
Masih dalam pelukan Bryan, "Apa aku terlalu berlebihan ya" batin Dara. Istri Bryan ini lalu mendongak dan menatap ke arah suami nya. Dapat Dara lihat dengan jelas raut kekhawatiran pada suami nya itu.
" Maaf " lirih Dara. Justru Bryan kini menghujani wajah cantik istri nya dengan kecupan bertubi tubi.
Cup
Cup
Cup
Entah kenapa, sejak kehadiran Bella menjadi sekretaris suami nya, Dara menjadi mudah cemburu. Mungkin karena Dara tak mau kehilangan suami nya untuk kedua kali nya. Masa masa sulit yang menguras emosi, tenaga dan air mata baru saja ia lewati. Andai saja waktu itu Bastian tak memiliki bukti untuk menghentikan pernikahan suami nya dengan Nayla, mungkin saat ini Dara sudah gila menerima kenyataan suami nya itu menjadi milik wanita lain.
" Ra, kamu mandi dulu ya. Belum mandi kan?" tebak Bryan. "Setelah itu kita makan, atau kamu mau makan di luar?" ajak suami Dara itu.
" Iya aku mandi dulu ya, kita makan dirumah aja Yang." balas Dara lalu beranjak dari ranjang nya dan berjalan menuju ke kamar mandi.
Bryan nampak menghela nafas lalu menggeleng, istri nya itu memang selalu menggemaskan menurut nya. Menunggu istri nya mandi, Bryan bersandar di ranjang nya dan memainkan ponsel nya. CEO muda ini nampak berkirim pesan dengan Bastian mengenai pekerjaan.
Merasa istri nya sudah keluar dari kamar mandi. Bryan menghentikan aktifitas dengan ponsel nya dan meletakan kembali di atas meja. Matanya tak berkedip sedikitpun menatap makhluk ciptaan Tuhan yang mendekati sempurna ini. Dara keluar dari kamar mandi hanya menggunakan bathrobe lalu berjalan ke meja rias untuk mengeringkan rambut nya.
Bryan seketika bangkit dan bergerak mendekati istri nya lalu memeluk istrinya dari belakang.
" Aku bantu keringin rambut nya ya Yang" pinta Bryan dan Dara hanya mengangguk. Memang suami nya itu selalu modus untuk membantu mengeringkan rambut istri nya.
Tok... tok... tok...
__ADS_1
" Den Bryan, non Dara makan malam nya sudah siap" ucap asisten rumah tangga nya dari balik pintu.
" Iya Bi, bentar lagi kita turun" jawab Bryan.
Setelah selesai berganti baju, Bryan dan Dara turun untuk makan malam dengan papa dan saudara tiri nya.
Mata Alex seketika melotot saat melihat Bryan dengan mesra menggandeng tangan istrinya. padahal yang Alex harapkan akan terjadi pertengkaran setelah sebuah pesan singkat yang sengaja Alex kirim untuk Dara dengan nomor lain.
Bryan menarikan sebuah kursi untuk Dara duduk. Putra Mahendra ini memang memperlakukan istrinya dengan sangat manis. Baru ia mendudukan diri nya di kursi sebelah nya. Semua itu tak luput dari pandangan Alex. Bahkan di bawah meja sana tangan nya sudah mengepal meluapkan emosi nya. Dara nampak mengambilkan makanan untuk Bryan dan juga papa mertua nya. Sedangkan Alex ia harus melayani diri nya sendiri.
Selesai makan malam, Alex nampak menyambar kunci mobil nya lalu bergegas keluar dan mengemudikan mobil nya. Berbeda dengan Bryan, ia sedang mendudukan diri di ruang keluarga bersama papa nya. Yang mereka bicarakan tak lain pasti seputar bisnis. Sedangkan Dara membantu Bi Tuti membereskan piring kotor.
Meskipun di rumah mewah Mahendra dilengkapi dengan asisten rumah tangga yang semua pekerjaan rumah pasti bisa mereka handel. Namun Dara bukanlah menantu yang malas malasan. Selagi ia punya waktu ia pasti membantu mengerjakan pekerjaan rumah.
Selesai membantu Bi Tuti Dara membawa nampan yang berisi dua cangkir kopi favorit mertua dan suami nya yang ia bikin sendiri dan beberapa cemilan.
" Makasih nak " ucap papa mertua nya. Dan Dara balas dengan senyum. Kemudian Bryan menepuk kursi disebelah nya agar istri nya itu duduk di sebelah nya. Dara pun mengikuti apa yang suami nya minta.
Bukan nya pergi ke kontrakan adik nya, justru Alex melajukan mobil nya membelah jalanan ibu kota yang sangat padat dan membelokan setir mobil nya di sebuah club, dimana tadi ia sudah janjian dengan teman teman nya. Setelah memarkirkan mobil nya, pria tampan putra Melinda ini masuk ke dalam dan bergabung dengan teman teman nya. Urusan pekerjaan, keluarga yang berantakan dan cinta nya yang bertepuk sebelah tangan membuat nya harus menghilangkan penat yang melanda.
Dan disinilah Alex berada, ditengah tengah alunan dentuman musik dan minuman beralkohol yang kata nya bisa menenangkan itu. Bahkan Alex telah menghabiskan beberapa gelas.
" Gimana hubungan mu dengan keluarga Mahendra, semua baik baik saja kan" Tanya Tomi sahabat Alex itu. Bukan nya menjawab justru Alex memberikan tatapan yang sulit Tomi artikan. Dan Tomi hanya menghela nafas nya.
" Aku saranin mending kamu berhenti mengharapkan Dara. Dia itu istri saudara tiri kamu." justru kini Tomi menasehati sahabat nya itu.
__ADS_1
Lagi lagi Alex tak menjawab justru memberikan tatapan tajam tak terima dengan nasehat sahabat nya itu. Dan kembali menenggak minuman terlarang itu.
" Lex, ayo kita pulang. Kamu mabuk" ucap Tomi keras. Namun seperti nya Alex tak menghiraukan ucapan Tomi. Kembali Alex ingin menenggak gelas berikutnya namun dengan buru buru Tomi mencegah nya dan membawa paksa Alex pulang.
Dengan membawa mobil Alex. Tomi duduk di kursi kemudi sedangkan Alex tergelatak di kursi penumpang. Tomi ikut minum tapi ia tak segila Alex sampai menghabiskan beberapa gelas.
Dengan kecepatan tinggi Tomi melajukan mobil milik Alex. Jalanan yang mulai sepi dalam hitungan menit saja Tomi berhasil membawa Alex pulang.
Tomi hendak membawa sahabat nya itu untuk masuk ke dalam namun dengan segera Alex bangun. Meskipun belum sepenuh nya sadar namun Alex merasa masih bisa berjalan menuju ke kamar nya. Tomi bergegas pergi setelah memastikan sahabat nya itu aman sampai rumah.
Untung saat Alex pulang, Mahendra sudah tertidur pulas, jadi tak tau kalau putra sambung nya itu sedang mabuk. Alex berjalan dengan sempoyongan.
" Kak Alex dari mana baru pulang" tegur Dara yang baru turun dari tangga. Tadi Dara merasa haus dan ingin mengambil air minum di dapur. Namun pandangan nya teralihkan pada kakak tiri suami nya yang baru berjalan memasuki rumah.
Alex nampak mengerjapkan mata nya saat lawan bicara nya itu bertanya pada nya.
" Dara, bidadariku " ucap nya yang membuat mata Dara melebar. Alex nampak ngelantur untuk saat ini. Namun Dara enggan untuk menjawab nya. Baru Dara ingin melangkah kan kaki meninggalkan Alex. Namun dengan segera Alex mencekal tangan Dara.
" Mau kemana bidadariku sayang" ucap Alex lagi bahkan kini semakin dekat dengan Dara.
" Bau alkohol, kak Alex mabuk ya" tebak Dara spontan menutup hidungnya tak tahan bau menyengat ini.
Namun Alex nampak terkekeh, "Tenang saja sayang, aku akan merebut kamu dari Bryan" ucap nya lagi bahkan sekarang Alex sudah memegang dagu istri Bryan itu.
" Kak Alex lepasin " berontak Dara namun Alex kini justru merangkul istri adik tiri nya itu.
__ADS_1
" Kita bersenang-senang saja dulu sayang" ucapan Alex semakin tak jelas. Dara masih memberontak tapi cengkraman tangan Alex sangat kuat untuk Dara lawan.
" Apa-apaan ini " suara bariton seseorang yang membuat mereka berdua nampak tercengang.