Sebening Air Mata Dara

Sebening Air Mata Dara
Di Kampus


__ADS_3

Dara melirik jam di pergelangan tangan nya menunjukan hampir pukul 12 siang, bahkan hari ini mata kuliah nya sudah selesai. Tapi suami nya itu belum juga muncul. Dilirik nya benda pintar milik nya itu namun Bryan juga tak meninggalkan pesan. Mungkin suami nya itu masih sibuk dengan dosen nya. Maklum, kesibukan suaminya di kantor membuat nya minggu ini hanya bisa satu kali ke kampus.


" Ra, kak Bryan belum selesai ya" tanya Loly dan Dara jawab dengan anggukan kepala.


" Ke kantin aja yuk sambil nunggu kak Bryan" Imbuh Yola.


Mereka berempat akhirnya menuju ke kantin dan memesan makanan seperti biasanya. Setelah mendudukan diri di kursi kantin, tak harus menunggu lama datanglah empat mangkok bakso, dan empat gelas minuman pesanan mereka.


" Ra, kita seneng banget akhir nya kamu dan kak Bryan bisa bahagia kayak gini" seru Cici dengan menyendokan bakso ke mulut nya. Dan Dara nampak tersenyum.


" Makasih ya, kalian sudah menemani masa-masa sulit ku. Kalian memang sahabat terbaik ku." ucap Dara lalu menyeruput es jeruk nya.


" Tapi sekarang udah aman kan Ra, nggak ada pelakor lagi" seru Yola yang menuangkan sambal ke dalam bakso nya dan Dara yang hendak mengunyah bakso nya seketika tersedak.


" Pelan Ra " ucap Loly mengelus punggung Dara.


Ketiga nya lalu menatap penuh selidik pada Dara. Apa ada yang sahabat nya itu sembunyikan.


" Nggak ada sih, cuma sekretaris Bryan yang baru menurut aku sikap nya aneh" balas Dara dan mereka bertiga spontan terkejut.


" Kok nggak pernah cerita sih Ra" gerutu Yola.


" Itu mungkin cuma perasaan ku saja, karena terlalu khawatir." balas Dara.


" Tapi bahaya juga ini Ra, kamu harus siaga. Jangan sampai kecolongan" ucap Yola menggebu. Namun belum sempat melanjutkan kata-katanya Bryan lebih dulu datang.


" Kamu disini Ra " ucap Bryan mengacak pelan rambut panjang Dara dan mendudukan diri tepat di sebelah istri nya.


" Udah selesai Yang " Dara balik bertanya. Dan pria tampan nya itu nampak mengangguk.

__ADS_1


" aa.... " Dara meminta suami nya itu untuk membuka mulut nya. Dan Bryan hanya menuruti nya tanpa malu pada ketiga sahabat istri nya. Hingga satu suapan bakso beserta kuah nya kini sudah Bryan nikmati.


" Ehemm.... " ketiga nya kompak menjadi obat nyamuk. Dan Dara hanya nyengir kuda.


" Maaf ya guys, jiwa jomblo kalian meronta ronta ya" tebak Dara dan diakhiri dengan kekehan nya. Bahkan Bryan pun nampak menggeleng dan menahan senyum melihat tingkah gadis gadis di depan nya.


"Makanya kalian cepat cari pasangan. Tuh, sahabat aku Bastian lagi jomblo." ucap Bryan dan sukses membuat Cici terbatuk - batuk. Tanpa mereka ketahui sejauh ini memang Cici dan Bastian sedang dekat.


" Ra, udah kan makan nya, kita pulang ya. Kamu harus istirahat" ucap Bryan lalu bergegas ke kasir untuk membayar semua makanan nya. Dara lalu menghabiskan es jeruk nya dan bangkit dari duduk nya.


" Udah aku bayar ya makanan kalian " ucap suami Dara lalu menggandeng tangan istrinya.


" Thanks kak " kompak mereka dengan senyum dan Dara nampak melambaikan tangan nya lalu meninggalkan mereka bertiga.


" Sayang, bagaimana pertemuan mu dengan dosen hari ini" tanya Dara saat mobil yang dikendarai suami nya kini sudah melaju meninggalkan gerbang kampus nya.


" Semua baik Yang " singkat Bryan. Jelas Dara tak heran. Otak suami nya ini memiliki kapasitas di atas rata - rata.


📥 Bella


Pak Bryan kenapa hari ini tidak ke kantor. Apa bapak sedang sakit?


Bryan membuka nya tapi tak berniat untuk membalas nya. Bryan nampak menghela nafas lalu pandangan nya teralihkan dengan laptop di depan nya. Menurut nya memeriksa pekerjaan lebih penting daripada membalas pesan dari sekretaris nya itu. Meskipun sebenarnya pesan yang ia kirimkan sangat lah wajar.


Suami Dara ini nampak fokus pada laptop yang dipangku nya. Membaca beberapa email masuk dan membalas nya.


Ting !


Ponsel nya itu kembali ada notif pesan masuk. Bryan membuka nya dengan malas. Dia pikir Bella kembali mengirimkan pesan namun rupa nya dari Bastian. Semua berkas untuk keberangkatan nya besok ternyata sudah Bastian selesaikan dengan baik. Bastian memang asisten pribadi yang selalu bisa diandalkan.

__ADS_1


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka, Bryan melirik sekilas ke arah istri cantik nya yang sudah selesai dengan urusan mandi nya lalu kembali fokus pada layar di depan nya.


Dara yang sudah berganti baju dengan pakaian santai, kini mendekat ke arah suami nya.


" Yang, mandi dulu gih. aku siapin makan siang ya." ucap Dara.


" Iya Yang, bentar lagi " jawab Bryan yang masih betah dengan layar di depan nya. Dan Dara pun masih duduk di samping suami nya sambil memperhatikan apa yang dikerjakan suami nya. Setelah memeriksa beberapa berkas dan email masuk, kini Bryan menutup layar laptop di depan nya. Lalu mengecup singkat kening istri yang sejak tadi duduk anteng menemani nya.


" Aku mandi dulu Yang " ucap nya kemudian. Dara menatap punggung suami nya yang sudah masuk ke dalam kamar mandi lalu beranjak berdiri menuju ke dapur untuk menyiapkan makan siang untuk suami nya.


Namun belum sempat berdiri, layar ponsel milik suami nya yang berada di atas ranjang itu menyala tanda panggilan masuk. Ada satu nama yang membuat Dara terbelalak. "Bella" ngapain dia menghubungi suami nya. Baru Dara ingin menggeser icon gagang telepon warna hijau itu namun panggilan pun terhenti. Dara hanya menghela nafas nya lalu tangan nya bergerak ke arah aplikasi hijau di ponsel suami nya itu. Dara tersenyum miring, rupa nya beberapa menit yang lalu, sekretaris nya itu juga mengirimkan pesan pada Bryan dan suami Dara itu tak berniat membalas nya.


Ditaruh nya kembali, ponsel milik suami nya. Sebenarnya Dara bukan tipe orang yang suka berselancar di ponsel pasangan nya. Tapi untuk kali ini dia sedikit kepo.


Dara bergegas ke dapur untuk menyiapkan makan siang untuk suami nya. Dara hanya menyiapkan makan siang untuk suami nya saja, sebab tadi di kampus Dara sudah makan bakso dan masih sangat kenyang.


Di meja makan, Dara menemani Bryan makan siang. Jarang jarang Bryan bisa makan siang dirumah seperti ini kalau tidak hari libur.


Sore hari nya, Bryan masih terlelap dengan tidur nya. Tadi siang setelah makan siang Bryan dan Dara memutuskan untuk tidur siang. Dara bangun lebih dulu, diambil nya koper milik suami nya dan menata baju yang akan di pakai Bryan untuk meeting beberapa hari di luar kota. Tak lupa Dara juga memasukan beberapa stel baju milik nya sebab Dara akan ikut besok.


Rupa nya selain menemui dosen nya, tadi di kampus Bryan juga meminta izin untuk Dara tidak ke kampus dalam beberapa hari.


Di kontrakan Bella, wanita ini merebahkan tubuh nya sepulang dari kantor tadi. Rasa nya dia tak bersemangat di kantor hari ini. Sebab pemandangan yang selalu ia tunggu, hari ini tidak hadir ke kantor. Belum lagi, Bryan sama sekali tak membalas pesan atau mengangkat telepon nya.


Mungkin benar apa yang dikatakan kakaknya tadi, hari ini Bryan sedang menghabiskan waktu bersama Dara. Sebab besok pagi, Bryan harus berangkat ke luar kota. Gumam Bella menebak.


Tangan Bella terangkat untuk memegang sebuah serbuk dalam plastik klip dan kedua sudut bibir nya tampak menyeringai.

__ADS_1


" Besok kita akan bermain main dengan serbuk ajaib ini Bryan" ucap Bella dengan senyum licik nya.


__ADS_2