Sebening Embun Cinta Kanaya

Sebening Embun Cinta Kanaya
1. Cahaya Kasih Sayang


__ADS_3

Kanaya Alodya, gadis cantik dan berhati mulia berusia 21 tahun yang kini sedang menjalani skripsinya di salah satu universitas di Bandung, Jawa Barat. Ia tinggal bersama kedua orang tuanya, Papah Kanaya bernama Bapak Faris Aloka yang menjabat sebagai Direktur Utama PT. Cipta Samta, Bandung. Sedangkan Mamanya, Kinanti Dyara bekerja sebagai seorang guru matematika SMA di Bandung.


Pagi yang cerah menyambut hari baik untuk sang putri tunggal Kanaya dalam menjalani sidang skripsi tahun ini.


"Mah, Pah, Kanaya berangkat ke kampus duluan ya, hari ini dosenku akan datang lebih awal untuk merevisi hasil skripsi ku" kata Kanaya sambil membawa beberapa tugas akhir nya.


"Kanaya sayang, setidaknya makan sebentar, nanti kamu sakit perut kalau tidak makan" kata Mamah Kinanti yang terlihat begitu mencemaskan anak kesayangannya itu.


"Ya sudah Mah, kamu bawakan bekal saja roti sama gandum buat Kanaya, kasian dia tidak sempat sarapan" ucap Papah kepada Mamah.


Mamahnya membawakan bekal untuk Kanaya.


"Kanaya sayang, ini bekal untukmu, nanti kalau sampai kampus jangan lupa untuk dimakan ya, ingat Kanaya pesan Mamah" kata Mamah Kinanti was-was terhadap kesehatan putrinya.


"Siap mamahku sayang, oh iya Mah, Pah, Kanaya berangkat ya, assalamualaikum" ucap Kanaya sambil berpamitan kepada orang tuanya.


Setelah Kanaya pergi ke kampus, Mamah dan Papahnya pergi bekerja ke instansi masing-masing.


Di Kampus, Kanaya terlihat sedang menunggu hasil pemeriksaan skripsi oleh dosennya. Tiba-tiba, 2 sahabatnya datang menghampiri.


"Kan, kamu udah berapa kali revisi sama dosen?" tanya penasaran Aletta.


"Aku baru sekali ini Ta, bismillah semoga kali ini skripsi ku diterima dosen" kata Kanaya dengan tenang.


"Semoga saja ya Kan, kamu hebat sekali baru 3,5 tahun sudah skripsi aja, kalau aku masih lama mungkin" ujar Aletta sambil tersenyum mengernyitkan dahi.


"Aamiin, terima kasih Aletta, aku yakin kamu sama Dhivia bisa menyusul seperti aku, yang penting tetap semangat dan jangan menyerah, oke!" kata Kanaya tersenyum lebar untuk menyemangati kedua sahabatnya.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian, nama Kanaya dipanggil oleh dosen. Perasaan Kanaya begitu deg-degan, ototnya pun merasa tegang semua.


"Kanaya Alodya, dari jurusan ilmu hukum, selamat revisi hasil skripsi mu, Bapak terima ya" ucap Dosen Kanaya.


"Alhamdulillah, terima kasih Pak, saya sangat menanti momentum ini, akan segera saya sampaikan kepada orang tua saya Pak" jawab Kanaya dengan bahagia yang memperlihatkan lesung pipinya itu.


"Sama-sama Kanaya, Bapak mau pergi karena ada urusan penting, sekali lagi selamat untukmu" ucap Pak Dosen kepada Kanaya sambil membawa tas menuju mobilnya.


"Oh iya Pak silahkan, terima kasih kembali Pak" jawab antusias Kanaya dengan senyum merah merona.


Akhirnya Kanaya bisa melewati rintangan dalam menjalani skripsinya, dan bulan depan ia akan melakukan wisuda bersama dengan angkatan lainnya.


Di rumah saat keluarga Kanaya berkumpul di ruang tamu, Kanaya menceritakan segala perjalanannya dalam membuat skripsi sampai memperbaiki hasil revisi dari dosennya kepada orang tuanya.


"Mah, Pah, Alhamdulillah skripsi aku diterima hari ini, dan bulan depan Kanaya sudah wisuda" cerita Kanaya kepada Mamah dan Papahnya.


Kalau begitu, selesai acara wisuda bulan depan, sekaligus kita berbagi dengan saudara kita yang kurang mampu ya Pah" jawab Mamah kepada Papah dan Kanaya.


"Ide bagus itu Mah, aku senang sekali hari ini, terimakasih banyak ya Mah, Pah, sudah menyemangati Kanaya di saat suka maupun duka, bahkan Mamah dan Papah menjadi saksi perjuangan ku selama ini di bangku kuliah" kata Kanaya dengan berlinang air mata sambil memeluk Mamah dan Papahnya.


"Iya nak, Mamah dan Papah akan selalu ada buat Kanaya sampai sukses dunia akhirat" jawab Mamah kepada Kanaya.


Satu bulan kemudian, tibalah saatnya Kanaya Alodya menjadi wisudawan termuda tahun ini di Universitasnya. Mamah, Papah dan Kanaya bergegas berangkat ke kampus Kanaya menggunakan mobil.


Acara wisudawan dan wisudawati pun dimulai, dari penyambutan Rektor sampai Dekan Fakultas. Saat pengumuman wisudawati terbaik dan termuda yang mendapatkan gelar cumlaude akhirnya diumumkan.


"Selamat untuk Ananda Kanaya Alodya, Putri dari Bapak Faris Aloka dan Ibu Kinanti Dyara, sebagai wisudawati terbaik dan termuda tahun ini dengan jurusan ilmu hukum mendapat gelar cumlaude" ujar Rektorat Universitas tersebut.

__ADS_1


"Alhamdulillah ya Mah, anak kita mendapatkan gelar cumlaude dengan wisudawati termuda dan terbaik" ucap Papah Kanaya kepada Mamah.


"Iya Pah, semoga Kanaya bisa sukses dunia akhirat aamiin" jawab Mamah sambil tersenyum melihat Kanaya yang cantik berbalut baju toga beserta gordon.


Setelah acara wisuda Kanaya selesai, keluarga Kanaya langsung bergegas menuju panti asuhan untuk berbagi kebahagiaan kepada anak yatim-piatu.


Keluarga Kanaya pulang, dan malam harinya Kanaya mulai membicarakan niatnya untuk studi S2 Hukum di Jerman kepada Mamah Papahnya.


"Mah, Pah, Kanaya mau bicara sesuatu boleh?" tanya Kanaya sambil membawa cemilan.


"Iya sayang, mau bicara apa?" jawab Papahnya.


"Mah, Pah, aku berencana untuk studi lanjut S2 ke Jerman, menurut Mamah sama Papah gimana?" ujar Kanaya dengan memperjelas niatnya itu.


"Kalo Papah sih setuju-setuju saja nak, tapi di sana kan asing buat kamu, apa kamu bisa adaptasi dengan lingkungan di sana?" kata Papah.


"Kan dulu waktu kuliah semester 4, aku pernah lomba debat hukum ke Jerman Pah, jadi aku sudah tahu betul bagaimana lingkungan dan gaya hidupnya" jawab Kanaya tegas.


"Mamah kurang setuju sayang, kenapa kamu tidak lanjut S2 di Indonesia saja, kan lebih aman, jadi Mamah sama Papah tidak khawatir" ucap Mamah di sela-sela pembicaraan.


"Tidak bisa Mah, soalnya ini ada beasiswa, dan aku lolos seleksi, apalagi aku ada temannya Mah" kata Kanaya dengan raut wajah yang sedih.


"Ya sudahlah, Mamah sama Papah mengizinkan kamu buat lanjut S2 ke Jerman" Ucap Mamah kepada Kanaya sambil tersenyum melihat anaknya begitu bahagia.


"Alhamdulillah akhirnya Mamah sama Papah mengizinkan aku kuliah di Jerman. Mah, Pah, tahu tidak University of Berlin menjadi kampus yang aku impikan selama ini, dan akhirnya aku bisa meneruskan studi kuliah ke Universitas tersebut" perjelas Kanaya sambil makan cemilan bersama orang tuanya.


"Ingat pesan Papah nak, jangan tinggalkan sholat 5 waktu, dan selalu rendah hati kepada siapapun" pesan Papah kepada putri semata wayangnya.

__ADS_1


"Siap Pah, pasti Kanaya akan selalu ingat pesan Mamah sama Papah" jawab Kanaya bahagia.


__ADS_2