Sebening Air Mata Dara

Sebening Air Mata Dara
Penuh Kejutan


__ADS_3

Dara membuka mata nya perlahan, diraba nya ranjang sebelah nya dimana seharus nya suami nya itu berada namun kosong. Dara mengerjapkan mata nya berkali kali hingga akhir nya mata nya benar benar terbuka. Dilirik nya jam menunjukan pukul 7 malam. Astaga rupa nya Dara ketiduran. Meskipun tadi siang dirumah ia sudah memejamkan mata, namun itu hanya sebentar.


Dara berjalan menuju ke kamar mandi. Mungkin suami nya itu sedang mandi. Dara mengernyitkan dahi nya saat mendapati sang suami tidak ada di kamar mandi. Dara hendak kembali menuju ke ranjang nya untuk mengambil ponsel nya dan menghubungi suami nya. Namun pandangan nya tertuju pada sepucuk surat warna merah jambu yang tergeletak di atas meja.


Sayang, pakailah gaun yang sudah aku siapkan untuk mu. Pergilah dengan pak supir yang tadi menjemput kita, dia akan mengantar kamu ke suatu tempat. Aku menunggu mu disini.


^^^Love You^^^


^^^Bryan^^^


Dara tersenyum saat membaca isi surat dari suami nya. Romantis seperti cerita di novel yang sering Dara baca. Pandangan nya kemudian tertuju pada paper bag warna coklat disebelah nya. Dara mengambil nya dan melihat gaun yang sudah Bryan siapkan. Mulut Dara ternganga melihat gaun yang suami nya pilihkan itu. Sangat bagus menurut nya, rupa nya Bryan memiliki selera yang tinggi.


" Sudah Dara jangan senyam senyum sendiri" gumam Dara menggerutui diri nya sendiri yang teramat bahagia.


Tak ingin membuat suami nya menunggu lama, Dara bergegas melakukan ritual mandi nya. Setelah selesai mandi Dara memoles wajah nya dengan make up yang natural. Memang Dara tidak pernah memakai make up yang berlebihan. Sebab dengan make up natural ini justru membuat Dara terlihat lebih cantik. Dara memang selalu cekatan dalam berhias. Hingga sekarang Dara sudah selesai make over wajah dan rambut nya.


Istri Bryan ini lalu mengambil gaun dan memakai nya. Kini gaun malam warna merah maroon dengan detail uh... sungguh sangat terlihat mewah dan menawan. Ditambah dengan high heels yang senada dengan warna gaun nya membuat sempurna penampilan Dara. Dara kembali menatap kaca besar di depan nya. Sudut bibir nya tampak tertarik ke samping. Dara sangat bahagia malam ini. Dilirik nya jam menunjukan pukul 8 malam. Dara meraih tas yang seirama dengan gaun nya, tak lupa ia membawa ponsel nya dan berjalan keluar dari kamar hotel.


Sekarang dia harus turun ke bawah untuk mencari supir yang Bryan maksud. Baru Dara membuka pintu, rupa nya supir yang suami nya perintahkan untuk mengantar Dara sudah berdiri tepat di depan pintu.


" Mari nona saya antar. Tuan muda sudah menunggu anda" ucap supir di depan nya dan Dara nampak mengangguk lalu berjalan terlebih dulu.


Pak supir membukakan pintu dan mempersilahkan Dara untuk masuk ke dalam mobil. Lalu mobil melaju ke tempat dimana Bryan sudah menunggu nya. Dua puluh menit mobil berhenti di sebuah tempat. Ntah lah dimana dan tempat apa Dara tak tau. Dara semakin bingung kenapa tempat ini sangat sepi.


" Bapak yakin ini tempat nya " tanya Dara yang sejak tadi hanya diam dibelakang kursi kemudi.

__ADS_1


" Iya non benar, tuan muda sudah menunggu anda di dalam" jawab supir paruh baya itu.


Pak supir melepas seat belt nya kemudian turun dan membukakan pintu untuk Dara.


" Mari non " lalu Dara pun turun dengan hati-hati.


" Perlu saya antar ke dalam non " ucap pak supir menawarkan.


" Tidak perlu pak, saya bisa masuk ke dalam sendiri " kata Dara dan supir itu mengangguk lalu menunggu di mobil.


Dengan perasaan sedikit bingung, kenapa Bryan mengajak nya ke tempat sepi seperti ini Dara melangkahkan kaki nya. Suasana di dalam sedikit gelap hanya ada lampu taman yang menyoroti. Dara semakin melangkah kan kaki nya di dalam sana. Semakin gelap dan Dara sedikit takut. Ingin menghubungi suami nya, Dara baru ingat bahwa ponsel nya tertinggal di dalam mobil.


Baru Dara ingin membalikan badan nya untuk kembali ke mobil terdengar suara " Prok... Prok.. Prok.. " suara tepuk tangan seseorang mengagetkan Dara dan surprise Dara mendongak ke atas, cahaya warna warni dari kembang api bertaburan di langit. Menambah indah nya suasana malam ini. Dara tersenyum bahagia, apalagi kembang api yang terakhir sangat mengejutkan nya. Cahaya pernak pernik di langit itu bertuliskan I LOVE YOU DARA.


Cahaya lampu di taman itu kemudian bertambah terang, Dara menatap pria tampan di depan nya. Pria tampan yang berstatus suami nya itu mendekati sempurna di hati Dara.


" I Love You too Bryan " balas Dara manis.


Bryan lalu mendekat dan menyambut bidadari nya. "Kamu sangat cantik sayang" ucap Bryan memuji istri nya. Tangan nya bergerak untuk meraih tangan Dara dan mencium punggung tangan Dara. Dara memang sangat cantik, gaun malam yang Bryan pilihkan sangat pas di badan Dara yang terbilang sangat proporsional itu. Dara terlihat sangat anggun malam ini.


" Kamu juga sangat tampan hubby " balas Dara.


Bryan lalu menarik satu kursi untuk istri nya dan mempersilahkan duduk. Bryan akan memperlakukan istrinya dengan sangat manis. Pria ini berjanji akan membuat bulan madu mereka yang tertunda itu menjadi sangat berkesan.


Bryan lalu duduk di depan Dara. Tangan nya bergerak mengambil benda warna merah itu dari saku nya. Dibuka nya benda yang berbentuk hati itu lalu membuka nya. Dua buah cincin ? Ya Bryan memang menyiapkan dua buah cincin yang sama.

__ADS_1


" Cincin pernikahan yang terikat di jemari ku telah hilang saat kejadian kecelakaan naas itu. Ntah hilang atau seseorang membuang nya aku pun juga tak tau."


" Meskipun begitu, cinta aku tak pernah hilang dan tak akan bisa hilang sayang. Jadi aku ingin kita memakai cincin ini " ucap Bryan kemudian meraih kembali tangan Dara.


Tak terasa setetes cairan bening dari sudut mata indah Dara itu jatuh tanpa diminta. Yang jelas ini air mata bahagia.


Bryan tersenyum lalu menyeka dengan pelan air mata istrinya. Lalu memakaikan cincin di jari Dara. Dara tersenyum bahagia saat cincin itu berhasil terpasang di jari nya. Dara lalu mengambil satu cincin untuk ia pasangkan di jari Bryan. Bryan pun tersenyum saat cincin itu terpasang di jari nya. Bryan lalu menghadiahkan kecupan di kening istrinya.


" Sayang masih ada satu lagi " ucap Bryan kemudian meraih sebuah kotak persegi panjang warna merah itu.


Bryan membuka kotak itu sontak membuat Dara menganga. Sebuah kalung berlian yang Dara yakini harga nya pasti sangat fantastis.


" Ini buat kamu sayang " ucap Bryan semakin membuat Dara tak percaya. Suami nya memberikan nya hadiah kalung berlian dengan harga mahal ini. Dara menjadi wanita yang paling bahagia diperlakukan dengan sangat manis oleh pangeran nya. Bahkan Dara tak menyangka suami nya ini akan memberikan kejutan yang tak pernah Dara bayangkan sebelum nya. Di sela - sela aktifitas suami nya yang padat rupa nya Bryan sudah menyiapkan hal yang spesial untuk Dara.


Bryan bangkit dari duduk nya lalu memakaikan kalung berlian di leher istri. Kalung berlian ini sangat cocok terpasang di leher jenjang Dara. Menambah kecantikan Dara menjadi berlipat ganda.


" Cantik sayang " ucap Bryan lalu kembali mengecup kening lalu turun ke pipi mulus Dara.


" Sayang, terima kasih " ucap Dara. Hanya itu yang bisa Dara ucapkan. Sungguh Dara tak bisa berkata-kata lagi. Dia sangat bahagia diperlakukan seromantis ini. Bryan tersenyum lalu kembali ke tempat duduk nya.


Tak lama kemudian pelayan datang membawakan makanan dan minuman yang sudah Bryan pilihkan untuk acara dinner malam ini. Setiap moment Bryan akan membuat semuanya terkesan untuk nya dan istrinya.


" Ayo sayang kita makan " ajak Bryan dan Dara mengangguk.


Mereka berdua makan malam dengan diiringi alunan musik. Tempat ini memang sengaja Bryan sewa khusus untuk mereka berdua. Di setting sedemikian rupa sehingga menambah kesan romantis.

__ADS_1


Dara menyuapkan makanan pada Bryan begitu juga sebalik nya. Dunia serasa milik berdua, pelayan dan pemain musik serta orang orang yang bertugas di tempat itu bagaikan patung saja.


Selesai makan malam Bryan berdiri dan meraih tangan Dara lalu mengajak nya berdansa. Bryan tak hentinya memandang istri cantik nya itu. Jarak kedua nya sangat dekat. Masih dengan posisi berdansa Bryan mengecup bibir istrinya nya yang ranum. Kedua nya terbuai dalam suasana yang sangat mendukung itu.


__ADS_2