangguk. Memang benar apa yang dikatakan karyawan Bryan tadi pagi. Bahwa istri Bryan ini sangat cantik.


" Aku mandi bentar ya Yang" ucap Bryan lalu bergegas ke kamar mandi. Tak mau membuat istri nya menunggu lama.


Sebelum pergi, Bryan menitipkan pesan pada asisten rumah tangga nya. Bahwa nanti mereka tidak ikut makan malam.

__ADS_1


Di dalam mobil, Bryan tak henti hentinya melirik ke arah istri nya. Rasa nya tak ada habis nya untuk mengagumi istri cantik nya itu.


" Yang, fokus ke depan kalo lagi nyetir" ucap Dara memperingati.


" Habis nya disebelah sini ada pemandangan yang jauh lebih indah daripada di depan" jawab Bryan menyeringai.


" Ckck.. aku rasa kamu bukan hanya pintar berbisnis tapi juga pintar menggombal deh Yang" ucap Dara mencubit pinggang suami nya dan Bryan hanya terkekeh.


Kedua nya menikmati waktu sore menjelang malam ini di perjalanan hingga mobil mereka berhenti di sebuah cafe cinta. Bryan menggandeng mesra tangan Dara dan membawa nya masuk. Di dalam ternyata suasana sangat bagus. Apalagi ada danau cinta di tengah tengah cafe yang menambah kesyahduan. Alunan musik yang mengiringi, semuanya nampak terlihat romantis. Bahkan Bryan dan Dara nampak berdansa dengan mesra. Setelah itu mereka menikmati makan malam yang sudah mereka pesan.


Setelah selesai dengan makan malam nya mereka berdua langsung pulang kerumah. Sesampai nya dirumah kedua nya memilih untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian nya dengan baju tidur yang nyaman.


Bryan kini bersandar di ranjang dengan memainkan benda pintar milik nya itu. Sedangkan Dara masih menatap meja rias di depan nya untuk membersihkan sisa make up nya lalu mengoleskan cream di wajah nya. Setelah selesai dengan ritual nya mempercantik diri, istri Bryan ini lalu beranjak dari duduk nya dan naik ke ranjang untuk menyusul suami nya lalu menyandarkan kepala nya di bahu suami nya.


Tangan Bryan dengan terampil mengelus pelan rambut panjang istrinya yang terurai itu. Lalu mengecup nya mesra.


" Yang, ada yang mau aku omongin" ucap Bryan membuka suara.


" Apa Yang " balas Dara yang sudah mendongak ke arah suami nya menunggu apa yang akan suami nya itu katakan.


" Besok lusa, aku ada meeting di luar kota"


Dara nampak mematung. Pandangan matanya tak teralihkan sedikit pun dari suami nya. Menunggu apa yang akan dikatakan nya kemudian.


" Gimana Yang" kini Bryan seolah meminta pendapat istrinya namun Dara masih diam. Detik kemudian terdengar helaian nafas dari istri cantik nya itu.


" Iya nggak apa-apa Yang" jawab Dara namun masih terdengar ambigu. " Dengan siapa Yang pergi nya" tanya Dara kemudian. Pasal nya Dara tau meeting di luar kota arti nya mereka harus menginap disana.


" Dengan Bastian dan Bella " Jawab Bryan.

__ADS_1


Deg


__ADS_2